
Saat membuka pintu,David menelan slavinanya bagaimana tidak dia melihat pemandangan yang menyegarkan matanya,dimana dres yang aku kenakan naik sehingga memamerkan indahnya jenjang pahaku.
"Shit...lagi lagi dia membangunkan hasratku,tubuhnya sungguh menjadi candu buatku,"David mengusap kasar rambutnya berusaha menjernihkan pikiran.
David memilih untuk keluar daripada mendekatiku akan semakin membuatnya tersiksa menahan hasratnya.
David menutup pintu agak pelan supaya tidak mengganggu tidurku,
saat baru melangkahkan kaki,David melihat Laura di meja kerjanya mengambil berkas berkas yang dia tinggalkan tadi,David melangkahkan kakinya mendekati Laura,
"Maaf pak,tadi meninggalkan berkas berkasnya"kata Laura dengan formal
"Iya"kata David singkat padat dan jelas
Saat David membalikkan tubuhnya tiba tiba Laura memeluknya dari belakang,"aku sangat mencintaimu David,ketika kamu di Indonesia aku sangat merindukanmu,"
David mencoba melepaskan pelukan Laura,namun Laura semakin memeluknya dengan erat.
"Tuan..."
Aku yang sudah bangun tidur,berniat keluar untuk melihat David apa pekerjaannya sudah selasai apa belum,namun saat melangkahkan kaki keluar dari ruangan pribadinya aku sangat terkeju.
Kini aku terpaku melihat pemandangan indah di depanku,melihatnya di peluk wanita lain, tak ada kata kata yang bisa aku ucapkan,mulutku seakan terkunci,hanya air mata yang menggambarkan sakitnya aku sekarang.
David dengan kasar melepas pelukan Laura,namun Laura bersikeras untuk tidak melepaskan pelukannya.
"Apa kamu ingin aku mematahkan tanganmu terlebih dahulu agar kamu mau melepaskan pelukanmu?"David yang kesal mengeluarkab suara kerasnya yang sontak membuat Laura melepaskan pelukannya.
David tidak memperdulikan Laura,dia berjalan ke arahku dan segera memelukku,
melihat David memelukku membuat Laura cemburu lalu pergi meninggalkan ruangan David.
"Maafkan aku,ini
tidak seperti yang kamu kira"David mencoba menjelaskan namun ntah mengapa aku malas mendengarkannya,
"Aku ingin pulang ke Indonesia"kataku tanpa ada ekspresi apa pun di wajahku
"Tunggu beberapa hari lagi,setelah urusan di sini kelar ayo kita balik ke Indonesia"David pun menangkupkan tangannya ke wajahku berharap aku mau di ajak negosiasi.
"Baiklah baiklah,ayo kita pulang aku sudah sangat lapar"Aku pun berjalan hendak keluar ruangan.
Saat hendak membuka pintu,tiba tiba pintu terbuka sehingga pintu mengenai tubuhku
"Auwww....."pekikku sambil mengelus dahiku yang kejeduk pintu.
Chris pun muncul dari balik pintu,niatnya ke ruangan David untuk mengambil sesuatu yang tertinggal di meja kerja David.
__ADS_1
"Maaf Put,maaf aku tidak tahu kalau kamu mau keluar,"Chris pun mengelus elus dahiku,merasa bersalah atas sakit yang aku rasakan saat ini.
David merasa geram karena Chris menyentuh dahiku,
"Jangan menyentuhnya Chris,,"kata kata David sungguh menggelegar membuat aku dan Chris ketakutan,apalagi dia kini mengganti tatapan normal menjadi tatapan mematikan lalu berjalan ke arah kami.
"Calm down boz,aku hanya membantu PuPut,"Chris mencoba mencairkan suasana namun tatapan David semakin tajam,
"Baiklah baiklah aku akan pergi sebelum kamu berubah menjadi HULK dan mematahkan tulang tulangku,"Chris pun bergegas menghampiri meja kerja David mengambil barangnya yang tertinggal lalu melangkahkan kaki melewati kami dan menutup pintu kembali.
Kini tangan Chris digantikan oleh David,
"Lain kali jangan biarkan lelaki lain menyentuhmu"David sangat tidak suka jika miliknya di sentuh orang lain.
"Lain kali kamu pun juga,jangan biarkan wanita lain menyentuhmu karena kamu sekarang adalah milikku." kata kataku adalah sebuah sindiran untuk David yang tadi tertangkap basah berpelukan yang lebih tepatnya Laura lah yang memeluknya
"Syukurin mang enak tak balik,"batinku dengan menyimpan senyuman girang disana,walaupun wajahku masih menunjukan wajah sakit mix wajah kesal,
David menggandengku keluar ruangan,sepanjang jalan kami hanya diam,kami kalut dengan pikiran masing masing dan kini
kami sudah di dalam mobil,David mendekatkan wajahnya di wajahku, aku pun memejamkan mataku dan Ceklek,tanda savebelt sudah terpasang,
aku yang tadi memejamkan mata pun membuka kembali mataku.
"Sepertinya kamu sangat kecewa sayang"Senyuman David terukir di bibirnya.
"Duh malunya kukira dia akan menciumku,fine.... Kamu bisa menertawakanku sekarang,aku tahu jika di hatimu bersorak menertawai diriku."batinku lalu menatap David sinis.
David melajukan mobilnya dengan kecepatan lumayan tinggi,dia ingin segera sampai dirumah
"Tinnnn...tinnnn"tanda bahwa mobil sudah sampai dirumah,para penjaga pun membukakan pagar,
kini mobil sudah terparkir rapi di parkiran,
aku yang masih mode merajuk hanya diam mengekor David,
Saat masuk rumah,kami disuguhi dengan pemandangan yang sangat indah,
Elizabeth dan David Reno bermesraan di ruang tamu.
"Halo"..sapaku dan aku langsung pergi ke kamar.
"Dia kenapa?"tanya Elizabeth pada David karena merasa heran pada sikapku yang cuek.
"Mungkin dia capek,ya sudah kalian lanjutkan mesra mesraannya,aku menyusul Puput dulu"pamit David dan langsung menyusulku.
Aku yang sudah sampai di kamar terlebih dulu pun membuang tas dan sepatu ku ke sembarang tempat lalu ke kamar mandi tak lupa aku mengunci pintu kamar mandi supaya David tidak nyelonong masuk.
__ADS_1
"Hari ini hari yang menyebalkan,kenapa kalian para lelaki sangat sangat menyebalkan"gerutuku lalu memasukan tubuhku ke dalam bathup.
David pun menghela nafas panjang,heran akan kelakuanku,
"kenapa tas dan sepatu tidak ditaruh pada tempatnya"gumam David sambil memunguti tas dan sepatuku dan menaruh pada tempatnya.
David pun merebahkan tubuhnya di tempat tidur,memijat pelipisnya dan langsung ke alam mimpi.
Aku yang selesai mandi kaget karena David sudah tidur di kasur,
"Ku pikir dia menemani Elizabet dan David Reno"batinku.
Aku menuju lemari untuk mengambil baju ganti.
Setelah memakai baju,aku pun ikut rebahan di sampingnya sambil memainkan ponselku.
Bosan dengan ponselku aku pun membalikan badanku dengan tangan kananku sebagai penyangga kepala.
"Asal kamu tau,aku tidak suka kalau sekertaris centil itu mendekatimu,
ingin ku sobek sobek saja,awas saja kalau dia mendekatimu lagi."
Aku terus saja mengoceh meluapkan kekesalanku,karena aku mengoceh cukup keras akhirnya membuat Bryan bangun namun dia pura pura tidur.
Lelah mengoceh,aku pun mendekatkan bibirku pada bibirnya.
"Tanpa aba aba aku mengecupnya,
awalnya hanya ingin mencium sekilas namun berubah menjadi panas karena pemilik bibir yang ku kecup memperdalam kecupanku.
Setelah lama berpaut,dia pun melepaskanku.
"Jadi begini kelakuanmu saat aku tidur"goda David.
Aku yang malu dan tak enak pun menundukan kepala.
"Bodoh...."gerutuku.
David yang mendengar gerutuanku pun bertanya
"Siapa yang bodoh"dengan tatapannya yang bisa membunuhku.
"Aku yang bodoh tuan"jawabku.
David Pun tersenyum,
lalu dia pun menindihiku tanpa aba aba,aku yang tidak siap pun terkejut dan pasrah.
__ADS_1