
Kata kata ibu sungguh membuat sesak dadaku,
aku tak pernah menyangka ibu mempunyai pikiran seperti itu
"Apakah setelah menikah dengan David,kamu akan meninggalkan ibu nak,apakah kamu akan hidup di negaranya"
Kata kata ibu masih bermain di kepalaku,aku tidak pernah berfikir untuk tinggal di Amerika,aku tidak mau jauh dari keluargaku.
Aku duduk di sofa,sambil memikirkan kata kata ibu barusan,dan tidak sadar kalau David berdiri memandangiku,
"Aaaa...pusing aku"aku pun berteriak sambil mengusap rambutku kasar.
David langsung memelukku,"hey..kamu kenapa???"
"Biarkan tetap seperti ini,tubuh dan aromamu adalah penawar saat aku sedih,"aku pun melarang David untuk melepaskan pelukannya,
"Eh sayang kamu kok kembali lagi ke kamar"tanyaku membuyarkan lamunannya dan aku juga melepas pelukannya.
"Ponsel aku tertinggal,"
ucapnya sambil mencubit pipiku
"Auwwww...kok di cubit sih"gerutuku
"Antara perkataan dan perbuatan tidak singkron,menyuruhku untuk tidak melepaskan pelukan tapi kamu sendiri melepaskannya dengan pertanyaan yang tidak penting."kata David dengan mode kesalnya.
"Maaf honey,masa kita pelukan terus,"ucapku dengan terkekeh.
David pun mengambil ponselnya dan kembali ke ruang kerjanya,sebelum kembali dia berkata padaku"kamu berhutang penjelasan sayang,setelah bekerja akan aku tagih"lalu menutup pintu.
"Si bule kepo"ucapku sambil cekikikan sendiri.
Sedangkan di ruang kerjanya David pun menelpon Raka untuk mengatur ulang jadwal mualaf dengan pak Ustad.
Seusai melakukan panggilan pada Raka David pun menelpon Elizabeth
Tut...tut...tut...
Tersambung namun belum di terima oleh Elizabeth.
Dengan menggerutu David mencoba menghubungi kembali
Elizabeth:" Hallo brother,ada apa?tumben menelpon,
David :"Hallo my beloved sister,aku ingin memberitahumu kalau sebetar lagi aku akan mualaf,
Elizabeth:when?sebelumnya Crish juga memberitahuku,apa kamu yakin,akan beralih keyakinan,
David:"Yakin 100%,aku sangat mencintai Puput lagipula aku dari dulu ingin belajar Islam
Elizabeth:"Bagaimana dengan orang tua kita,mereka pasti tidak setuju,
David:"Setuju atau tidak setuju aku akan tetap masuk Islam,lagipula mereka juga tidak pernah peduli pada kita,
Elizabeth:"ya tetap peduli,bagaimanapun juga kita anak anak mereka
__ADS_1
David:"iya
Elizabeth:"idih..ngambek,oh ya David ada yang ingin aku bicarakan padamu terkait David Reno
David:"Apa???
Elizabeth:"Bagaimana kalau David Reno bekerja di perusahaan kita,supaya dia ada aktivitas sekaligus membantu untuk memulihkan ingatannya,bagaimana???
David:"Sebelumnya aku juga mendiskusikannya dengan Chris sekaligus Raka
Elizabeth:"Jadi kamu setuju!!!
David:"Iya,dia bisa menjadi asisten Victor,aku yakin dia bisa mengurus perusahaan dengan baik bersama Victor,sebelumnya dia juga kan seorang CEO.
Elizabeth:"Ide yang bagus,aku sangat setuju
David:"Jika David Reno mengingat semua,apakah kamu tidak takut jika dia akan mencari Puput???
Elizabeth:"Untuk apa aku takut,toh Puput kan sudah menjadi milikmu,lagipula kamu juga tidak mungkin melepas Puput,
jadi aku pikir David Reno akan pikir pikir lagi untuk merajut kasih kembali dengan Puput.
David:"Apakah kamu tidak mencintainya??
Elizabeth:"Aku sangat mencintainya,tapi aku tidak mau bucin seperti mu,hahahaha
David:"Awas kau ya,i miss you Elizabeth
Elizabeth:"i miss you too my beloved brother
Elizabeth:"Ingin sekali namun aku tidak bisa sepertimu,yang bisa seenaknya saja meninggalkan pekerjaan,banyak orang di sini yang membutuhkanku.
David:"Baiklah baiklah alasan di terima,
Elizabeth:"Oh iya,bagaimana calon keponakanku
David:"Baik baik saja,sehat dalam kandungan
Elizabeth:"Syukurlah,jaga baik baik kaka ipar dan calon keponakanku.
David:"Ya sudah aku tutup dulu panggilannya,hati hati disana,jangan lupa jaga kesehatan,
Elizabeth:"You are the best brother,i love you,
jangan lupa menghubungi orang tua kita,bagaimanapun juga kamu harus tetap memberitahu mereka.
David:"I love you too honey,pasti aku akan menghubungi mereka.
Panggilan berakhir.
Saat hendak kembali ke kursi panasnya,David melihatku berdiri di pintu..
"Eh sayang,kok berdiri di situ,sini"David pun mengkode ku untuk masuk ke ruang kerjanya.
Dengan cemberut aku duduk di sofa,dan membuang wajah,
__ADS_1
"Ada apa lagi sih sayang"David heran dengan perubahan moodku.
"Telpon siapa kok panggil honey dan bilang i love you,kamu punya simpanan ya???"Kataku agak keras dan pastinya dengan memonyongkan bibir.
Cup,,lagi lagi David menciumku,aku yang masih marah pun tidak membalas ciumannya,karena tak ada respon David melepaskannya.
"Kamu itu kenapa sih sayang"David pun heran
dan sedikit frustasi.
"Pertanyaanku belum di jawab"kataku ketus
"Aku tadi calling Elizabeth sayang,mengabari kalau aku akan mualaf,"dengan sedikit kesal karena aku cemburu buta.
"Upssss,maafkan aku sayang,"ucapku menyesal,
"Kalau ingin maaf di terima harus ngasih jatah,"goda David
"Baiklah sayang,"jawabku singkat.
Kami pun bercanda di sofa,bercerita banyak hal salah satunya tentang David Reno,
"Lalu bagaimana sayang,"tanyaku karena jiwa kepoku meronta ronta.
"Ya semoga saja dia mengingat sedikit sedikit ingatannya setelah bekerja dengan Victor."Jawab David sambil menatapku.
"Syukurlah sayang,akhirnya kamu perhatian juga dengan David Reno"mataku juga menatapnya seolah mencari tahu apakah ada ketulusan apa tidak,dan aku melihat ketulusan disana.
"Dia kan calon adik iparku,lagi pula saat aku mendengar penjelasanmu kemaren tidak ada yang perlu aku takutkan,dan juga benar kata Elizabeth David Reno harus pikir pikir dahulu untuk merebutmu dariku"tambah David yang langsung mendapat kecupan dariku
"Thanks"kata singkat yang hanya bisa aku ucapkan atas semua yang dia lakukan untukku,
"Lalu kenapa tadi saat di kamar kelihatan sedih dan sedikit frustasi"Tanya David menyelidik
"Aku memikirkan kata kata ibu,ibu takut jikalau kamu membawaku ke Amerika,ibu hanya tidak mau berpisah denganku.
David pun tersenyum mendengar penjelasanku,
"Sudah jangan terlalu di pikir,kasian anak kita,intinya aku tidak akan memisahkan mu dengan orang tua serta adik adikmu sayang,jikalau memang aku harus memboyongmu ke Amerika,aku pun akan mengajak kalian semua."Dengan wajah yang nanar David kembali memelukku.
"Terima kasih sayang,you are the best"Aku pun menenggelamkan wajah ku dalam pelukannya,
Semakin erat dan erat seolah aku tak ingin menyudahinya,
"Jadi ingin berpelukan terus,apa kamu tidak capek???"
Aku pun mencubit perutnya agak keras,
"Gitu ya di peluk istri sendiri protes"ucapku bersungut sungut,
"Bukannya protes sayang,cuma tidak ingin kamu capek saja!"David mengelus perutku.
"Jadi dua hari lagi kita jemput ibu,ayah serta adik adik,"
David pun menjawab singkat"Iya"
__ADS_1
Lalu aku menyahut,dan langusng mendapat sorotan mata David