
Pagi hari pun tiba dimana sang mentari menyapa dengan sinarnya,bergantian bekerja dengan sang rembulan.
Hari ini sama seperti hari kemarin,dimana David masih bersikap dingin kepadaku.
Pagi ini David bangun terlebih dahulu,lalu menoleh ke arahku yang masih terlelap,
dengan rasa malas dan kepala sedikit berat,David menuju kamar mandi,seusai mandi dia pun berpakaian dan turun kebawah.
Aku yang mendengarnya menutup pintu pun terbangun,bergegas mandi dan ikut menyusul ke bawah, menuju meja makan.
Berharap kali ini David tidak lagi mengurung diri di ruang kerjanya.
David benar benar seperti orang lain tanpa kata dan tanpa suara,baru dua hari diperlakukan David seperti ini sudah membuat ku sangat stress.
Aku yang merasa takut,langsung saja duduk dan mengambil makanan tanpa menyapanya,
kami sarapan tanpa sepatah kata pun,hanya terdengar suara sendok dan garpu.
David yang tau kehadiranku dari tadi juga tidak menyapa maupun mengucapkan sepatah katapun.
"Apakah kamu sudah enakan???" tanyaku ku lirih sambil memainkan makanan di piringku
"Nikmati saja sarapan mu"ucapnya dengan dinginnya.
Aku menghela nafas,lalu membatin
"Sampai kapan semua ini akan selesai"
"Kamu berhutang banyak penjelasan padaku,"imbuh David dengan mode datarnya.
Aku hanya mengangguk,lalu melanjutkan sarapanku yang dari tadi hanya aku aduk aduk.
David pun sudah menyelesaikan sarapannya terlebih dahulu,
meninggalkanku begitu saja,baru beberapa langkah David berhenti lalu berucap.
"Ingat urusan kita belum selesai"
"Iya,"jawabku lirih lalu melanjutkan makanku begitu pula dengan David dia ke atas menuju ruang kerjanya.
"Apa yang harus aku jelaskan,bicara yang sebenarnya pun dia tak akan percaya,memang aku salah,aaaaaa....Mas Raka kalau waktu itu kamu tidak membawaku pada mas David Reno ini semua tak akan terjadi"aku bermonolog dengan diriku sendiri.
Dengan nafas panjang aku beranjak dari tempat dudukku dan menuju ke ruang kerja David Bryan,tidak seperti kemarin,sekarang ruang kerja David terbuka lebar,aku berdiri di depan pintu,melihatnya yang sibuk menatap keluar jendela kaca.
Aku hanya berdiri memandangi punggung David dari belakang,tanpa berani mengeluarkan suara.
"Masuk dan duduk,kenapa hanya berdiri di situ"suruh David dengan netra yang masih memandang keluar jendela tanpa mau menoleh kearah ku.
Perlahan aku melangkahkan kakiku masuk baru saja akan duduk David sudah menyuguhi ku dengan kata kata nya
"Sekarang apa yang akan kamu jelasakan"kata David
masih dengan mode yang sama.
Dengan sedikit takut aku aku pun memulai membuka mulutku
"Baiklah,aku akan menjelaskan semuanya namun aku harap kali ini tanpa bir dll.
Itulah sedikit syarat yang aku ajukan karena aku tidak ingin kejadian semalam sampai terulang lagi.
David hanya mengerutkan alisnya lalu menimpali kataku"lanjut"dengan datarnya.
"Memang beberapa hari ini aku menemui David Reno di rumahnya,aku hanya menemui saja tidak lebih"kataku dengan lirih.
David Bryan tertawa terbahak,lalu menyanggah pernyataannku
"Mustahil jika kalian hanya bertemu,pasti dia sudah menyentuhmu"terkanya dengan senyum sinis.
"Aku tau apa yang aku lakukan,aku tau semua konsekuensinya namun aku tak melakukan sejauh pemikiran mu."sanggahku
__ADS_1
Dia masih terdiam,
"Dengan sikapku yang seperti ini aku memang murahan,aku plin plan sana sini iya,tapi aku tak bermaksud seperti itu David,aku sangat mencintaimu,namun aku juga tidak bisa melihat mas David Reno sakit karena kembali lagi semua salahku"imbuhku dengan nada sedikit tinggi dan menangis.
Jujur dalam lubuk hati David Bryan dia tidak percaya akan ucapanku,
Dengan menahan marah dia pun akhirnya beranjak dan duduk di tepi meja kerjanya.
Sambil terus menatapku.
"So???"ucap David dengan sinis.
"Maafkan aku,"lirihku lalu hendak beranjak mendekati David.
"Stop tetap di tempatmu,"dia pun melarangku untuk mendekatinya.
"Aku butuh penjelasan kalian berdua,dan apa mau kalian sebenarnya,"Kata David
David pun berlalu pergi keluar meninggalkan ku dengan perasaan yang tak menentu
Tak lama aku pun menyusul nya keluar, namun aku sudah tidak mendapati David berada di rumah sehingga aku bertanya kepada Pak Herman,
"Tuan kemana pak??".
"Tuan baru saja keluar membawa mobil nyonya dan saya tidak tau tuan mau kemana."begitulah penjelasan dari pak Herman.
Akupun semakin bingung akan sikap David,pikiran ku kalut dan di penuhi banyak pertanyaan,
"mau kemana dia?semoga tak seperti yang aku pikirkan"batinku
hatiku bergejolak,ingin sekali aku menyusulnya namun aku sangat takut untuk keluar,aku tidak mau dia mendapatiku keluar rumah lagi.
***************
Disisi lain David melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi,dia sendiri bingung akan pergi kemana,dengan membawa perasan emosi,sayang,cinta dan cemburu bercampur jadi satu dalam dalam hati David,sehingga membuatnya sulit untuk berfikir jernih.
David pun keluar lalu duduk di atas hood mobilnya dengan di temani beberapa botol bir yang di belinya tadi,dengan tatapan kosong David memandang ke tengah laut sejauh pandangan matanya,tak ada yg tau apa yang ada dalam pikiran David.
David hanya diam dan sesekali berteriak sekuat kuatnya....
Beberapa panggilan masuk dariku pun di abaikan oleh David,
hingga akhirnya David menggapai ponselnya yang sedari tadi di abaikan,lalu David melakukan beberapa panggilan,setelah selesai David kembali larut dalam kekalutannya....
Karena capek duduk,David pun merebahkan badannya di atas hood mobilnya menatap lepas ke langit.
Disisi lain menunjukan aku yang semakin resah karena semua pangilanku tak satupub di jawab David.
Aku yang merasa bersalah dan merasa serba salah pun merebahkan diriku di tempat tidur sambil menatap langit langit kamar,dengan pikiran capur aduk tak karu karuan.
"Dimana kamu sayang, Please terima panggilan ku dan jawablah pesan ku,
kemana aku harus mencari mu!!"
aku pun bermonolog sendiri dengan air mata yang meleleh tanpa isak tangis.
***********
Disisi lain menunjukan David Reno juga merasakan hal yang sama,atas ketidakhadiranku yang tidak mengabarinya serta tak menjawab semua pesan dan panggilan nya.
David Reno merebahkan diri di sofa,menatap keatas sambil bermonolog sendiri.
"Kamu dimana put?,apa yang terjadi?apakah kau baik baik saja?kenapa tak mengabariku?
Apakah aku perlu menjenguk mu kesana???
Banyak pertanyaan yang muncul dalam otak David Reno sehingga membuatnya frustasi
"Ahhhhh....."David Reno mengusap rambutnya dengan kasar,bingung harus berbuat apa.
__ADS_1
David Reno hanya bisa membuang ponselnya nya di meja,dan kembali menatap langit langit kamar nya dengan pandangan kosong
Tiga insan yang sama sama menatap langit langit di tempat yang berbeda dengan suasana hati yang sama.
Tiga hati yang di penuhi dengan perasaan gundah gulana,dan sama sama tak tau apa yang harus di lakukan....
Dan akhirnya mereka bertiga terbenam dalam kekalutan yang sama, hingga tak terasa mereka memenjamkan mata untuk sejenak menuju alam mimpi.
Rasa lelah,amarah,sakit,cemburu, bercampur menjadi satu dan menjadi belenggu dalam hati dan pikiran ketiga insan ini.
Matahari mulai menyembunyikan sinarnya di balik senja
Aku yang sadar senja telah tiba pun beranjak dan mencoba mencari David,berharap David sudah pulang,karena tak menemukan David aku kembali mencoba menghubungi ponsel David, namun kali ini ponsel David malah tidak aktif yang semakin membuatku bingung.
Aku meminta pak Herman menyuruh sopir untuk mencari David di beberapa bar atau tempat yang biasa di kunjungi David.
Pak Herman pun lantas segera menyuruh sopir untuk mencari David dan tak lupa menyuruh art menyiapkan makan untukku.
Aku yang tau pun melarang pak Herman menyiapkan makanan dengan alasan tidak nafsu makan..
Pak Herman yang dari awal punya loyalitas tinggi kepada David pun tak begitu menghiraukan perintahku dan berucap.
"Maaf nyonya dari siang nyonya belum makan, jadi biarkan art menyiapkan makanan,karena kesehatan nyonya adalah tanggung jawab kami,
bukannya saya memnangkang namun saya hanya menjalankan sesuai apa yang sudah menjadi pekerjaan saya,dan sesuai perintah tuan David,
jadi saya harap nyonya bisa mengerti."begitulah penjelasan pak Herman.
"Terserah kalian saja"jawabku dengan datar dan kembali kekamar karena bukan lapar yg ada di otak ku melainkan David yang tak kunjung pulang yang membuat sesak dadaku.
Untuk menenangkan pikiraku,aku pun memutuskan untuk mandi sambil menunggu sopir yang mencari David pulang dan berharap menemukan David dalam keadaan baik baik saja.
Tak lama setelah aku mandi art datang dengan beberapa makanan yangg di siapkan di meja kamar.
***********
Di sisi lain menunjukan David juga terbangun dari lamunan panjangnya,puas menyendiri David memutuskan untuk pergi dan melajukan mobilnya dan memutusakn untuk check in di salah satu hotel mewah di kota itu untuk membersihkan diri dan bermalam di situ.
Aku yg lelah menunggu pun memutuskan untuk makan sendirian,walaupun sebenarnya didak nafsu makan sama sekali,namun aku harus tetap punya tenaga untuk menunggu David,saat makan pun tak terasa air mataku meleleh kembali.
Usai makan aku memutuskan untuk tidur sambil berdoa dan berharap David sudah ada di sampingnya saat membuka mata besok
Pagi tiba dan menyibakkan sinarnya,tak terasa waktu menunjukan pukul sembilan,aku pun membuka mata ku perlahan namun tidak menemukan David disampingku,dengan malas aku beranjak ke kamar mandi,lalu mengguyur tubuhku dengan air hangat, aku hanya diam di bawah guyuran air,tak terasa aku mencairkan air mata di antara air yang membasahi wajah serta tubuh ku.
Rasa ini sungguh menyiksa ku.
Usai mandi aku pun turun ke bawah,dan betapa kagetnya diri ku,bukan David Bryan yang ada di hadapan ku melainkan David Reno yang sudah berdiri di ruang tamu.
"Mas David" batin ku dengan heran dan bingung kanapa mas David ke sini.
David Reno melihat wajah ku yang pucat dengan mata yang sebam seperti habis menangis semalaman pun bertanya tanya,"apa yg sedang terjadi pada mu Put???apa David Bryan menyakitimu???"Batin David Reno.
Belum sempat keduanya saling bertanya Raka muncul dari balik pintu.
Raka pun kaget melihat David Reno ada di rumah David bryan.
"David...?
Kalian...?"
Ucap Raka penuh tanda tanya besar.
"Mas Raka...?"
Ucap Puput....
Kami bertiga saling memandang penuh tanda tanya besar....
...........
__ADS_1