Suami Bule Ku

Suami Bule Ku
Sama sama puas


__ADS_3

David yang sudah sampai langsung melangkahkan kakinya menuju kamar,saat membuka pintu kamar terlihat siratan rasa kecewa di wajahnya.


David pun melonggarkan ikatan dasinya lalu melepas jas dan melemparnya ke sofa,


dia melepas kancing atas bajunya lalu berjalan ke arah ranjang dan menyandarkan kepalanya di ranjang.


Aku masih asik bermain di alam mimpi,


David pun melirikku lalu menggoyang bahuku


"sayang....Kamu kapan akan bangun,aku sudah pulang ni,suami pulang bukannya di sambut kamu malah asik bermain di alam mimpi"gerutu David.


Seolah aku mendengar gerutuan David,bibirku pun menyaut


"masih terlalu pagi untuk bangun sayang,jadi tidurlah lagi,kenapa harus mengganggu tidurku"


Mendengar sautanku David semakin kesal namun disisi lain dia merasa geli.


Otakku baru bekerja dengan baik dan mencerna kata kata David.Seketika mataku melotot dan lalu menoleh ke arah David,netra kami saling beradu.


Aku pun meringis,


"eh....Sayang,baru pulang ya"ucapku dengan malu.


"Istri macam apa ini,suami datang bukannya di sambut malah asik asikan molor."gerutu David.


"Maafkan aku sayang,aku hanya


mengumpulkan energi untuk menerima sanksimu nanti"kataku ngawur.


Mendengar alasanku,David pun terkekeh lalu dia berucap


"Ya sudah persiapkan,kamu boleh tidur lagi"


Belum sempat membalas kata kata David,tiba tiba aku kebelet buang air,aku pun turun dan berlari ke arah kamar mandi,setelah ritual buang air kecil selesai aku pun hendak kembali namun saat membalikan badan David sudah bersandar di pintu kamar mandi dan tersenyum licik.


Melihat senyumnya yang seperti itu aku pun pasrah.


"Kita mandi bersama,"ucapnya lalu menggendongku dan memasukanku ke dalam bathup.


Tangannya pun melepas pakaian beserta pakaian dalamku,tak lupa dia melepas pakaiannya.


melihatku polos,membuatnya berhasrat


aku juga merasakan pergerakan di bawahku.


"Sudah ayo mandi"kami pun mandi dengan tangan David yang sengaja membuatku berhasrat.


Tak lama kemudian kami menyelesaikan ritual mandi kami.


David pun menggendongku,


Masih menggunakan handuk kimonoku David menurunkan aku di ranjang,


Lalu David menyalakan TV,

__ADS_1


melihatnya menyalakan TV membuat aku kesal


"Bukannya langusung menggagahiku malah melihat TV maunya tu apa"gerutuku.


"Lihat dan pelajari sayang"pinta David


Aku yang melihat Film yang di nyalakan David pun kaget pasalnya dia malah mempertontonkan aku blue film.


"Maksudmu apa???"tanyaku kesal.


"Aku ingin kamu membayar sanksimu,"jawab David.


"Kenapa aku harus melihat video panas ini???"tanyaku lagi.


"Jangan banyak bertanya lihat dan pelajari lalu praktekan"jawab David lalu tersenyum licik padaku.


Lama melihat film panas tersebut membuat aku panas dan aku pun melontarkan pertanyaan lagi.


"Apa aku juga harus mengulum rudalmu sayang???,bagaimana kalau aku muntah???"


"Aku menginnginkannya sayang,aku tidak mau hubungan sex kita hanya monoton sayang"jawab David.


"Tapi...."


Belum sempat aku melanjutkan kalimatku David menyela


"Kalau kamu tidak mau,aku tidak memaksa"katanya dengan tersenyum walaupun dia kecewa.


Tanpa aba aba kau pun memainkan rudalnya,dan mengulumnya,awalnya aku sempat jijik namun lama lama tidak karena David sendiri menjaga kebersihan tubuhnya.


aku seakan tidak ingin lepas dari permainanku,David pun mengerang penuh kenikamatan,


Seperti yang di Film tadi,Aku duduk di atas David,dan menyodorkan dadaku padanya,dengan lahap David memakan dadaku dan pucuk buah dadaku.


barisan warna merah berjejer disana.


Permainan kami semakin panas dan panas,


lama melakukan pemanasan akhirnya David memasukan rudalnya,aku dibuat melayang apalagi permainan up and down nya yang agak cepat membuat aku mengerang dan menjerit penuh kenikmatan.


"Menjeritlah sesukamu nyonya David"


ucapnya.


Tak berapa lama aku pun lemas,namun permainan David masih belum selesai,


keperkasaannya sungguh luar biasa,ntah berapa kali aku dibuat lemas,akhirnya dia pun tumbang juga.


Tak lupa kecupan di kening.


Lama saling diam,aku pun memecah keheningan


"Sayang apa menurutmu aku ini kurang memuaskan???"tanyaku lalu memiringkan badan menatap David.


"Aku puas sayang,tapi jujur aku ingin yang lebih maafkan aku,karena di US aku terbiasa bermain panas,"jawab David yang membuat aku kesal,bukan soal sex namun soal dia yang sering bermain panas.

__ADS_1


"Sudah sayang,itukan masa laluku"imbuhnya


"iya iya"kataku ketus.


"Di dunia ini banyak sekali kasus perselingkuhan,yang mengakibatkan perceraian.


Salah satunya karena sex.


si Pria yang tidak bisa memuaskan wanitanya begitu juga si wanita yang tidak bisa memberikan service yang baik kepada Prianya,


untuk itu aku ingin selalu jujur dan meminta padamu,daripada aku khilaf dan meminta yang lain.


Mengingat Indonesia berbeda dengan negara barat jadi aku memintamu untuk belajar sayang,


namun semua masih dalam koridor sayang,karena ku tahu ada beberapa gaya sex yang tidak diperbolehkan dalam islam.


Aku ingin menua bersamamu,aku tidak ingin khilaf sehingga aku melakukan kesalahan dan akhirnya menyakitimu.


Dan untuk kamu sayang jika kamu menginginkan atau kurang puas kamu pun bisa bicara padaku,sehingga aku juga bisa belajar.


sama sama belajar lah sayang."penjelasan David panjang kali lebar.


Aku pun tersenyum,tak ku sangka dia terbuka soal sex bahkan memikirkan kepuasanku yang biasanya bagi pria kepuasan wanita tidaklah penting.


"Aku selalu puas sayang,bahkan berkali kali lemas karena rudalmu,sungguh dia luar biasa"ucapku yang langsung mendapat kekehan David.


"Apa sekarang kamu suka mengulum rudalku,tadi itu sungguh luar biasa,bagaimana kamu belajar sangat cepat bahkan sudah sangat ahli"puji David sambil menggodaku.


"Ntahlah sayang,saat aku sedang panas mengulumnya menjadi sangat nikmat"kataku sambil menutup mukaku karena malu.


Lalu kami pun membersihkan diri,setelahnya kami turun kebawah untuk makan malam.


Setelah di meja makan,kami pun makan denagn obrolan ringan.


"Oh ya sayang,lusa jadwal aku kontrol"kataku membuka percakapan.


"Iya sayang,lusa kita ke dokter bersama tapi bagaimana kalau kontrolnya siang hari"ucap David lalu melemparkan tatapannya padaku.


"Iya sayang,terserah kamu saja"kataku lalu tersenyum padanya.


"Aku sangat penasaran kira kira anak pertamaku cowok apa cewek ya?"David Pun memasukan makanan kedalam mulutnya.


"Cowok atau cewek yang penting sehat sayang,"timpalku.


"Benar sayang,namun aku berharap anak pertama cowok supaya dia bisa melindungi adik adiknya."keinginan David


"Semoga harapanmu jadi kenyataan sayang"kataku lalu memegang tangan David.


Karena tidak ada yang di obrolkan kami pun melanjutakan makan kami.


Setelah makan David pun berbicara pada pak Herman ntah apa yang mereka bicarakan,aku dengan setia menunggu David di ruang keluarga dengan menonton TV.


Obrolan David dan pak Herman juga harus terjeda karena ada panggilan masuk.


Ntah siapa yang memanggil namun di tengah tengah panggilannya David pun berteriak

__ADS_1


"Apa???"


................


__ADS_2