Suami Bule Ku

Suami Bule Ku
Memasak bakso


__ADS_3

"Drama kangen kangenannya kita sudahi dulu tuan Amerika,aku sangat lapar"dengan wajah memelas serta tangan memegangi perut menguatkan alasanku kalau aku benar benar lapar


"Kau ini sungguh menggemaskan"tangan David mengacak acak rambutku


"Tu kan jadi jelek,"gerutuku sambil merapikan rambutku


"Cantik kok,"hibur David


"Rambut seperti rambutnya kuntilanak kok cantik,"kataku dengan wajah kesal


David mengerutkan alisnya,sebenarnya dia bingung siapa itu kuntilanak,karena di Amerika memang tidak ada kuntilanak


"Siapa itu kuntilanak??"tanya David penasaran


"Kuntilanak itu hantu yang sangat terkenal di Indonesia tuan,menduduki peringkat kedua setelah kolor ijo,"jawabku dengan menahan tawa


"Memang di Indonesia ada kontes hantu sehingga ada peringkatnya,"gerutunya merasa aku bodohi


"Hahahahaha"aku tertawa terbahak bahak


David menepuk jidatku,


kesal karena aku mempermainkannya.


"Auwww,kau ini tuan,tak berperikemanusian dan berperikeadilan"sambil memegangi jidatku yang tak sakit,karena David menepuknya hanya pelan.


"Gak usah mendramatisir keadaan,lagian juga gak sakit"kata David dengan mode datar.


"Baiklah baiklah,"timpalku dengan terkekeh.


Kami pun diam sejenak,kembali ke pikiran masing masing,hingga ajakan David membuyarkan lamunanku.


"Aku ingin makan bakso,ayo kita beli namun kita cari tempat yang replecentative sedikit ya!jangan tempat seperti yang kemarin."katanya David.


"Walaupun tempatnya di pinggir trotoar namun baksonya enak banget tuan,belum tentu kita beli di tempat lain rasanya sama seperti itu,lagipula selama ini aku juga fine fine saja makan bakso di sana,tidak pernah sakit perut"belaku.


"Tapi tetap tidak sehat makan di trotoar dengann kendaraan yang berlalu lalang"timpal David mencoba menjatuhkan statemenku.


Aku yang merasa kesal pun langsung menskak mat David dengan berkata


"kalau kamu tidak mau makan di sana ya sudah,jika aku ingin makan bakso aku akan pergi sendiri"


David Bryan hanya terkekeh dengan kata kataku,dia pun mengalah

__ADS_1


"Baiklah baiklah,aku kita kesana namun makannya di mobil ya??"katanya dengan tersenyum licik.


"Ini baru jam 9 tuan,abang tukang baksonya belum buka,biasanya buka jam 11"kataku sambil menunjuk jam tanganku dengan terkekeh.


Akhirnya David Bryan pun mendapatkan ide,kalau belum buka bagaimana kalau kita beli di tempat lain atau....


David pun menggantung kata katanya yang membuatku penasaran dan bertanya


"Atau apa???"


"Atau kamau saja yang memasaknya,kamu bisa memasak bakso kan??David memastikan.


Aku yang merasa gengsi pun langsung menjawab,


"tentu bisa,masak bakso sangat mudah" kataku bohong dengan wajah ketar ketir karena memang aku tak bisa membuat bakso.


David pun tersenyum dan menggandengku sambil berkata


"ayo,aku akan melihatmu masak bakso"ajak David menuju pintu.


"Bentar tuan!perutku sakit,aku pinjam toiletnya sebentar ya?"aku pun menarik tanganku lalu menuju kamar mandi


Di kamar mandi,aku mengeluarkan ponselku dan melihat video di yutubee cara membuat bakso,aku mengulanginya beberapa kali supaya tidak lupa,setelah paham dan mengerti aku pun keluar


"Maaf tuan,"lirihku.


Lalu kami pun menuju dapur.


Aku menyipakan bahan bahan untuk membuat bakso,seperti daging,bumbu,tepung dan lain lain,tak lupa aku memakai clemek biar bajuku tidak kotor,setelah selesai membuat adonanya tinggal aku mencetaknya


Tuan Amerika yang sedari tadi memperhatikanku pun membuatku kikuk,namun aku mencoba seprofesional mungkin,supaya dia tidak curiga


"Tuan,kenapa kamu melihatiku?"tanyaku agak gugup


"Aku ingin melihat calon istriku masak,"jawabnya dengan enteng


Kring...kring


Ponsel David berbunyi,dia pun mengangkatnya dan berjalan keluar.


Aku pun cepat cepat mengambil ponsel dan melihat tutorial mencetak bakso,setelah paham aku pun mempratekannya dan hasilnya lumayan bagus.


"Huh lega akhirnya,selesai juga tinggal membuat kuah dan kelengkapannya."gumamku sambil menghapus keringat yang membasahi keningku.

__ADS_1


David yang selesai menerima panggilan pun kembali ke dapur dan memelukku dari belakang,karena aku tidak mengetahuinya aku pun terkejut.


"Kau mengagetkanku saja tuan,untung saja aku tidak mempunyai riwayat penyakit jantung"kataku sambil mencoba melepaskan tangan David yang melingkar di perutku


"Biarin seperti ini," David tak mau melepaskan pelukannya.


"Malu di lihat art tuan!!!lagipula Ini masaknya belum selesai"kataku.


Kring...kring...


Ponselnya kembali berbunyi


"Shit,Chris kau mengganggu sekali,ku pangkas habis gajimu bulan ini"gerutu David dengan wajah kesalnya


Setelah David keluar untuk menerima telepon aku meyiapkan kuah dan kelengkapannya,beberapa saat kemudian bakso dan kelengkapannya sudah siap.


"Hemmmmm,baunya enak sekali semoga tuan Amerika suka,"kataku sambil tersenyum


Aku menyiapkan semua di meja makan,lalu memanggil tuan Amerika di teras tempat dia menerima telepon.


Kami pun menuju ruang makan,David yang mencium bau bakso pun segera duduk dan langsung melahapnya.


Melihatnya makan dengan lahap membuat bibirku tersenyum.


"Bagaimana tuan?baksonya enak???"tanyaku penasaran


"Enak banget,"dengan melahap bakso di mangkoknya


"Legaaaaa,untung baksoku enak jadi aku tidak malu"batinku.


Lalu aku juga mengambil sedikit bakso dan menyisakan untuk para art.


Dalam sekejap dia sudah menghabiskan tiga mangkok bakso,ntah karena dia kelaparan atau baksonya yang sangat enak,i dont know!


"Bakso buatanmu sangat enak baby,aku sangat menyukainya,buatkan aku setiap hari"katanya dengan terkekeh.


"Bakso tidak boleh di konsumsi tiap hari tuan Amerika,tidak baik untuk kesehatan kita kalau dikonsumsi tiap hari"kataku menjelaskan


"Really!padahal makanan ini sangat enak"ucapnya dengan wajah kecewa.


Setelah dia selesai makan


Setelah makan,David mengajakku ke belakang rumahnya,disana ada kebun yang cukup luas selain itu ada rumah kacanya.

__ADS_1


Aku pun takjub dengan kebun belakang rumah David.


__ADS_2