
Berita kecelakaannya David sudah menyebar kemana mana, sehingga banyak investor yang menarik Sahamnya dari perusahaan Pramana Grub.
Raka pun mengumpulkan para petinggi perusahaan untuk mengadakan meeting saat itu juga.
"Mengingat kondisi perusahaan sedikit memburuk,jadi tolong kerja samanya untuk sebisa mungkin mengoptimalkan kinerja kita masing masing."
ucap Raka tegas
"Lalu bagaimana pak???
tanya salah satu Staff.
"Untuk sementara saya akan mencoba berbicara dengan para investor supaya tidak menarik invest mereka,"Kata Raka menjelaskan.
"Apakah kita perlu melakukan pengurangan karyawan supaya bisa meminimalkan pengeluaran perusahaan??"tanya salah satu staff lainnya.
"Untuk sementara ini tidak perlu pak,perusahaan masih bisa menggaji seperti biasanya"ucap Raka tegas.
"Baik pak kalau begitu,kami mempercayakan semua pada pak Raka,"timpal staff lainnya.
"Untuk itu,Saya akan membicarakan dengan tuan Pramana,langkah apa yang harus kita ambil untuk menyelamatkan perusahaan dengan cepat tanpa mengurangi karyawan, semenjak pak David vacum dari perusahaan karena kecelakaan di Korea sebulan yang lalu
Saham perusahaan kita juga anjlok,"kata Raka menjelaskan.
Rapat pun selesai,dengan perasaan tenang di hati para petinggi perusahaan.
Jam makan siang pun datang,aku dan mas Raka makan siang bersama di kantin perusahaan.
"Kapan mas kamu akan ke US??tanyaku sambil memasukan makanan dalam mulutku.
"Besok Put,makin cepat makin baik,supaya masalah cepat selesai,aku akan melakukan yang terbaik"kata Raka sambil makan.
"Aku salut padamu mas,walaupun santai namun kamu bertindak selangkah lebih maju,"
batinku sambil menatapnya.
Raka yang dari tadi aku tatap pun sedikit kikuk
"Hey,,kenapa memandangiku,apa jangan jangan hatimu sudah berpindah kepadaku??"kata Raka sambil terkekeh.
"Apaan sih mas,"aku pun menunduk karena malu sambil mengaduk aduk minumanku.
Keesokan harinya Raka terbang ke USA untuk menemui pak Pramana.
"Gimana pak,perusahaan kita berada dalam keadaan yang tidak baik,"ucap Raka melaporkan keadaan perusahaan.
__ADS_1
"Iya saya tau,berita kecelakaan David membuat para investor menarik investnya dan juga saham menjadi anjlok."
kata papa David sambil memijat pelipisnya.
"Pemilik saham terbesar kedua adalah perusahaan raksasa di amerika,coba aku akan bicara pada mereka besok.,semoga mereka membantu kita."
kata papa David lagi.
"Semoga pak,karena banyak orang yang bergantung pada perusahaan kita,"kata Raka
"Iya Raka,jangan sampai Pramana Grub jatuh,aku tidak mau kerja keras David selama empat tahun ini sia sia."ucap pak Pramana dengan raut wajah sedih.
"Iya pak,dia sangat bekerja keras"imbuh Raka.
Keheningan terjadi di antara mereka kedua,
"Baiklah pak kalau begitu,saya tunggu kabar baiknya.
Lalu bagaimana keadaan David?apakah sudah ada perkembangan?"tanya mas Raka.
"Dia masih koma,entah berapa lama dia akan kembali seperti semula Raka!!jawab papa David lesu dan juga sangat sedih
"Semoga David cepat sembuh pak,saya sangat merindukannya,,"kata Raka berkaca.
Bagaimanapun juga David adalah sahabatnya sejak kecil,dia sangat rindu omelan David dan juga sikapnya yang seenak hatinya menyuruh tanpa tau waktu.
"Seharusnya kamu menginap saja disini Raka,kami sudah menganggap kamu seperti anak kami sendiri."kata papa mas David melarang Raka menginap ke hotel
"Saya menginap saja di hotel pak,lagipula sayang karena sudah bayar penuh,,"ucap Raka sambil terkekeh.
Raka pun kembali ke hotel untuk istirahat,dan secepatnya kembali ke indonesia.
Dua hari kemudian Raka sudah masuk lagi ke kantor,sebelum ke ruangannya dia menemuiku dahulu.
"Put,"panggilnya yang langsung masuk begitu saja.
Aku pun terjingkat karena kaget.
"Kamu nie mas mengagetkan saja,kapan kembali,,?"tanyaku
"Maaf maaf,Kemarin malam,mendarat di Indonesia"jawabnya dengan tersenyum
"Nanti siang kita makan siang bersama ya?"ajak mas Raka lalu keluar ruangan begitu saja.
"Yah sudah pergi, seperti jelangkung saja, padahal ada yang ingin aku tanyakan,,"gumamku sambil terkekeh
__ADS_1
Saat makan siang tiba kami makan siang di kafe Cinta dekat perusahaan.
"Bagaimana mas,hasil dari pertemuan dengan papa mas David??"tanyaku penasaran.
"Pak Pramana akan bernegosiasi dengan salah satu perusahaan raksasa di Amerika yang juga memiliki saham di perusahaaan.,,"jawab Raka.
"Trus bagaimana dengan mas David??"tanyaku lagi dengan penasaran
"Dia masih koma Put,belum ada perkembangan sama sekali."
jawab Raka lesu letih dan kurang bergairah
"Kenapa dia betah sekali tidur,"gerutuku dengan mata yang sudah berkaca kaca
"Sudahlah Put,kamu yang sabar,,terus doakan David,semoga dia cepat pulih."
Hibur Raka.
"Iya mas,"kataku singkat lalu memakan kembalu makananku.
"Besok kamu ada acara apa gak?biasanya kalau hari minggu kamu kemana??"
tanya Raka
"Besok rencananya aku mau pulang mas,,sudah kangen dengan keluarga di rumah."
jawabku tidak bersemangat.
"Aku boleh ikut??"tanya Raka lagi.
"Kamu mau ikut???"tanyaku balik dengan heran
"Iya,,boleh ya please???"Raka memasang wajah memelas berharap dia diajak.
"Baiklah mas,kamu boleh ikut,"jawabku dengan tersenyum.
"Makasih ya Put,aku suntuk di apartemen sendirian,,"ucapnya memelas.
"Kamu kok sangat betah menjomblo mas,carilah teman hidup"kataku sambil mengengeh
"Gak usah mulai deh,"gerutu mas Raka
"Mas gimana kalau nanti sepulang kerja kita langsung berangkat mas,soale perjalanan ke rumahku lumayan lama,,"kataku mengalihkan pembicaraan
"Ide bagus,jadi kita punya banyak waktu disana" Ucap Raka.
__ADS_1
"Ya sudah ayo kembali ke kantor,ni jam istirahat sudah mau berakhir"katanya lalu beranjak untuk membayar.
Setelah itu kami menuju kantor dan kembali ke ruangan masing masing.