Suami Bule Ku

Suami Bule Ku
Extra part delapan Kedatangan Raka


__ADS_3

Tiga minggu berlalu,baby Daffa pun semakin sehat.


Berat badannya juga semakin naik.


Namun baby Daffa masih harus tidur di rumah sakit.


Berita aku melahirkan pun sudah sampai di Indonesia,keluargaku pun datang ke Amerika begitupula dengan mas Raka.


Selain untuk melihat baby Daffa mereka pun diundang dalam acara pernikahan David Reno dan Elizabeth.


Keluargaku datang terlebih dahulu sedangkan mas Raka menyusul karena ada pekerjaan yang harua diselesaikan.


Malam ini David Bryan dan Chris pergi keluar kota untuk mengurusi anak cabang perusahaannya.


Keluargaku pun istirahat begitupula dengan mommy dan daddy.


Sekarang diruang tamu hanya ada Mas David Reno,Elizabeth dan juga aku.


Saat kami asik ngobrol,tiba tiba kami dikejutkan dengan mas Raka.


Aku pun berdiri untuk menyambutnya,diluar espektasiku.


Dia langsung saja menyambarku dan memelukku dengan erat.


"Aku rindu put,sangat rindu"bisiknya.


Seketika tubuhku memataung,lagi lagi aku dibuat bingung dengan sikap mas Raka.


Lama dia memelukku,


David Reno yang melihat cara mas Raka memelukku pun mengerutkan alisnya dan terus saja menatap kami.


"Dari caramu memeluknya sangat terlihat kalau kamu pun mencintainya Raka"batin David Reno.


Karena mas Raka memelukku sangat lama mas David Reno pun berdehem.

__ADS_1


Sontak mas Raka pun mengakhiri pelukannya padaku.


"Sorry David,aku sangat merindukannya"ucap mas Raka lalu mengacak rambutku.


Kami pun ngobrol bersama,namun Elizabeth pamit undur diri yang diikuti mas David Reno.


"Kami pamit dulu,kalian lanjut saja ngobrolnya"kata Elizabeth.


Aku yang sudah agak mengantuk pun mengantarkan mas Raka ke kamarnya.


"Istirahat ya mas,aku ke kamar dulu"kataku


Belum sempat membalikan badan mas Raka memegang tanganku.


"Put,temani dulu ya!sebentar saja,ada yang ingin aku tanyakan padamu"ucap mas Raka.


Aku pun bingung antara iya dan tidak,melihatnya memohon akhirnya aku pun menemani mas Raka mengobrol.


Kami pun pergi ke balkon.


"Ada apa mas?"tanyaku penasaran.


Sontak aku pun mencubit perutnya dan mengomel


"Bisa bisanya bohongi aku"


"Kamu suka sekali mencubit aku,lihatlah anakmu nanti pasti mirip aku"katanya sambil memegangi perutnya.


"Baby Daffa tidak mirip sama sekali dengan mas Raka,dia mirip daddy nya"kataku ketus.


"Ya karena kamu tidak memperbolehkan aku meyumbang,coba kalau boleh pasti mirip aku"timpal Raka sambil tersenyum.


Aku pun mencibirkan bibirku sambil berkata


"Sinting".

__ADS_1


Mas Raka pun terkekeh


"Bagaimana kalau sekarang saja nyumbangnya,kan David tak dirumah"godanya.


Sontak aku pun melotot langsung saja aku mempunyai ide gila.


"Yakin mas kamu mau meyumbang"kataku yang mendekat kearahnya.


Kutelusuri wajahnya dengan tanganku,kebuka kancing baju atasku


"Ayo mas,kita bermain main"ucapku sambil memutar mengelilingi mas Raka.


Melihat tingkahku mas Raka pun pucat pasi.


Aku pun berhenti di depannya.


"Ayo....Mas kita bermain main,kataku semakin mendekatkan wajahku pada wajah mas Raka.


Terlihat sangat jelas mas Raka memucat.


Aku yang sedari tadi mencoba menahan tawaku,


Aku menjinjit lalu berbisik,


"Ayo mas,aku menginginkanmu malam ini"


Tanganku sudah menyusuri dada mas Raka.


"Put,tadi aku hanya bercanda jangan dianggap serius"ucapnya dengan pelan.


Hahahahaha....


"Lihatlah wajahmu mas,lucu sekali....Itu balasannya kalau macam macam denganku."kataku sambil tertawa.


"Diajakin sunghuhan panas dingin,sok sok an mau nyumbang"imbuhku.

__ADS_1


Raka yang kena prankku pun tertawa kecut.


Mungkin dalam hatinya memaki maki diriku.


__ADS_2