Suami Bule Ku

Suami Bule Ku
Dirumah camer


__ADS_3

"Are you ok" tanya ku yang membuyarkan lamunan David


"Yes,im ok". Jawab David lalu melemparkan tatapannya kepada ku.


"Ayo silakan duduk nak"Ayah mempersilahkan kami duduk.


Kami pun duduk bersama di ruang tamu.


"Ibu tinggal kebelakang sebentar ya,mau buat minum"ibu pun hendak beranjak hendak ke dapur.


"Tidak usah repot repot Bu,biar nanti aku saja yang buat."aku mencegah ibu untuk membuat minum.


David yang tak mengerti pun bertanya apa yang di katakan ibu.


Lalu aku menjelaskannya.


Usai mendengar penjelasan ku David berdiri sambil berucap"tunggu,aku keluar sebentar"


Dari ruang tamu kami melihat David keluar untuk menemui art dan sopir entah apa yang mereka bicarakan.


Tak lama David pun kembali dengan dua art lengkap dengan dua koper besar


"Ada apa sayang???tanya ku penasaran.


"Nothing! cuma mengingatkan tugas mereka saja jadi kamu dan ibu tidak perlu repot repot, tinggal tunjukan saja dimana lokasi pantry or kitchen nya biar mereka yang urus semua" David pun menjelaskan.


"Kami disini terbiasa melakukan semuanya sendiri sayang aalagi kalau mau ada acara besar seperti pernikahan dll,kami semua bergotong royong saling membantu dimana tetangga,saudara dan kerabat semua berkumpul untuk saling membantu menyiapkan ha hal yang kurang, jadi biarkan art, berbaur dan saling membantu sesuai yang mereka bisa saja,jngan sepenuhnya di bebankan kepada mereka lagipula mereka juga harus beradaptasi dengan tempat ini"aku juga menjelaskan kepada David.


David yang kurang begitu paham hanya mengangguk dan berkata"ok!bagaimana baiknya saja.


Art yang mendengar pembicaraan ku ikut menimpali" tidak apa apa nyonya,ini sudah pekerjaan kami!o... ya,dimana dapurnya? bisakah kami diantar ke dapur dan ditunjukan dimana letak perlengkapan dapur dll, serta ruang mana saja yang bisa kami bantuk bersihkan??"


Belum sempet aku menjawab,Bunga sudah beranjak duluan.


"Ayo kak aku antar sambil aku perkenalkan ruangan dalam rumah ini satu persatu".Suara Bunga yang nyaring penuh semnagat.


Art pun mengikuti langkah Bunga.


Dia berjalan didepan sambil ngoceh ngalor ngidul menjelaskan seperti pemandu wisata.


"Dasar bocah". Gumam ku.


Ibu yang melihat tingkah Bunga hanya bisa tersenyum dan geleng geleng.


Kami pun berbaur bersama sama.


Tak lama Bunga dan art datang dengan beberapa minuman hangat.


"O...ya tolong belanjaan yang kemarin bawa masuk ya?". Perintahku kepada salah satu art.


Tak lama art masuk dengan membawa dua karton besar.


Ayah dan ibu yang melihat pun heran,akhirnya ayah pun mengeluarkan suaranya


"Apa itu put?"tanya ayah dengan ekspresi heran.


"Hanya sedikit oleh oleh yah,beberapa baju dan mukena untuk kalian dan untuk saudara saudara serta tetangga dekat.


Ada juga beberapa makanan kering yang bisa dibagikan ke saudara atau tetangga"aku menjawab pertanyaan ayah dengan nerocos panjang kali lebar sambil beranjak membuka salah satu karton yang berisi banyak makanan.


Lalu aku kembali duduk dengan membawa beberapa toples kue kering untuk camilan pelengkap di meja.


"Kok banyak sekali!!!"tanya ibu tak kalah heran dengan ayah.


"Tidak apa apa bu,banyak berbagi banyak rezeki,lagian ini semua juga calon mantu ibu yang membelanjakan."jawabku sambil melemparkan tatapan kepada David.


Ibu yang terharu pun langsung beranjak dari kursinya melangkah kearah David dan memeluknya.


"Kamu ini memang mantu terbaik seantero jagat"ucap ibu gemas.

__ADS_1


Aku dan ayah pun hanya terkekeh melihat ibu yang memeluk David,sedangkan David yang kaget karena ibu memeluknya hanya tersenyum.


"Baiknya kalian istirahat dulu di kamar,kalian pasti capek,biarkan ibu dan adikmu menyipakan makan malam buat kalian"suruh ayah.


Aku yang memang sudah capek menggandeng tangan David untuk kuajak ke kamar,tanpa protes dia langsung saja mengikutiku.


Sesampainya di kamar David mengerutkan alis,matanya kembali traveling di setiap sudut kamar.


Aku yang memperhatikannya akhirnya melontarkan pertanyaan


"Kenapa sayang???"


"Nothing" jawabnya singkat.


David pun menuju tempat tidur lalu duduk di tepi ranjangku.


Aku pun berdiri di depan David dan langsung mengalungkan tanganku di pundaknya.


"Bagaimana sayang???apa kamu gugup karena besuk kita aka menikah?" tanya ku.


"Aku tidak gugup hanya perlu membiasakan diri saja disini."jawabnya sambil menatapku.


"Nanti kamu juga akan terbiasa"aku mengecup bibir David.


David pun langsung meraih tubuhku dalam dekapannya.


Kami saling berciuman hingga akhirnya kami berdua roboh di atas kasur dengan posisi aku di atas David.


Cukup lama kami berciuman hingga akhirnya kami memutuskan untuk istirahat bersama.


*******


Di sisi yang lain Raka memutuskan pulang lebih awal.


"Hai Chris aku pulang dulu"Pamit Raka dengan posisi di ambang pintu ruangan Chris.


"Tumben terburu buru,apa kamu ada jadwal kencan???"tanya Chris penasaran.


"Raka.... Raka"Gumam Chris sambil geleng geleng.


*****


Suara ketukan dan suara memanggil nama ku terdengar dari luar cukup keras,sontak membuat aku beranjak dari tempat tidur, meninggalkan David yang masih santai rebahan.


Aku pun membuka pintu kamar.


"Mba.... Makan malam sudah siap kalau mba mau makan duluan sama mas David"kata Bunga.


"Nanti saja kita makan bersama karena kami mau mandi dulu"timpalku


Usai mandi kami berdua keluar kamar untuk kembali berbaur dan makan malam bersama.


Banyak makanan tradisional yang di hidangkan oleh ibuk.


"Banyak sekali bu makananya?"tanya ku.


"Awalnya cuma sedikit karena ibu kira cuma kamu sama David tenyata bawa banyak teman jadi ibuk masak lagi, untungnya ada mbak-mbak cantik yang membantu ibu memasak,"kata ibu sambil berucap terima kasih pada mbak mbak karena sudah di bantu.


"Sama sama bu, sudah tugas kami"timpal salah satu art.


Akhirnya kami semua makan bersama.


Banyak hal baru yang David pelajari tentang makanan tradisional dan untungnya David mudah berdaptasi serta menyukai makanan Indonesia yang kaya akan rempah rempah.


Usai makan pun kami berbaur bersama dan David banyak memuji makanan yang di buat oleh ibu.


"Bagaimana nak David,apa kamu suka di sini???"tanya ibu.


Aku yang sebagai penerjemah pun menerjemahkan ucapan ibu.

__ADS_1


"Ya.... Saya senang sekali disini,dan mungkin ketika saya kembali saya akan selalu merindukan masakan ibu"jawab serta puji David.


Ibu pun tersenyum tak menyangka David suka dan mudah beradaptasi dengan lingkungan serta masakannya.


Kami pun bercanda dan tertawa bersama.


Mata David kembali traveling menuju setiap sudut ruang.


Aku yang penasaran pun bertanya kepada David.


"Sayang ada apa???dari awal datang sepertinya ada yang aneh dengan cara mu melihat rumahku"


"Nothing, cuma aku heran kenapa kalian bisa tinggal di rumah yang sekecil ini bahkan kamar tidur mu tak lebih besar kamar mandi ku.


Aku pun menghela nafas mencoba memaklumi karena dari kecil David tidak pernah tau kehidupan sederhana,dia hanya tahu hidup dalam kemewahan.


"Ini sudah termasuk besar sayang,diluar sana masih ada rumah yang jauh lebih kecil.


Lagi pula di kampung semua orang terbiasa merawat rumah sendiri jadi kalau rumah mereka terlalu besar akan susah merawatnya dan pastinya akan memakan bnyak biaya untuk sekali perawatan.


Jadi kebanyakan orang di desa membuat rumah sesuai kapasitas masing masing."Aku pun menjelaskan.


David pun menganggukan kepala tanda dia faham.


Ibu dan ayah yang tidak mengerti hanya terdiam dan ikut mendengarkan.


Lagi lagi David mengeluarkan suara yang membuat aku kagum padanya


"Kalian bisa pindah ke rumahku dan kalian tidak perlu memikirkan biaya maintenance rumah, tinggal menikmati hari tua dengan santai karena sudah ada kepala art yang mengatur.


Atau kalau perlu aku belikan rumah yang lebih besar dari ini"kata David yang membuat aku menatapnya.


Ibu dan ayah pun bertanya padaku apa yang di katakan David,setelah menjelaskan ibu dan ayah pun sedikit shock.


"Kami ini mau mau saja nak David.


Siapa yang tidak mau rumah mewah dengan fasiltas lengkap,gratis pula.


Cuma kami dari kecil tumbuh disini,adik.adik mu juga tumbuh besar disini.


Kami orang Indonesia selalu berpegang pada istilah kembali ketanah kelahiran.


Makan tidak makan asal kumpul,"jawab ayah.


"Benar nak David lagipula ibu disini juga banyak teman dan banyak tetangga kalau kami pindah kami harus beradaptasi dengan lingkungan baru,di lingkungan nak David cenderung individual kan susah buat ibu kalau mau ngerumpi"timpal bu sambil terkekeh.


Kami yang mendengar kata kata ibu pun ikut tertawa.


"Ibu ini ada ada saja"imbuhku.


"Ya intinya kami semua terbiasa mandiri dan melakukan semuanya sendiri" kataku menjelaskan kepada David.


David hanya mengangguk dan kagum akan orang Indonesia.


"Ternyata tak hanya kamu yang tidak suka uang namun keluarga mu juga.


Aku semakin kagum dengan kalian,sepertinya aku menemukan keluarga yang tepat."


Ucap David yang membuat aku semua tersipu mendengarnya.


Begitu pula keluargaku seusai mendengar penjelasnku.


******


Disisi lain David Reno yang selalu menghabiskan waktu di kamarnya,di kejutkan oleh ketukan pintu dari luar.


"Masuk" teriak Reno dari dalam kamar.


Saat pintu terbuka Reno terkejut melihat sosok yang berdiri di ambang pintu.

__ADS_1


..........


__ADS_2