
"Sebenarnya dia dari mana???pertanyaan apa???"batinku,pikiranku kini pun menjadi tak karu karuan
bingung plus takut dengan raut wajah David yang datar dan sikapnya yang dingin,teringat saat pertama aku bertemu dengannya.
Dengan raut wajah yang sangat dingin. David membawaku ke ruang kerjanya,aku yang takut menurut saja dengan mengikuti langkahnya dari belakang
Diruang kerjanya David langsung memberikan perintah kepada ku untuk dudu di sofa,
sikap David kali ini ibarat boz vs karyawan. bukan seperti pasangan kekasih
Dia bersandar di tepi meja dengan menyilangkan tangannya,dengan tatapan tajamnya melihatku,aku yang ketakutan hanya menunduk dan menitikan air mata.
"Sekarang siapa yang di hatimu"tanyanya dengan nada dan expresi yang sangat dingin membuat aku aku serasa terdampar di kutub yang dikelilingi predator kutub
Aku memberanikan diri untuk bertanya,
"sebenarnya ada apa?tiba tiba pulang dengan expresi seperti itu, lalu bertanya hal yang semestinya kamu sudah tau jawabannya."
"Aku hanya butuh jawaban jujur dari hati dan perasaanmu"
"Apa maksud kamu, aku masih belum mengerti akan pertanyaanmu dan kenapa sikapmu begini"tanyaku balik
"Apakah kamu masih mencintai reno???"tanya David
"Sebenarnya kamu kenapa?aku sudah menyerahkan semuanya kepada mu,dan sebentar lagi kita akan melangsungkan pernikahan, apa sikapku selama ini tak cukup menjawab pertanyaan mu",dengan nada agak kesal aku menjawab pertanyaan David.
"Tapi aku butuh jawaban mu"katanya singkat dengan trus menatap ku laksana harimau yang siap menerkam mangsanya.
"Ok ok,aku akan menjawab,
David Reno adalah masa laluku yang tak mungkin bisa aku lupakan,perasaan ku kepada David Reno memang masih ada tapi bukan perasaan sebagai kekasih tapi sebagai saudara,
bagaimanapun dia pernah mengisi hari hariku, bahkan kejadian yang menimpanya hingga harus seperti itu juga karena aku,
jadi perasaan bersalahlah yang masih menyelimuti hatiku.
Aku memang pernah mencintanya tapi cintaku kepadanya terkalahkan oleh cintaku kepada mu,kau yang hadir di saat aku rapuh dan datang memberiku harapan baru,kau menyadarkan ku untuk tidak menunggu sesuatu yang bias."
Aku mecoba berdiri dan mendekati David lalu berucap" coba kau lihat, sekarang aku mengandung anakmu, dan David Reno juga sudah tidak mengingatku, yang ada di hati dan ingatnya hanyalah Elizabeth jadi mana mungkin aku berani menoleh kembali ke David Reno."
David hanya terdiam mendengar kata kataku hati kecilnya membenarkankan semua ucapanku.
Suasana sempat hening sesaat.
Hingga akhirnya satu pertanyaan lagi keluar dari David.
"Bagaimana jika David Reno ingatanya sudah pulih dan dia bisa mengingat semua kenangan bersamamu dan dia berharap mengulas kembali kisah kalian yang tertunda,
apakah kau akan berpaling dari ku?dan kembali kepadanya atas dasar penyesalan dan rasa bersalah yang selama ini kau rasakan?"
Belum sempat David melanjutkan ucapanya aku spontan menyela
"Stop,please,!! salama ini aku tidak pernah berfikir David akan pulih, dan aku tidak siap dengan semua pertanyaanmu tentang David Reno, karena sedikit banyak kehadiranmu mulai mengikis ingatan ku tentang David reno..
please jangan paksa aku menjawab hal yang dimana aku sendiri belum pernah memikirkannya,aku belum siap atas semuanya karena
yang aku inginkan saat ini adalah hubungan kita bukan yang lainya.
Beri aku waktu sejenak dan beri aku ruang,
maaf!".
Aku berlalu meninggalkan David dan menuju kamar mengambil kunci mobil,ntah kenapa kaki ku berkompromi dengan pikiranku untuk pergi sejenak,aku sengaja meninggalkan ponsel supaya David tidak menggangguku.
Aku pun berjalan cepat masuk mobil dan pergi,air mataku yang tertahan dari tadi akhirnya meleleh tak terbendung, aku melajukan mobilku yang aku sendiri tidak tau akan kemana sambil terus memikirkan semua pertanyaan David yang dimana selama ini aku tidak pernah bisa membayangkan apa jadinya jika David Reno pulih dari ingatnya dan berharap kembali seperti yang di utarakan oleh David tadi.
*******
David yang menyesal pun pergi kekamar,saat membuka pintu dia pun kaget karena tidak ada tanda tanda aku di kamar,
hatinya mulai khawatir,dia pun turun dan menyuruh semua art mencariku di seluruh tempat di rumahnya namun hasilnya nihil.
David kembali ke kamar,
"pantas saja tidak diangkat,ponsel di kamar,"gumam David
Saat hendak mengambil kunci mobil dia mendapati kunci mobilku tidak ada,sontak David berlari mengecek mobilku dan benar,mobil sudah tidak ada di tempatnya.
"Semua ini salahku ,tak seharusnya aku memaksamu menjawab semua pertanyaan bodohku "Gumam David menyesali perbuatannya.
Dia pun memerintahkan sopir dan kepala art untuk mencariku.
David pun ikut mencariku, di sela pencarianya David menghubungi Raka.
Dalam pencariannya, David berfikir mungkin Raka tahu tempat tempat yang sering puput kunjungi.
Raka yang sibuk dengan berkas berkasnya pun dikagetkan dengan dering ponselnya
__ADS_1
Raka:"Ya boz"
David:"Tolong aku.. sekarang!
Raka:" Boz...boz pekerjaanku belum kelar,ada apa ini"Raka bingung ada apa dengan David
David:"Puput menghilang"jawab David singkat yang membuat Raka kaget.
Raka:"apa,!!!!apa yang terjadi?"
dengan nada terkejut
David:" aku tidak ada waktu untuk menjelaskan,
cepat suruh beberapa orang untuk mencari Puput,kalau perlu kantor tutup dan semua karyawan kerahkan untuk mencari Puput,
dan jangan pernah kembali sebelum menemukan Puput"ucap David dengan nada penuh kekawatiran.
Tut..tut..tut panggilan berakhir.
Raka yang tak tau apa yang sedang terjadi dengan kami berdua, hanya mengiyakan perintah David.
Raka langsung menyuruh beberapa security serta sopir perusahaan untuk mencariku.
Raka yang penasaran serta khawatir akan keselamatan ku pun akhirnya bergegas ikut mencari dengan mengendarai mobilnya sendiri..
Setelah berputar putar tak membuahkan hasil akhirnya Raka dan David sepakat bertemu di satu titik pertemuan sambil menunggu hasil dari yang lainnya.
"Tadi aku bertanya padanya mengenai Reno,dan aku bersikap agak memaksa"penjelasan David terkait penyebab aku hilang, yang membuat Raka geleng geleng.
"Kamu ini ada ada saja boz,kenapa mencari masalah dengan wanita hamil,kamu kan tau kalau wanita hamil sangat sensi, dan sebisa mungkin wanita hamil itu jangan sampai stres, karena aku mempengaruhi janin yang ada dalam kandungan.
Kalau sudah begini ujung ujungnya kita semua juga yang susah."kata Raka semakin membuat David frustasi.
"Sudahlah Raka,suruh semua orang menyisir setiap jalan, setiap gang serta semua area parkir."Perintah David
Chris yang dari awal memang sudah diberitahu oleh Raka pun tiba, baru saja turun dari mobil
David mengajak mereka segera beranjak melanjutkan misi pencariannya.
"Kalian berdua ikut denganku dalam satu mobil,mobil kalian biar nanti dibawa sopir."perintah David
"Tunggu tunggu,kita mau kemana???"tanya Chris penasaran
karena Raka tadi juga tidak menjelaskan apapun saat menyuruh Chris menyusul mereka berdua.
"Terjadi Perang dunia ketiga sehingga Puput menghilang"jawab Raka
"Sudah sudah ngobrolnya nanti saja,kamu ikut atau tidak???"tanya David.
"Baiklah namun sebelum berangkat kita menunggu sopir yang lain datang"ujar Raka
Tak berselang lama akhirnya beberapa sopir tiba.
Setelah memberikan arahan ketiga orang tersebut pun berjalan cepat,langsung masuk mobil dan berlalu,
setelah berputar putar menyusuri setiap jalan, masih belum menemukan keberadaanku.
"Apa mungkin dia pulang?"Chris tiba tiba memecah keheningan,
"Tidak mungkin,"timpal Raka
"Terus kemana???"tanya David.
Tak ada yang bisa menjawab,suasana kembali hening.
Mereka bertiga terus berfikir keras dan pandangan mereka menyusuri setiap jalan yang mereka lewati.
"Beach", ucap raka memecah keheningan.
"Apa maksud mu dengan pantai"ucap Chris bingung.
Tanpa menjawab pertanyaan Chris, Raka langsung menelphone salah satu orang suruhanya.
"Siapapun yang lebih dekat dengan area pantai, segera menuju pantai dan coba susuri jalan di sekitar pantai dan area parkir di sekitaranya."
Dengan sikap datar Raka menutup panggilan telphonenya dan langsung tancap gas menuju area pantai.
David dan Chris hanya bisa diam dan saling pandang, di tengah perjalan panggilan masuk diterima Raka dari salah satu orang suruhannya.
Setelah menerima informasi Raka berkata "seperti dugaanku"
"Apa maksud mu???"tanya David dengan ekspresi bingung namun tegas.
"Mereka sudah menemukan Puput,"kata Raka memberitahu.
"Dimana??"tanya David berseri
__ADS_1
"Pantai"jawab Raka singkat,
"Pantai"Chris dan David barengan.
"Pantai adalah tempat favorite Puput untuk mengilangakan rasa suntuk dan penatnya" kata kata Raka membuat David penasaran.
"Apa maksudnya"tanya David menyelidik.
"Semenjak berpisah dari Reno aku sering menemukan Puput kepantai sendirian,sepulang kerja,itu yang aku tahu"Raka menjelaskan
"Berarti selama ini kau mengawasi semua aktifitas Puput."Tanya David dengan nada sedikit kesal.
"Bukan begitu boz.."
belum sempat Raka melanjutkan ucapanya
Chris memotong dengan sedikit kesal dan tegas.
"Yang terpenting Puput sudah ketemu jangan memperdebatkan hal yang tidak penting,
sekarang fokus ketujuan kita dulu dan pastikan Puput tidak apa apa."
David dan Raka pun terdiam,
Raka pun menambah kecepatan laju mobilnya,supaya cepat sampai ke pantai.
Tak lama kemudian David,Raka dan Chris sudah sampai di pantai yang diberitahukan oleh orang suruhan mereka.
Saat keluar dari mobil mereka bertiga melihat aku berdiri di tepi pantai, sebelum David menghampiri ku,David menoleh ke arah Raka dan berkata dengan dinginnya, "urusan kita belum selesai"
Raka hanya tersenyum sinis menatap David yang berlalu menghampiriku.
"Dasar bucin,tidak bisa membedakan masa lalu dan sekarang,memangnya dari Puput lahir hanya dia yang boleh mengawasi,hingga orang lain tidak boleh memperhatikan Puput,dasar aneh!!!!"ucap Chris kesal dengan tingkah David yang over.
"Bagaimanapun sikap David itu bentuk sayang dan cintanya kepada Puput,
kita hanya bisa melakukan apa yang membuat mereka berdua bahagai, dengan begitu kita ikut bahagia" Ucap Raka dengan senyum manisnya,sedangkan Chris
hanya bisa mengelengkan kepalanya dan berucap
"Yang bahagia kan kamu bukan aku,karena kamu yang selalu mengawasi jodoh orang"
Chris pun tertawa meledek Raka.
Mereka berdua pun trus memandangi David dan aku dari kejahuan dengan senyum khas mereka.
Aku berdiri memandangi ombak sambil menyilangkan kedua tanganku di perut.
David menghampiri ku lalu melepas jaketnya dan langsung menutup tubuhku dengan jaketnya sambil berkata
"udara disini tidak sehat,nanti kamu bisa masuk angin."
Aku sedikit terkejut dan hanya bisa diam seibu bahasa.
"Sorry"itulah kata yang terucap dari mulut David sambil memeluku dari belakang.
"Sayang,maafkan aku!tolong jangan pergi seperti ini lagi"kata David semakin erat memelukku.
Aku yang masih marah berusaha melepaskan pelukannya,
"Biarkan aku berfikir sejenak,please!!!" aku pun menyuruhnya pergi.
"Sayang maafkan aku"David bersikeras dengan pelukannya.
"Please,beri aku waktu"lirihku
"Baiklah jika ini maumu"David pun melepaskan pelukannya dan berkata
"segeralah kembali aku menunggumu di mobil"
David pun berlalu pergi kembali menghampiri Raka dan Chris yang berdiri tak jauh dari tempat David dan aku berdiri.
"Bagaimana?"tanya Chris yang melihat David kembali dengan wajah muram.
"Dia lagi ingin sendiri" jawab David dengan datarnya.
"Biarkan saja dulu, dia hanya butuh sedikit ketenangan,kita cukup mengawasinya dari sini untuk menghidari hal yang lebih jauh lagi"Timpal Raka
Tiga pria tampan berjejer rapi laksana pion diatas bidak catur yang memandangi satu wanita yang sama dari kejauhan dengan style dan karakternya masing masing.
Angin pantai yang berhembus membuat nuansa semakin cool.
Mereka hanya bisa terdiam melihatku dari belakang yang diiringi terbenamnya matahari
Suatu pemandangan yang sangat indah di tengah kekalutan yang menyelimuti mereka masing masing..
Hari pun semakin gelap aku mulai membalikan badan dan melangkah kearah trio tampan yang memandangiku dari tadi tanpa sepatah kata pun.
__ADS_1
"Mari pulang aku ingin melakukan suatu" Ucap datarku sambil melewati tiga pria tampan yang sedari tadi menungguku
Mendengar ucapanku,David,Raka dan Chris hanya bisa saling memandang dan mengikuti langkahku dari belakang bagaikan seorang putri dengan tiga pangeran tampan yang mengawalnya.