Suami Bule Ku

Suami Bule Ku
Kembali ke kota besar.


__ADS_3

"Kamu kenapa sayang???"tanya David Bryan dengan raut muka khawatir.


Semua yang mendengar perkataan David Bryan ikut panik,


melihat mereka panik aku pun tidak enak.


"Aku tidak apa apa,perutku kaku saja kebanyakan tertawa"kataku lalu aku memandang mereka semua dengan tersenyum.


"Kamu yakin tidak apa apa"ujar Raka yang masih dengan wajah khawatirnya.


"Benar mas,aku tidak apa apa"kataku lalu aku berdiri berputar membuktikan kalau aku memang tidak apa apa.


"Syukurlah kalau tidak apa apa,bearti cuma salah paham saja"timpal David Reno.


"Kau ini Bryan mengagetkan kami saja"gerutu Chris.


"Mana aku tahu,la tadi Puput memegang perutnya,wajar kalau aku khawatir"kata David Bryan membela diri.


"Sudah sudah,yang penting Puput tidak apa apa"timpal Elizabeth.


Aku pun duduk kembali,


Lalu Ibu dan Bunga muncul dari dalam,


"Kenapa tidak pulang besok saja,"tanya ibu lalu duduk samping Raka.


"Besok kami harus bekerja bu,perusahaan beberapa hari kami tinggal"jawab Raka dengan memandang ibu.


Dan Ibu pun mengangguk.


"Kamu juga ikut balik hari ini David???tanya ibu.


"David siapa ni bu,ada dua David disini"sela Raka.


"Oh....Iya,David Reno maksud ibu"ibu pun terkekeh.


David Reno menjawab pertanyaan ibu dengan tersenyum


"Iya bu,saya ikut balik bersama mereka."


"Padahal ibu masih kangen lo nak David lama kita tidak berjumpa."ucap ibu dengan raut muka sedih.


"Sudah bu,jangan sedih nanti David janji akan sering sering berkunjung,"David Reno mencoba menenangkan ibu.


"Janji ya,jangan bohong sama orang tua"kata ibu lega.


"Iya bu janji"kata David Reno dengan tersenyum.


Hari pun semakin sore,kami bersiap siap untuk kembali ke kota besar.


Semua barang sudah dipersiapkan.


Kini ibu,ayah serta adik adikku berkumpul depan rumah.


"Sebelum pada pulang selfie dulu dong"kata Bunga yang membuat semua tersenyum.


"Ayo bunga,"Raka pun menghampiri Bunga lalu merangkulnya,diikuti oleh kami.


Cekrek....Cekrek.


Beberapa foto pun di ambil.


"Wah....Bagus banget,share ah...!!!"celetuk Bunga.


"Sekarang ibu dong"kata ibu lalu kami melakukan formasi lagi.

__ADS_1


Ayah hanya geleng geleng kepala melihat keganjenan ibu.


"Makasih banyak ya,anak anak ibu semua cakep dan cantik,ibu bangga punya anak anak seperti kalian."ucap ibu penuh haru.


"Kami juga bu,terima kasih sudah menganggap kami sebagai anak sendiri"saut Raka lalu memeluk ibu.


Suasana pun menjadi haru.


Ibu pun memeluk kami semua,begitu juga dengan ayah serta adik adikku.


"Fajar kamu juga ikut ke kota besar???"tanyaku pada Fajar.


"Iya mba,kan Fajar masih magang."jawab Fajar lalu memasukan koper dalam mobilnya.


"Ibu,ayah,Tirta dan Bunga kami pulang dulu ya!!!"aku pun mencium punggung tangan ayah dan ibuku diikuti David Bryan dkk.


"Hati hati ya,jangan pada ngebut bawa mobilnya"pesan ibu pada kami semua.


"Iya bu,"jawab mas Raka dan mas David Reno barengan.


"Kita seperti paduan suara"kekeh Raka.


Sedangkan David Reno membalas kekehan Raka dengan memukul bahu Raka.


Semua pun sudah naik mobil masing masing.


Mobil pun mulai melaju pelan lalu hilang dibelokan.


Iringan luxury car kami pun menjadi pusat perhatian warga sekitar lingkunganku.


Bahkan ada juga yang sampai keluar rumah untuk melihat.


Setelah mobil sudah di jalan raya yang besar kecepatan pun di tambah.


Obrolan serius pun terjadi dalam mobil berlambang kuda jingkrak warna merah.


"Bukan hanya denganku namun dengan semua juga,"ujar David Reno dengan pandangan masih fokus ke depan.


Elizabeth pun diam dengan pandangan mengarah ke luar jendela.


Melihat Elizabeth terdiam David Reno pun melirik lalu memegang tangan Elizabeth.


"Apa yang kamu pikirkan???"tanya David Reno.


"Tidak ada David,aku cuma berfikir kira kira negara Eropa mana yang ingin aku kunjungi"Elizabeth menjawab pertanyaan Reno dengan berbohong.


David Reno hanya tersenyum lalu berkata


"Yakin memikirkan hal itu???"goda David Reno.


Elizabeth yang kesal pun memberikan bogeman pada bahu David dan menggerutu


"Kamu menyebalkan"


"Cie,cie ngambek"David Reno semakin menggoda Elizabeth.


"Iiiiiiihhhhh David"teriak Elizabeth dengan memalingkan wajahnya.


"Daripada melihat luar jendela lebih baik melihati wajah calon suami mu yang tampan ini"seloroh David Reno.


"Siapa bilang kamu tampan"timpal Elizabeth.


"Seluruh dunia juga tahu kalau aku tampan,bahkan kakakmu David Bryan kalah dengan ketampananku."ucap David Reno percaya diri.


"Up to you lah David"Elizabeth pun pasrah.

__ADS_1


"Sayang bagaimana kalau kita pergi ke Yunani"kata David yang membuat Elizabeth mengubah pandangannya.


"Aku juga ingin kesana sayang,terakhir kali aku mengunjungi Yunani tiga tahun yang lalu"ucap Elizabeth dengan wajah gembira.


"Kita bisa mengunjungi santorini,pulau Kreta,Lindos,Acropolis Athena dan lain lain."timpal David Reno.


Elizabeth pun tersenyum,lalu mencium pipi David Reno


"Thanks sayang,i love you"


David Reno juga tersenyum dan berucap


"I love you too"


David Reno kembali fokus menyetir sedangkan Elizabeth kembali ke lamunannya.


********


Disisi lain dalam mobil berlambang kuda jingkrak warna kuning juga terjadi obrolan.


"Setelah ini apa rencanamu Raka???"tanya Chris dengan posisi memegang kemudi.


"Rencana apa???"tanya Raka balik.


Chris pun melebarkan bibirnya dan melirik sahabatnya yang sedang memainkan ponselnya.


"Kan Puput sudah menikah,apa kamu tidak mencari penggantinya???"penjelasan Chris yang membuat Raka kaget.


"Ntah lah Chris aku masih belum kepikiran,lalu bagaimana dengan dirimu???"tanya Raka.


"Aku juga belum kepikiran kearah sana,lagipula aku masih suka bermain main,menurutku jatuh cinta itu ribet."kekeh Chris.


"Kalau kamu sudah merasakan jatuh cinta pasti akan bahagia"timpal Raka.


"Kalau sepertimu bukan bahagia namun menderita"Chris pun tertawa lepas


Raka yang geram meninju bahu Chris.


Chris pun meringis,"brengsek kau Raka,"


"Siapa suruh menertawakanku"ucap Raka dengan kekehannya.


Mereka pun tertawa.


*******


Di dalam mobil camper van premium juga terjadi obrolan.


"Sayang,setelah aku pikir pikir apa tidak sebaiknya bulan madu kita setelah acara resepsi,"kataku memecah keheningan karena daritadi David sibuk dengan smartphone nya.


"Benar juga,aku terserah kamu sayang,"ucap David dengan pandangan yang tak beralih dari smartphone nya.


"Kalau bulan depan kandunganku memasuki trimester kedua jadi lebih aman saat naik pesawat."timpalku.


"Benar juga sayang,terserah kamu saja"David menjawab dengan jawaban yang sama.


Aku pun kesal karena David tidak memperhatikan kata kataku,dan menjawab dengan kata yang sama.


Aku mengarahkan pandanganku ke luar jendela,David yang masih sibuk dengan smartphone nya hanya melirikku dan berkata


"Maaf sayang,aku harus mengecek laporan beberapa perusahaan,"


Aku yang masih kesal pun menjawab


"Benar juga sayang,semua terserah kamu saja."

__ADS_1


David pun melirikku lalu meletakan smartphone nya.


__ADS_2