
Raka yang mendapat pesan dari Elizabeth pun tersenyum,akhirnya sekian lama dia akan bertemu dengan sahabatnya.
namun tiba tiba mata Raka berkaca kaca,ntah kenapa sangat sesak mengingat David Reno.
David Bryan dan Chris yang dari tadi melihatnya pun berbisik
"Kenapa dia,tadi tersenyum sekarang berkaca kaca"
"Apa mungkin dia diputuskan pacarnya??"terka David
"Dia tidak mempunyai wanita,setauku wanita yang dia cintai akan menikah dengan orang lain"kata Chris yang membuat David kaget pasalnya,dia tidak pernah tahu Raka berhubungan dengan seorang wanita.
"Ooo aku tahu,awalnya dia tersenyum karena wanitanya akan menikah lalu berkaca kaca karena hubungannya segera berakhir.
"Kau ini terlalu bodoh dalam menyimpulkan"ejek Chris.
"Sudah sudah,ayo ke ruang rapat,pasti kita sudah di tunggu"David pun mengakhiri bisik bisiknya.
Raka hanya tersenyum melihat David dan Chris membicarakan dirinya namun bukan Raka kalau tidak menanggapi apapun dengan santai.
Ketiga petinggi utama Pramana Bryan Grub pun masuk ruang rapat,David selaku CEO memimpin rapat.
*************
Ibu sudah bersiap untuk pulang,
Bunga yang awalnya ingin tetap tinggal entah mengapa berubah pikiran dan ikut ibu pulang.
"Kok ikut sih Bunga,katanya mau nemenin mba,kita besok kesana bareng"aku pun menjadi lesu karena Bunga berubah pikiran.
"Maaf mba,Bunga kan harus bantu ibu untuk mempersiapkan pernikahan mba Puput,kasian ibu dan ayah"kata Bunga dengan ekspresi merasa bersalah.
"Baiklah baiklah,oh ya Tirta sama Fajar ni kemana,kok gak kelihatan sama sekali"aku pun baru sadar kalau tidak melihat adik laki lakiku.
"Ntahlah Put,biarin saja nanti pasti pulang sendiri"kata ibu geram sama anak laki lakinya.
"Ayo bu,kasian itu pak Pras sudah menunggu dari tadi,"ayah pun mencoba melerai obrolan kami.
"Ibu pulang ya,pesan ibu layani David dengan baik,jangan sebaliknya David yang melayanimu, wanita itu bangunnya harus pagi jangan molor,siapkan yang menjadi keperluan suamimu,baik atau tidaknya suami itu tergantung pada wanita,dan satu lagi,jaga calon cucu ibu baik baik."ibu pun memelukku.
"Baik bu..."lirihku dengan raut wajah sedih.
Ibu,ayah dan Bunga pun masuk ke dalam mobil,lalu pak Pras pun menyalakan mesin dan perlahan melajukan mobil dan hilang di balik pagar.
"Ya..sepi lagi"gumamku lemas.
Aku pun kembali ke kamarku,karena bingung mau ngapain, akhirnya aku pun membaca novel favorite ku yaitu" Pride and Prejudice" karya jane Austen,karena capek aku pun mengakhiri ritual bacaku,
"Sangat boring,enaknya ngapain ya??"gumamku
Saat memainkan ponsel ku,aku pun punya ide untuk ke kantor David,sekalian membawakan makan siang,sangat lama semenjak aku di non tugaskan oleh David aku tidak pernah kesana.
Aku pun ke dapur untuk memasak,
"Apa yang sedang anda lakukan nyonya???"tanya salah satu art.
__ADS_1
"Aku ingin masak untuk David,bisakah kalian membantuku?"tanyaku balik
"Bagaimana kalau kami yang memasak nyonya!!,lebih baik nyonya istirahat"kata salah satu art
"Tidak tidak,aku ingin memasak sendiri,aku ingin membuat bakso beranak jadi tolong siapkan bahan bahannya."kataku yang membuat koki serta beberapa art menyiapkan bahan untuk keperluan masakku.
Semua bahan pun sudah siap,aku pun beraksi dengan bantuan para art dan koki,
satu jam berkutat di dapur akhirnya selesai juga,
"Tolong masukan semua ini ke kotak makan yang bersusun ini,antara mie dan satur dipisah ya,"kataku lalu kembali ke kamar untuk bersiap,
"Ahhhh...aku tidak sabar bertemu David,pakai baju apa ya??"aku pun bermonolog dengan diriku sendiri,
Ntah kenapa hari ini aku sangat merindukannya,
Setelah menemukan baju yang cocok,aku pun memoles wajahku tipis,biar terkesan natural,
"David im coming"Kataku sambil mengambil tas serta sepatu.
Tak lupa kunci mobil lalu turun untuk mengambil bekal lalu berangkat menuju kantor David.
Mobilku pun sampai di pelataran kantor David,
Aku pun menginjakan kaki memasuki kantor,banyak mata yang melihatku..
"Permisi,pak David nya ada.."tanyaku pada resepsionist.
"Puput..."panggilnya.
Aku berusaha mengingat nama dari resepsionis tersebut namun gagal,
"Ngapain kamu kesini??tanya resepsionis tersebut"
"Ni ngantar bekal buat pak David"kataku sambil menenteng kotak makan yang tersusun beberapa lapis yang kubawa.
"Oh..iya,denger denger kalian akan menikah ya!?"godanya sambil tertawa.
"Iya"jawabku sambil menunduk.
"Aku masuk dulu ya??"Aku pun melangkahkan kaki masuk,sebelum pertanyaan berikut berikutnya.
Saat melewati lorong banyak mata yang menatapku,aku berusaha cuek dan terus berjalan,
"Bodoh amat dengan mereka"batinku.
Setelah naik lift,kini aku sudah berada di depan ruangan David,tanpa mengetuk aku langsung masuk saja,ternyata disana ada mas Raka dan Chris,
Aku mengabaikan keberadaan mas Raka dan Chris dan langsung mendekati David,
"Sayang,ini aku bawakan makan siang"kataku yang membuat David kaget,pasalnya dia dari tadi asik dengan laptop nya sehingga tidak tau kalau aku datang.
Seketika David bangun dari kursi panasnya,"Kenapa gak bilang kalau mau kesini??"tanya David dengan wajah agak cemas.
"Aku kangen sayang,"tanpa aba aba aku langsung memeluk David.
__ADS_1
David langsung membalas pelukanku dan mencium keningku.
Chris dan Raka yang melihat adegan kami geleng geleng kepala,
"Lebay"celetuk Chris yang sontak mendapat tatapan tajam dari David.
Aku pun membawa bekal makan siang David menuju sofa,tempat dimana Chris dan Raka duduk.
"Makan siang sekalian ya,ni aku bawa lumayan banyak,aku sendiri yang masak lo,jadi rasanya pasti mantab."kataku sambil membuka kotak bekal yang tersusun.
"Apa pernah makan makanan ini sebelumnya???"tanyaku pada Chris.
"Aku tahu namun belum pernah memakannya."kata Chris lalu mengambil satu bakso menggunakan garpu dan memakannya,,
"Bagaimana??"tanyaku dengan raut muka penasaran.
"Biasa saja,"jawab Chris namun dia mengambil bakso lagi.
David yang melihat tingkah David pun berkata
"Katanya biasa namun ambil lagi,tidak konsisten antara ucapan dan perbuatan.
"Suapin dong Put,"timpal Raka dengan membuka mulutnya.
Mendengar kata kata Raka,aku langsung saja menggerakan tanganku untuk menyuapinya,tentu saja David sangat kesal
"Sayang,kamu ni apa apaan,kenapa menyuapi Raka,disini yang suamimu siapa???"gerutu David lalu membuang muka.
"Aku suami ke dua boz,madu mu"goda Raka
Chris pun tertawa,sedangkan David memasang wajah kesal.
"Maaf maaf sayang,"aku pun mendekatkan bakso ke mulutnya
"Aku mau kamu meyuapiku dengan mulutmu."kata David dengab senyum licik di bibirnya.
Mendengar kata katanya aku pun melototkan mataku,
"Gak mau"jawabku lalu menaruh bakso yang hendak aku suapkan.
"Lebih baik habiskan saja Chris"goda Raka
"Enak saja,ini bekal makan siangku"gerutu David lalu mengambil berberapa bakso serta mie dan kuah.
"Sini aku suapin"aku pun menawarkan diri untuk menyuapi David.
Tak lama kemudian,bakso ludes tanpa sisa,
"Sayang aku ke kantin dulu ya,aku mau beli orange juice,"ntah mengapa sehabis makan bakso,ingin minum juice.
"Raka antar Puput ya,sekalian belikan juga buat aku,suruh OB untuk mengantarkannya"kata David sambil terkekeh.
"Aku juga"imbuh Chris.
Aku dan mas Raka menuju kantin selama berjalan dikoridor banyak mata yang memandangi kami.
__ADS_1
Raka pun mengucapkan sesuatu padaku yang membuat aku shock lalu menghentikan langkahku.....