Suami Bule Ku

Suami Bule Ku
Pengangkatan David Reno


__ADS_3

Semenjak kejadian kemarin David meminta para pekerja rumahnya untuk mengosongkan kolam renang.


Dan setelah kejadian kemarin juga David Bryan semakin protektif,bahkan ke kamar mandi dia selalu membuntutiku.


"Sayang....aku mau ke kamar mandi untuk buang air kecil kenapa kamu membuntutiku???"kataku kesal.


"Sudahlah,jangan banyak membantah!aku tidak mau ambil resiko aku takut kalau kamu akan tenggelam di kamar mandi juga"ucapnya yang semakin membuat aku kesal.


Mana mungkin ada orang tenggelam di kamar mandi,sungguh bule ini ada ada saja.


Aku hanya pasrah dengan sikapnya, bantah pun percuma.


Seusai buang air, aku pun keluar dengan bibir maju ke depan sehingga membuat David Bryan terkekeh.


"Sudahlah sayang,aku hanya tidak mau ambil resiko lagi,aku sangat sangat menyesalkan kejadian kemarin,maafkan aku yang tidak bisa menjagamu sehingga harus ada hero lain yang menyelamatkanmu"katanya dengan raut wajah yang berubah.


Mendengar dia berucap ada hero lain membuatku berfikir.


"Apa maksudnya sayang"tanyaku dengan menyelidik wajahnya.


"Aku tidak rela kenapa harus David Reno yang menyelamatkanmu,kenapa bukan aku???"jawabnya dengan raut wajah yang sulit diartikan.


"Ya karena yang tau aku tenggelam kan mas David bukan kamu,memangnya kenapa sih sayang?"tanyaku heran.


David Bryan menghela nafas panjang dan berkata"Akhirnya dia kan yang memberimu nafas buatan,aku tidak rela!didepan mataku dia menciumu berkali kali"katanya dengan kesal.


Dengan tersenyum aku pun menangkap wajahnya,menatapnya lekat dan dalam.


"Yang terpenting sekarang aku selamat dan ada disini bersamamu,itu kejadian darurat sayang jadi jangan diambil hati,kalau kamu mau protes,protes saja sama yang diatas kenapa skenarionya seperti itu,kenapa bukan kamu heronya."aku pun berusaha menghilangkan dongkol hatinya.


David pun mengusap rambutnya kasar,


"Renooooo"teriaknya.


Aku pun memeluknya berusaha mencairkan dongkol hatinya.Lalu aku pun menjinjit menggapai bibirnya,ku ***** dengan lembut bibir merahnya,David pun membalas ciumanku.


Masih dalam pautan kami,David menggendongku ke kasur,meletakanku tanpa melepas ciuman kami.


Lidahnya kini mengeksplor mulutku,lidah kami pun saling bertemu.


Saling mengecap,menghisap dan menyesep membuatku semakin ke awan,apalagi tangannya kini meremas benda kenyalku.


Tak berapa lama kami melepas ciuman kami,


"Aku menginginkannya sayang"kataku lalu menenggelamkan wajahnya di leherku.


"Dengan senang hati"bisiknya lalu memainkan lidahnya disana.


Lalu terjadilah hal hal yang sangat kami inginkan,puas dengan adegan ranjang lalu kami menuju alam mimpi tanpa sehelai kain.


********

__ADS_1


Keesokan harinya terjadilah debat di ruang makan.


Aku menolak untuk ikut ke kantor sedangkan David Bryan memaksa supaya ikut.


"Dirumah kan ada art sayang,aku akan baik baik saja"kataku kesal.


"Aku tak mau ambil resiko,buktinya kemarin mereka tidak tau kalau nyonyanya tenggelam,sudahlah jangan membantah"jawabnya dengan tegas.


"Aku mau istirahat sayang"aku pun masih mencoba bernegosiasi.


Plak....Sebuah tepukan mendarat sempurna di dahiku.


"Bawa bantal dan guling di mobil nanti saat di kantor istirahatlah di ruangan pribadiku"ucapnya tegas dan serius.


Kali ini aku pasrah dan menurut.


Daripada berdebat dengan boz bule ini.


******


Setelah di ruangannya aku meletakkan bokongku di sofa sedangkan David menuju meja dan kursi kebesarannya.


Tangan dan matanya sudah sibuk dengan laptop dan juga berkas berkas yang sudah berada di mejanya.


Tak lama kemudian datanglah Victor dan juga David Reno.


Mereka pun ikut bergabung denganku.


"Alhamdulillah baik Victor,bagaimana denganmu"tanyaku balik.


"Aku sangat baik seperti yang kamu lihat sekarang nyonya.Pagi ini kamu sangat cantik nyonya"jawab lalu pujinya padaku.


"Kamu juga sangat tampan Victor"pujiku balik yang membuat David Bryan cemburu.


Merasa kesal dengan obrolan kami David Bryan pun ikut berbicara


"Aku memanggil kalian kesini bukan untuk menggoda istriku,jadi kemarilah dan tinggalkan dia sendiri"


Mendengar ocehan Bryan Victor dan David Reno pun tersenyum puas lalu beranjak dari sofa dengan berceloteh


"Kelihatannya suami sedang panas Put"


Aku pun hanya tersenyum mendengar ocehan mas David Reno.


Terjadilah obrolan serius antara mereka bertiga,bahkan mereka sudah sibuk dengan berkas masing masing.


Hari ini adalah hari pengangkatan mas David Reno menjadi wakil CEO,untuk itu David Bryan sangat sibuk.


"Suruh semua petinggi perusahaan berkumpul sekarang di ruang meeting,dan persiapkan dirimu Reno"titah David dengan wajah serius.


Setelah semua berkumpul Victor,David Bryan dan David Reno pun menuju ruang meeting.

__ADS_1


Dua jam rapat akhirnya David Reno pun menjadi wakil CEO.


"Semoga perusahaan semakin maju di tangan kalian"kata David Bryan dengan memeluk David Reno.


"Aku belum bisa janji namun akan aku lakukan yang terbaik Bryan,akan ku abdikan diriku di perusahaan ini"ucap David Reno tegas.


Setelah acara pengangkatan selesai,tiga orang tampan ini pun kembali ke ruangan Bryan.


Mereka membicarakan pekerjaan dan langkah langkah selanjutnya.


"Untuk selanjutnya menjadi tugas kalian,karena aku harus ke Indonesia untuk menyerahkan kepemimpinan pada Raka"kata David Bryan serius.


"Oh....Ya Reno,besok bisakah kamu datang dengan pak Pramana???ada yang harus aku bicarakan terkait pengangkatan Raka."imbuh David.


"Siap Bryan,besok aku akan mengajak papa untuk menemuimu."jawab David Reno.


Matahari sudah diatas kepala bahkan sudah condong ke barat,saatnya kami untuk mengisi perut kami.


David pun membangunkan aku yang tidur,setelah itu kami pun pergi makan siang bersama dengan Victor dan juga mas David Reno juga.


Seusai makan siang kami kembali ke kantor,begitu pula dengan aku yang kembali lagi ke ruang pribadi David.


*******


Hari semakin sore,pekerjaan pun sudah terselesaikan.


Victor dan David Reno pun pamit undur diri.


David Bryan melangkahkan kakinya ke ruangan pribadinya,terlihat aku meringkuk namun kali ini aku tidak tidur melainkan melihat TV.


"Apa yang kamu lihat sayang"tanyanya lalu ikut bergabung bersamaku.


"Ntah sayang,namun sangat lucu sehingga perutku sangat kaku."jawabku.


David pun menenggelamkan wajahnya di perutku


"Hallo sayangnya daddy,apa kabar kamu didalam???maaf ya baru menyapamu,karena daddy sangat sibuk,maaf juga atas kejadian kemaren,daddymu ini lalai tidak bisa menjaga mommy dengan baik,really really sorry baby"katanya lalu membuka penutup perutku dan David pun menciumi perutku.


Aku selalu terharu setiap kali David menyapa bayi diperutku,kata katanya selalu membiusku sehingga aku selalu meneteskan air mataku.


"Dia baik baik saja sayang,karena kamu selalu menjaganya dengan baik,sudah jangan salahkan dirimu atas kejadian itu,karena itu murni kecerobohanku"lirihku dengan mengelus elus rambutnya.


"Syukurlah,kalau sampai dia tidak baik,aku tak akan memaafkan diriku sendiri.


Kalian berdua adalah hidupku,nafasku dan segalanya buatku"katanya nanar lalu mengecup keningku.


Sampai detik ini David masih merasa bersalah atas kejadian kemarin.


Berulang kali dia selalu meminta maaf dan maaf.


Karena sudah tidak ada lagi yang kami lakukan di kantor,kami pun memutuskan untuk pulang.

__ADS_1


__ADS_2