
Aku bergegas ke ruang kerja David dan mengambil buku tentang dasar dasar islam,lalu kembali ke teras di mana semua menungguku.
Dengan ngos ngosan aku menghampiri tiga dewa tampan
"Jangan lupa bawa ini sayang,biar kalau pak ustad bertanya kamu bisa menjawabnya"kataku dengan mengatur nafasku.
Plak.....
bukannya terima kasih namun David malah menepuk dahiku,dan kali ini agak kencang.
Merasa sakit aku pun mengelus keningku dengan cemberut.
"Kamu tu sayang,sudah susah payah ambil buku bukannya terima kasih atau apa malah di tepuk,"gerutuku dengan tangan yang masih mengelus keningku.
"Sudah berapa kali aku bilang,jangan berlari pikirkan,kenapa tidak didengarkan,"David pun ikut bersungut kesal,pasalnya baru tadi di kasih tau sekarang sudah di ulangi.
Raka dan Chris yang melihat pertengkaran kecil bosnya hanya tersenyum tanpa komentar.
"Sudah sana pergi,tu kasian mas Raka dan Chris sudah menunggu,"gerutuku lalu membalikan badan dan berjalan masuk rumah.
David menghela nafas panjang lalu masuk mobil di susul kedua asistennya itu.
Ibu,ayah serta Bunga yang melihat perubahan wajahku hanya diam tanpa bertanya.
"Sebaiknya kita ke kamar saja yah,kelihatannya Puput lagi bad mood"kata ibu yang langsung mendapat kekehan dari ayah.
"Memangnya kamu tau apa arti bad mood"kekeh ayah.
"Gini gini bahasa inggris ibu bagus yah,"bela ibu.
Ayah yang tidak ingin debat lebih jauh berjalan masuk meninggalkan ibu dan Bunga di teras.
"Lo lo kok ninggalin ibu,"ibu pun berlari menyusul ayah dan meninggalkan Bunga.
Bunga menghela nafas panjang,ikut masuk menuju kamarnya.
*******
Setibanya di kamar,aku pun merebahkan diriku di kasur,
Aku kembali mengelus keningku,
"Daviiiiddd awas kamu,gak akan aku kasih jatah,lihat saja!!!"aku pun tersenyum licik.
Rasa kesal pada David masih menyelimuti diriku,lalu aku pun mengambil ponselku
dan membuka buka media sosial
Di akun media sosialku,banyak sekali foto foto bersama David Reno,
tak terasa air mataku menetes,mengingat kenangan bersamanya.
"Akan aku simpan namamu di hatiku mas,bagaimanapun juga kamu pernah mengisi dan memberi warna hidupku,
__ADS_1
terima kasih untuk itu,ntah mengapa air mataku tidak berhenti menetes.
Aku yang lelah pun menurup media sosilaku dan berkelana lagi ke alam mimpiku.
******
Setelah sampai di rumah pak ustad,mereka pun di persilahkan masuk oleh art pak ustad.
"Mohon maaf pak,kami datang terlambat"Ucap Raka sambil tersenyum
"Tidak apa apa pak Raka"jawab pak Ustad.
"Perkenalkan pak,ini atasan saya pak David,beliau lah yang hendak mualaf besok,"
dan Pak David ini pas Ustad yang akan memualafkan bapak besok."Raka mengganti bahasanya.
"Dan yang satunya pak"pak Ustad menanyakan Chris.
"Saya hanya mengantarkan saja pak,saya belum siap mualaf"kata Chris basa basi.
Pak Ustad pun tersenyum.
Setelah saling mempekenalkan diri, pak ustad tanya jawab dengan David.
"Apa kamu sudah siap,untuk memeluk islam??"tanya pak Ustad
"Siap pak Ustad"jawab David
"Apa kamu yakin tidak ada paksaan???"tanya pak Ustad lagi
Dan begitu seterusnya,pertanyaan pertanyaan pak Ustad di jawab dengan gamblang oleh David,sehingga pak Ustad yakin kalau David benar benar ingin dan ikhlas masuk islam tanpa paksaan.
Mereka berempat pun mengobrol hingga tak terasa malam sudah semakin larut.
"Karena sudah malam kami pamit dulu pak Ustad"ucap Raka yang dapat perintah dari David.
"Iya pak Raka,terima kasih atas kunjungan kalian bertiga"kata pak Ustad.
David,Raka dan Chris pun beranjak dari tempat duduknya,sebelumnya Raka memberikan sesuatu pada pak Ustad.
"Apa ini pak Raka,"tanya pak Ustad heran.
"Ini dari pak David pak,dan maaf nominalnya tidak seberapa."jawab Raka dengan senyum khasnya.
Pak Ustad pun mengembalikan uang tersebut,namun di tolak Raka.
"Lebih baik uangnya di sumbangkan ke masjid pak Raka,ini sungguh sangat banyak"pak Ustad pun tidak enak.
"Untuk masjid,sudah ada anggarannya sendiri pak,jadi tolong jangan ditolak,takutnya pak David tidak enak"Raka pun memasang wajah melasnya.
Mau gak mau pak Ustad pun menerimanya setelah rayuan dari Raka,selepas itu pun mereka pulang.
Setelah sampai dirumah Raka dan Chris langsung pamit,karena besok harus mempersiapkan mualaf David seusainya harus ke kantor.
__ADS_1
Saat menuju kamarnya David ingat kalau tadi terjadi cek cok kecil denganku,
dengan langkah malas David masuk kamar dan merebahkan dirinya di sampingku,saat menengokku,terlihat sisa sisa air mata yang belum mengering di mataku.
David pun mengerutkan alisnya,lalu berguman
"Apa kau terlalu keras ya,sehingga dia sampai menangis,,
maafkan aku sayang,"
David pun mengecup keningku,dan menciumi tanganku sehingga aku yang asik traveling di alam mimpi pun terbangun.
"Kamu sudah pulang sayang??"tanyaku sambil menguap lalu duduk dan bersandar di ranjang.
"Baru saja sayang"jawab David lembut lalu menggapai tanganku dan menciuminya.
Aku yang heran dengan sikap lembut David, hanya menatapnya,pasalnya tadi sebelum berangkat dia marah padaku.
Aku pun meletakan tanganku di keningnya,
"Kamu tidak apa apa kan sayang,tidak habis kejedok,atau jatuh kan???"tanyaku dengan ekspresi heran.
"Maafkan aku,kalau aku terlalu keras padamu,sehingga kamu pun diam diam menangis"David pun lalu memelukku.
"Hahaah,David David kamu salah paham,namun baguslah jadi dia tidak memarahiku lagi"batinku sambil terkekeh.
David pun tak henti hentinya menciumku,
sangat terlihat di matanya kalau dia sangat sangat menyesal.
Lama kelamaan aku merasa aneh dengan ciumannya,
ciuman yang biasa kini sedikit demi sedikit berubah jadi ciuman panas.
"Sayang,aku menginginkannya"bisik David di telingan,seketika aku pun memelototkan mata,heran dengan bule satu ini baru beberapa jam yang lalu dia mengerjaiku habis habisan dan sekarang menginginkannya lagi.
"Sayang beberapa jam yang lalu kan sudah,kenapa sudah minta lagi.,"aku pun berusaha menolak permintaan David
Dengan tersenyum licik David pun membodohiku,
"tadi itu hukuman dan sekarang jatah yang harus kamu berikan sayang.
"Ya gak bisa gitu dong sayang,"aku mencoba menolak,,
"Apa kamu menolak dan tidak mau melayaniku,apa kamu tidak pernah mendengar berita sayang,kalau ada lelaki yang suka jajan di luar karena tidak diberi jatah istrinya"David pun berusaha membodohiku.
Baiklah,baiklah sayang",aku pun pasrah,
"Yes"kata David dengan semangat.
David pun melancarkan aksinya,mula mula merebahkanku,menciumku di bibir dan leher saat hendak melakukan lebih jauh,
Tiba tiba
__ADS_1
"Auuuuwwwwww sakit sayang".....