
Pak Herman tidak sengaja mendengarkan pembicaraan ibu dan ayah,
"Jadi semalam nyonya muda hanya pura pura???"batin pak Herman dengan wajah yang sedikit kesal karena bagaimanapun juga karena ulahnya membuat banyak orang sedikit susah.
Ibu yang gugup saat melihat pak Herman pun berdiri dan menghampirinya.
"Maaa aaf kan aaank saya pak!"ucap ibu terbata,
Pak Herman sedikit tersenyum kecut lalu bilang
"Tidak apa apa nyonya,tugas saya melayani Tuan muda David dan nyonya muda Puput"
"Saya tau pak,anak saya memang keterlaluan,namun saya mohon jangan di adukan ke David,takutnya dia akan sangat marah"ucap ibu memohon.
"Tidak perlu khawatir nyonya,saya cukup tau dampaknya kalau sampai saya mengadu,jadi nyonya jangan khawatir"ucap pak Herman lalu membungkuk dan undur diri untuk kembali ke pekerjaannya.
Ibu pun menghela nafas panjang sambil mengelus dadanya.
"Syukur lah pak Herman tidak mengadukan ke David"kata ayah.
"Iya yah,untung saja"timpal ibu lalu duduk kembali ke tempat duduknya semula.
Saat asik mengobrol,art pun datang memberitahu kalau sarapan sudah siap.
Ayah dan ibu pun menuju ruang makan,begitu pula dengan Bunga.
"Mba Puput belum turun bu??"tanya Bunga clingukan.
"Belum,mungkin sebentar lagi"kata ibu lalu duduk di meja makan.
Dikamar aku masih sibuk dengan hijabku,saat David keluar dari kamar mandi,dia pun melongo melihat penampilanku,
"kamu cantik sekali saat memakai hijab,"puji David dan langsung saja memelukku dari belakang.
"Dasarnya mang cantik sayang,jadi pakai apa saja pasti cantik"kekehku
"lebih cantik lagi kalau tidak pakai apa apa"goda David lalu melepaskan pelukannya karena hendak memakai baju.
Aku pun menatapnya lalu bilang"mesum,"
Setelah selesai,kami pun turun untuk sarapan,
Semua mata tertuju padaku,bahkan Bunga sampai melongo,
"Kamu cantik sekali"puji ayah.
"Aahhh ayah bisa saja"aku pun malu mendengar pujian ayah
Bunga yang dari tadi menunggu pun menggerutu
"Kok baru turun sih mba,sudah lapar ni..."Kata Bunga sedikit kesal.
"Kok gak sarapan dulu sich,"ucapku lalu menarim kursi dan duduk.
__ADS_1
"Kan nyonya muda belum turun,masa iya kita sarapan dulu"ketus ibu karena masih kesal denganku.
Aku pun hanya geleng geleng kepala,lalu mengambilkan makanan untuk David.
"Tirta mana bu,kok dari kemarin tidak kelihatan"tanyaku heran karena dari kemarin aku tidak melihat batang hidungnya.
"Entah Fajar membawanya kemana,apa dia lupa kalau hari ini calon kakaknya hendak mualaf"ketus ibu sambil memijat pelipisnya.
"Kelihatannya ibu kamu sedikit stres Put,apalagi karena kejadian semalam"sindir ayah.
Aku yang malu pun menundukan kepala,
Seusai sarapan kami bersiap untuk ke masjid,
"Bentar ya ibu tak ganti baju dulu"celetuk ibu lalu menuju kamarnya.
Begitu pula dengan Bunga yang kembali kekamar untuk mengambil hijabnya.
********
Dua ingin mobil sampai di pelataran masjid,disana sudah banyak mobil mewah berjejer,selain Raka dan Chris para petinggi perusahaan pun ikut menyaksikan boz mereka menjadi mualaf.
Didalam masjid sudah berkumpul banyak orang yang hendak menyaksikan David mualaf,
Tak lupa ada penerjemah yang akan menerjemahkan obrolan David nanti.
Kami pun masuk masjid,mata ibu ibu langsung tertuju ke David,bahkan sampai ada yang melongo melihat ketampanan David,David yang di dampingi mas Raka dan ayah pun duduk di berhadapan dengan pak ustad.
Tanya pak Ustad.
"Bisaaa"teriakan dari banyak orang di dalam masjid.
"السلام عليكم ورحمة الله وبركاته"
Pak ustad memberi salam"
"وعليكم السلام ورحمة الله وبركاتوه
semua orang pun menjawab salam pak Ustad,
begitu pula dengan David
"Pak David,Saya akan mengulang tiga garis besar ataspertanyaan semalam,supaya mereka bisa jadi saksi keseriusan bapak dalam memeluk islam.
Baiklah pertanyaan pertama:
Apakah ada yang memaksa anda untuk masuk islam??"tanya pak Ustad dengan serius
"Tidak ada yang memaksa saya pak Ustad,semua murni dari hati saya,bahkan di Amerika saya belajar tentang islam,namun belum mendapatkan hidayah untuk memeluknya."Jawab David yang membuat orang orang sedikit melongo.
"Pertanyaan ke dua:
Apakah pak David apa masih memiliki orang tua dan saudara???"tanya pak Ustad lagi
__ADS_1
"Orang tua saya masih lengkap dan saya juga mempunyai seorang adik"jawab David
"Apakah orang tua pak David tau perihal mualafnya bapak?timpal pak Ustad
"Tau pak Ustad dan mereka juga sudah setuju kalau saya memeluk islam,"jawab David.
"Bagaimana kalau suatu saat mereka menyuruh pak David untuk kembali ke keyakinan yang lama,apakah pak David bersedia??"
"Sebisa mungkin saya akan selalu mempertahankan keyakinan saya pak ustad,Saya akan menolak dengan halus keinginan orang tua saya,tentunya saya tetap menjalankan kewajiban saya sebagai seorang anak,dan tetap memghormati serta menghargai orang tua saya walaupun kami berbeda keyakinan""jawab David dengan mantab
Semua orang di masjid pun bertepuk tangan,salut dengan jawaban David yang menurut meraka is amazing.
"Ini pertanyaan terakir,sebagai muslim kita wajib melaksanakan rukun islam seperti sholat,puasa,zakat dan haji,apakah bapak siap mempelajari islam atau mungkin sudah melaksanakan salah satunya???
"Saya siap pak ustad untukmempelajari semua tentang islam,untuk saat ini masih belum pak ustad,"jawab David dengan sedikit terkekeh
"Alhamdulillah,bertambah satu saudara kita,ssemoga beliau amanah"imbuh pak ustad
Semua orang pun barengan mengucap" "alhamdulillah".
Setelah itu pak ustad menuntun David untuk membaca dua kalimat syahadat,
Dengan lancar dan fasih David mengikuti kalimat syahadat dari pak Ustad.
Aku pun mengucap syukur,akhirnya David mualaf juga,
Setelah itu pak Ustad pun membimbing David membaca ayat ayat Alquran,
Setelah acara selesai,kami pun mengobrol dengan pak ustad,banyak yang aku tanyakan pada pak Ustad terkait mualaf dan juga terkait agama.
"Ibu ajari terus calon suaminya,bimbing dia terus,ajari sholat,puasa,baca alquran dan lainnya,tunjukan padanya bahwa islam itu indah jangan sampai dia beranggapan negatif tentang islam."pesan pak Ustad padaku
"Tentu pak Ustad,saya akan selalu membimbing serta mengajarinya"kataku sambil tersenyum.
Para petinggi perusahaan pun berpamitan,mereka ingin berangkat ke kantor,karena tadi mereka berangkat dari rumah masing masing dan janjian di masjid ini.
"Congrat sir"ucapan dari salah satu petinggi perusahaan.
"Thanks so much"kata David singkat,
David pun mengantongi banyak ucapan terima kasih,
Saat pamit,Raka pun memberikan sumbangan ke masjid dengan nominal yang fantastis,sehingga pak ustad sedikit tercengang.
"Terima kasih pak Raka,semoga Rejeki pak Raka dan pak David semakin banyak dan berkah,amin"pak Ustad pun menjabat tangan Raka.
"Iya sama sama,semoga bermanfaat ya pak Ustad"Ucap Raka dan melepas jabatan tangan pas ustad.
Saat hendak keluar Raka pun kembali lagi ke dalam,dan berbisik pada pak Ustad yang masih berdiri
Pak ustad pun terkekeh mendengar bisikan Raka.........
......
__ADS_1