
"Dokter Fahri memotong semua milik Davdi"itulah kata yang di bisikan Raka padaku.
Aku pun kaget,dan langsung mendekati David
"Tuan,coba lihat sebentar,apa benar dokter Fahri memotong semuanya,bagaimana bisa dokter bisa seceroboh ini."aku yang termakan ucapan Raka tidak bisa berfikir jernih apalagi didukung dengan wajah David yang muram,suram dan tidak bergairah.
Raka yang merasa berhasil membodohiku pun menahan tawa,sesekali dia terkekeh.
David pun memelototi Raka,namun Raka memalingkan muka seolah tak melihat David
Dokter Fahri yang mendengar ocehanku pun keluar dari ruangan.Aku pun langsung komplain
"Kenapa dokter bisa seceroboh ini,memotong semua kepemilikan David,lalu bagaimana ini dok???"komplain ku pada dokter Fahri
Raka pun mengedipkan mata pada dokter Fahri supaya masuk dalam drama,dokter Fahri yang paham maksud Raka pun memainkan perannya
"Maafkan saya Nyonya David,saya tidak sengaja,besok akan saya jadwalkan operasinya"
Dokter Fahri sangat menjiwai perannya,walaupun ini sebenarnya dilarang.
David yang tidak mengerti bahasa Indonesia pun hanya diam dan sesekali melihat Raka,
Aku spontan ingin membuka celana David,dengan cepat David menghindar
"Mau apa,"tanya David dengan ekspresi heran
"Mau mengecek tuan,bagaimana bisa dokter Fahri seceroboh ini"kataku khawatir
David hanya mengerutkan alisnya,bingung apa yang sebenarnya Raka katakan.
Raka dan Dokter Fahri yang tidak kuat menahan tawa pun melepaskannya,mereka berdua tertawa terbahak bahak.
"Mas raaaakaaaa"teriakku....
"Maaf Put,maaf"kata Raka masih dengan memegang perutnya.
"Maafkan saya nyonya,ini semua ide pak Raka"kata Dokter Fahri,
"Kalian sungguh tega,"jawabku langsung menuju kursi tunggu dan memonyongkan bibir.
David hanya diam sambil menggaruk kepala nya yang tidak gatal.
suasana kini menjadi hening,Raka dan dokter Fahri pun selesai tertawa,aku yang masih kesal pun diam,begitu pula dengan David yang diam karena tidak mengerti apa yang kami bicarakan.
"Nyonya David,tolong di kontrol suaminya,walaupun sudah sembuh namun untuk sementara jangan berhubungan dulu,minimal satu bulan"Dokter Fahri menjelaskan dengan bahasa inggris supaya David mengerti.
"Kenapa harus selama itu??"timpal David,aku pun langsung memelototinya.
"Iya dokter akan saya usahakan"kataku sambil meringis malu,walaupun sebenarnya masih kesal
"Raka selesaikan administrasinya,jangan lupa tebus obatnya,minta apoteker obat yang paling bagus dan paling mahal,kata David memberikan resep yang di buat dokter Fahri pada Raka.
Raka mengangguk dan langsung pamit.
"Ya sudah saya juga pamit dulu,"dokter Fahri undur diri mengikuti Raka.
"Apa yang Raka katakan sehingga mereka tertawa begitu,dan juga kamu ingin bersikeras ingin membuka celanaku"David penasaran apa yang sebenarnya Raka katakan.
"Dia bilang kalau Dokter Fahri memotong semua milikmu tuan,eh sayang!"kataku menunduk takut pada David
"Dan kau percaya"David pun geram karena aku mudah sekali di bodohi
__ADS_1
"Kamu sendiri kenapa memasang wajah bermuram durja seperti tadi"aku pun ikut geram
"Karena dokter Fahri bilang aku harus puasa minimal satu bulan,"kata David lesu,karena tidak sesuai espektasinya.
Aku pun tertawa,heran sama si bule satu ini,gara gara harus puasa bercinta membuat dia letih,lemas dan lesu.
"Kenapa tertawa,lucu???"David mulai kesal dengan sikapku
"Kamu memang lucu sayang,bagaimana bisa bersikap kekanak kanakan begitu,kamu adalah seorang CEO,apalagi kamu salah satu pebisnis sukses di seluruh dunia"kataku dengan terkekeh.
"Tertawalah,kamu memang tidak mengerti"kata David kesal tingkat dewa
David yang kesal pun meninggalkanku begitu saja,
"Dasar bule aneh"gerutuku sambil berlari mengejarnya.
"Tunggu tuan"teriakku dan tiba tiba
bug....
Aku pun terpeleset,karena fokus berlari mengejar David sehingga tidak melihat kalau ada peringatan lantai basah.
"Aaahhhhhhhhhh"teriakku
David menoleh dan langsung berlari ke arahku,
raut wajahnya gugup dan panik.
"Tuan kakiku sakit,"aku pun memekik kesakitan
David pun semakin panik,David menggendongku dan berlari meminta bantuan
"Mari pak ikut saya"suster pun membawa kami ke ruang IGD,
David meletakkan ku dengan hati hati dan
suster keluar memanggil dokter.
David menciumku bertubi tubi,menggenggam tanganku dengan erat sesekali dia menciumnya
"Tuan sakit,"air mataku pun mulai meleleh
"Sabar,dokter akan segera kemari,"Menyuruhku sabar namun dia bertiak teriak memanggil suster n dokter dengan bahasa inggris.
Dokter yang sudah datang pun menggeser posisi David,
"Istri saya habis terjatuh,dok
kakinya sakit"kata David panik
Dokter pun memeriksa kakiku,
"Hanya terkilir pak"kata dokter dengan bahasa Inggris.
"Hanya???istri saya terkilir anda bilang hanya???,lakukan yang terbaik,berapapun biaya nya akan saya sediakan"David pun marah.
Dokter pun menyuruh suster untuk mengambil air dingin untuk mengompres.
"Saya akan mengompres pasien,setelah itu baru memperban kakinya,setelah agak enakkan nyonya sudah bisa di bawah pulang"kata dokter menjelaskan
"Biarkan istri saya dirawat disini,lakukan yang terbaik,,"kata David dengan segala protecnya.
__ADS_1
Dokter tersebut hanya geleng geleng kepala,melihat ke over protectifan David.
"Mungkin beberapa hari ke depan nyonya sudah sembuh,"kata Dokter
David yang merasa bersalah pun langsung mencium ku bertubi tubi tanpa malu pada dokter.
"Maafkan aku sayang,suami mu ini lengah,seharusnya aku tidak meninggalkanmu"kata kata David menyesal
Setelah mengompres dan memperban kakiku dokter pun undur diri,
Di sisi lain Raka yang selesai mengurus administrasi dan menebus obat pun kembali ke depan ruangan dokter Fahri namun tidak menemukan kami disana.
"Mereka pergi kemana ya??"batin Raka bingung,karena kunci mobil Raka yang bawa.
Saat hendak pergi Raka berpapasan dengan seorang suster,
"Mohon maaf sus,apa anda tau 2 orang yang tadi disini??yang pria seorang bule"tanya Raka sambil menjelaskan
"Ooo..iya pak,tadi terjadi keributan,si wanita terjatuh,dan yang pria bule menggendongnya,mungkin mereka sekarang di ruang IGD,coba bapak cek disana"setelah memberikan info,suster pun langsung undur diri.
Raka pun bergegas menuju ruang IGD
"Apalagi ini,ada ada saja"batin Raka
Setelah di ruang IGD Raka pun langsung membuka pintu,dan benar ada aku dan David.
Raka pun mendekati kami
"Boz...kenapa Puput bisa terjatuh???"tanya Raka dengan wajah tak kalah panik
"kurang hati hati,"kata David singkat
"kamu tau darimana mas??"tanyaku dengan menahan sakit
"Dari seorang suster,dia bilang kalau kamu terjatuh,"jawab Raka.
"Raka urus semuanya,pindahkan Puput keruangan VVIP,"perintah David pada Raka,dan Raka pun langsung menjalankan perintah David.
Saat dokter dan suster hendak memindahkan ku ke ruang perawatan,tiba tiba perutku sakit,
"aaaaauuuuwwwww"Aku pun memekik kesakitan.
"Ada apa sayang"David sangat panik begitu pula dengan Raka.
"Perutku sangat sakit"Aku menahan sakit
Dokter pun segera memeriksa perutku,lalu mengambil obat dan suntikan
"Apa yang anda suntikan pada istriku"Karena sangat panic kini David tidak bisa berfikir jernih,
"Obat untuk mengurangi nyeri,"kata dokter sambil menyuntikan obat pada lenganku.
Raka pun memegangi David,takut sewaktu waktu David kalut dan malah membikin keributan.
"Tenang boz,biar dokter bertindak jangan terlalu banyak bertanya"Raka mencoba menenangkan David.
"Segera pindahkan pasien ke ruang perawatan,untuk anda pak,tolong ikut saya ada yang ingin saya sampaikan terkait istri anda."Kata Dokter.
"Aku titip Puput sebentar,"David pun menitipkanku pada Raka,
David pun mengikuti dokter menuju ruangannya dengan rasa penasaran tingat dewa.....
__ADS_1