Suami Bule Ku

Suami Bule Ku
Obrolan ringan di meja makan


__ADS_3

Hari silih berganti...


Cahaya jingga sudah nampak di ufuk timur,tanda kalau sang mentari hendak keluar dari persembunyiannya.


Sayup sayup pun terdengar suara adzan,


aneh....itulah yang ada dalam pikiranku yang setengah masih tertinggal di dunia mimpi,pasalnya selama tinggal di sini tidak pernah sekalipun mendengar suara Adzan.


Apa ini hidayah dari yang Maha Kuasa???


entahlah.


Perlahan aku membuka mataku,mengumpulkan sisa sisa nyawa yang baru saja kembali dari dunia mimpi,kurasakan berat,ya...tentu tangan David Bryan yang mengungkungku dari belakang.


Dengan sangat hati hati aku memindahkan tangan kekar David Bryan,


setelah itu aku melihat benda kecil yang menunjukan waktu.


"Ternyata jam empat pagi"lirihku dengan membangkitkan tubuhku dari kasur.


Aku pun turun dari ranjang dan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.


Setelahnya bersolek lalu turun ke bawah.


Di dapur art sudah pada siap dengan job masing masing.


"Nyonya muda kok sudah bangun???"tanya salah satu art yang usianya kira kira lima puluhan.


"Iya bik,aku mau masak buat Suami tercinta dan juga para tamu kami."jawabku sambil tersenyum.


Aku pun membuka kulkas empat pintu mencari bahan bahan yang aku butuhkan.


"Nyonya mau masak apa???biar kami saja yang masak,takut kalau tuan marah karena membiarkan nyonya masak sendiri."ucap salah satu art yang lain.


"Sudah kalian tenang saja,tuan David tidak akan marah.


Ini rencananya aku mau masak ayam geprek,orek tempe,oseng kangkung dan juga rendang."kataku dengan mengeluarkan bahan yang di perlukan.


"Oh ya,kalian bantu ngupas ngupas dan cuci daging ya???,oh ya lupa aku juga mau bikin sup ikan"imbuhku lalu mengambil clemek dan memakainya.


Satu persatu masakan sudah matang,


Didalam kamar David mulai kembali dari alam mimpi.


Masih dengan mata terpejam,tangannya berkelana mencari cari keberadaanku.


Karena tak menemukanku,David pun membuka matanya lalu bangkit dan menurunkan kakinya.


"Jam berapa ini,kenapa dia sudah tidak di tempatnya"gumam David lalu mengambil air dan meminumnya.


Setelah itu David ke kamar mandi untuk membersihkan diri,


Tak butuh waktu lama untuk menuntaskan ritual mandinya.


"Kenapa dia tidak menyiapkan baju kerjaku??"gerutu David sambil memilih pakaian kerjanya.


Setelah siap dengan baju kerjanya,David pun turun untuk mencariku.


Saat asik menata makanan di meja makan,tangan kekar menyusup masuk dan memelukku dari belakang.


"Morning istriku terlove,,"sapa David dengan meletakan kepalanya di pundakku.

__ADS_1


"Morning sayang..."kataku sambil tersenyum lalu membalikan badan.


Netraku yang melihatnya berpakaian formal pun kaget.


"Kamu kekantor sayang???"tanyaku dengan menyuguhkan ekspresi heran.


"Iya,"jawabnya singkat.


"Maafkan istrimu ini sayang,karena tidak menyiapkan pakaianmu"kataku menyesal dengan tangan yang sibuk membenahi dasi yang di pakai David.


"Terimalah sanksimu nanti malam"bisik David.


Seketika aku lemas,


"Apakah sanksiku harus melayanimu di ranjang???"ucapku dengan mengalungkan kedua tanganku di leher David.


Raka dan Chris yang mendengar percakapan kami menimpali.


"of course"


Aku dan David menoleh,


"Kamu ini Chris,apanya yang of course???"tanyaku pura pura tidak tahu.


"Kamu harus melayani David Bryan memangnya apa lagi???"jawab Chris yang lalu menarik kursi yang diikuti Raka.


"Lagian kalian ini,dimana selalu mesra mesraan,memangnya tidak malu dengan para art"Raka pun ikut menimpali.


"Bilang saja kalau mas Raka dan Chris iri,


karena tidak memiliki pasangan,iya kan???"ucapku dengan menekankan kalimat terakhirku.


"Buat apa iri"kata Chris dan Raka barengan lalu memandangku.


"Kamu masak apa sayang"tanya David dengan memandang makanan yang tersaji di meja makan.


"Ini oseng kangkung,ini orek tempe,ini sup ikan,ini ayam geprek,ini..."belum sempat melanjutkan kata kataku David Bryan menyela.


"Tunggu,inikan makanan yang pernah kamu berikan dulu saat di kantor???"tanya David sambil menunjuk ayam geprek.


Memorinya pun kembali disaat aku dengan sengaja memberikan ayam geprek supaya dia sakit perut.


"Iya sayang"jawabku dengan menunduk.


"Kamu jangan macam macam Put,suamimu tidak suka pedas,asal kamu tahu,dulu aku yang direpotkan gara gara kamu memberinya makanan ini"kata Chris dengan menggerutu pasalnya saat itu dia yang repot.


"Maafkan aku,itu semua karena aku kesal dengannya,jadi aku kerjai saja"kataku lalu menutup mulutku.


"Jadi kamu sengaja mengerjaiku saat itu???"tanya David penuh penekanan.


Aku pun takut,


"mati aku,"gumamku yang terdengar oleh Raka.


"Tenang dia tidak akan membunuhmu"Raka pun menyaut.


Aku pun meringis lalu memberanikan diri memandang David Bryan yang daritadi sudah memandangku.


"Peace sayang"kataku lalu mengangkat kedua jari ku.


David yang pura pura kesal mengerjaiku balik.

__ADS_1


"Jadi terima dua sanksimu nanti malam,dan juga malam malam berikutnya,kamu harus membayarnya"kata David yang membuat aku merinding.


"Duh....nyesel aku masak ayam geprek,jadi luka lama terbuka deh"gerutuku.


Raka yang mendengar hanya tertawa.


Lalu aku pun mendekatkan piring yang berisi rendang ke Chris.


"Ini rendang Chris,makanan yang kamu sukai saat dirumahku tempo hari."kamu mencoba mengalihkan pembicaraan.


Wajah Chris pun berbinar melihat rendang dihadapannya.


lalu aku mengisi piring ketiga lelaki tampan ini dengan rendang.


"Kalian coba ya,dan jangan lupa memakan menu lainnya juga"kataku dengan mengambilkan nasi dan menaruhnya di piring David Bryan.


"Mana David Reno dan juga Elizabeth,mengapa mereka belum turun???"tanya David Bryan.


"Kami yang tidak tau hanya mengangkat bahu kami barengan.


Disusul celetukan Chris


"Mungkin mereka menyicil keponakan buat kalian"


David Reno dan Elizabeth yang berada di tangga bagian bawah pun mendengar celetukan Chris.


"Kami mendengarnya Chris,"sahut David Reno.


"Memang benar kan???"timpal Chris.


David Reno dan Elizabeth menuju meja makan lalu menarik kursi dan duduk.


Netra Elizabeth berbinar melihat masakan yang tersaji di meja.


"Wah kelihatannya enak ni makananya."puji Elizabeth.


"Enak lah kan kaka iparmu yang memasak sendiri,sampai sampai lupa tidak melayaniku"gerutu David.


"Sudahlah sayang,kan kamu juga sudah memberi sanksi padaku"Kataku yang membuat David Bryan tersenyum.


"Sanksi apa memangnya?"tanya Elizabeth menggoda.


"Apalagi kalau bukan hukuman di ranjang,pasti besok tubuhku akan remuk,apalagi badan kakakmu segede ini"kataku lalu menutup melutku dengan kedua tangaku.


Mereka semua pun tertawa mendengar ocehanku,termasuk David Reno walaupun sedikit paksaan dia pun ikut tertawa.


"Sudah sudah kalau bicara terus kapan makannya"ucap Raka lalu memasukan makanan ke mulutnya.


Saat asik dengan sarapan kami,David Reno pun mengeluarkan suara


"Masakan kamu enak banget Put,"


Kami pun menoleh ke arahnya.


"Ada apa???kan memang benar masakan Puput enak banget."ucap David reno yang tak terima semua memandangnya sinis.


"Wah....Kamu terlalu memuji mas ntar kepalaku segede balon lo"kataku sambil tersenyum.


"Masakan Elizabeth juga tak kalah dari masakan Puput,"David Bryan ikut menimpali.


"Kalau itu tidak usah di ragukan lagi Bryan,masakan calon istriku tetap yang terenak"kata David Reno yang membuat Elizabeth tersenyum dengan bilang

__ADS_1


"Thanks baby".


__ADS_2