Suami Bule Ku

Suami Bule Ku
Dimabuk asmara


__ADS_3

Kami pun menghabiskan malam bersama. Makan bersama,kami bercerita,bercanda serta melihat bintang.


Kami seperti dua insan yang sedang di mabuk asmara.


Hingga terbitlah sang Surya,


aku terbangun dalam keadaan David yang memelukku dari belakang.


Aku mencoba bangun perlahan agar tidak menggangu David yang tertidur pulas.


Namun tetap saja David menyadarinya dan ikut membuka matanya lalu berucap"mau kemana sayang."


"Aku mau mandi sayang lalu menyiapkan sarapan buat mu my love"jawab ku sambil mengecup pipinya.


"Kan sudah ada art yang menyiapkan semua jadi tetaplah disini menemaniku"pinta David sambil memegang tanganku.


"I know....Namun aku ingin jadi pasangan yang bisa melayani mu dengan tanganku sendiri tanpa melibatkan art,aku ingin belajar menjadi istri yang baik buat mu,selalu ada untuk mu setiap saat dan aku harus belajar mandiri tidak harus tergantung dengan art"kata ku menjelaskan.


"Thanks baby,you are the best"kata David Bryan lalu bangun dari tidurnya dan mengecup keningku.


"So mulai sekarang aku akan abdikan semuanya untuk calon suami ku dan semoga aku selalu bisa menjadi istri yang layak untuk mu"timpalku sambil memegang kedua pipi David bryan.


Aku pun beranjak kekamar mandi,dan tanpa aku sadari David Bryan pun mengekor di belakang ku,akhirnya kita pun mandi berdua.


Aku yang lebih dahulu selesai pun segera menyiapkan pakaian David Bryan dan menaruhnya di atas tempat tidur,setelah itu aku bergegas turun untuk membatu art menyiapkan sarapan.


Tak lama David Bryan pun selesai mandi dan mengenakan pakaiannya,karena lama tak turun aku pun menyuruh art untuk memanggil David di kamar,


terdengar ketukan dari luar kamar,David Bryan pun membuka pintu dan bertanya"Ada apa???"


"Maaf tuan,


tuan di tunggu nyonya di bawah untuk sarapan.


"Baik"ucapnya singkat dan David Bryan pun menuju bawah namun tidak mendapati apapun di meja makan.


David Bryan sedikit bingung lalu bertanya kepada salah satu art"Nyonya dimana?"


"Nyonya ada di taman belakang,tuan sudah di tunggu"jawab art tersebut.


Tanpa banyak bicara Bryan pun langsung menyusulku ke taman belakang rumah.


"Sudah kelar mandinya???"tanya ku kepada David Bryan yang sudah datang dengan wajah penuh tanda tanya.


"Sudah"jawabnya.


Lalu David bertanya


"Kenapa kita sarapan disini???"tanyanya dengan penasaran.


"Kali ini aku ingin sarapan dengan suasana dan nuansa yang berbeda,so aku menyuruh beberapa art menyiapkan semuanya"jawab ku.


David Bryan hanya mengangguk lalu duduk menghadap ku.


"Bagaimana menurut mu sayang, apa kamu suka?"tanya ku.


"Bagus dan terasa di alam,kamu memang pandai menciptakan suasana baru,i love u sayang"jawab David.


"I love u too"dengan senyuman yang mengembang di bibirku karena pujian dari David.


Kami pun sarapan berdua dengan perasaan yang bahagia.


Di sela sarapan kami,


David berucap,


"Jika kamu suka nuansa alam biar pak Herman membuatkan tempat khusus yang bisa kita buat untuk bersantai serta makan bersama di tanam dan sepertinya taman ini juga perlu dekorasi ulang biar lebih bagus dan lebih rindang dan kamu bebas menentukan jenis tanaman serta desain sesuai keinginanmu."


"Tidak usah sayang,begini saja sudah bagus. Aku tidak mau menghamburkan uanga mu hanya untuk hal yang tidak penting"timpalku sambil menggenggam tangannya.


"Kamu memang beda sayang,ini lah yang aku suka dari mu,imbuh Bryan sambil membalas genggaman tangan ku.

__ADS_1


Seusai sarapan,kami berkeliling taman sambil mengobrol serta bercanda dan sesekali aku manja minta gendong,David Bryan pun mengiyakan.


Hari ini adalah hari yang sangat membahagiakan dan Penuh canda tawa.


*****


Disisi lain David Reno yang berada di kamarnya mencoba tersenyum menyambut pagi.


Tak bisa di pungkiri bahwa dia masih patah hati,namun dia berusaha untuk tegar serta iklas menerimanya.


"Semoga kamu bahagia Put,karena kebahagian mu adalah kebahagian ku juga"batin David Reno.


Dering ponsel David Reno membuyarkan lamunannya.


David Reno pun menggapai ponselnya yang ada di meja kamarnya dan melihat panggilan masuk dari Elizabeth.


Tanpa pikir panjang David Reno pun menerimanya.


Mereka saling berbicara di telepon


Elizabeth menanyakan keadaan David Reno begitu pula sebaliknya.


Hingga akhirnya David Reno bertanya


"Bisakah kamu mengambil cuti selama beberapa Minggu???"


Elizabeth:"why?"


David Reno:"aku ingin menghabiskan lebih banyak waktu bersamamu,aku ingin kita berdua liburan keluar negeri.


Elizabeth:"are you serious?"


David Reno:"yes"


Elizabeth" aku akan mengaturnya tapi aku akan pastikan dulu jadwalku free serta aku pastikan ada yang menggantikan aku,baru aku bisa cuti."


David Reno" baik lah aku tunggu kabar baiknya, dan aku akan segera menyusul mu ke amerika.


"Maafkan aku Elizabeth,aku akan berusaha kembali mencintaimu,aku harap liburan nanti aku bisa mengenal mu lebih jauh lagi sebagai David Reno yang baru ataupun David Reno yang lama"batin David Reno sambil melepaskan pandangannya keluar jendela menatap luasnya hamparan langit yang tak bertepi.


*****


Tak terasa matahari tepat di atas kepala dan kami pun putuskan kembali kedalam rumah.


Saat masuk kedalam rumah,makan siang pun sudah tertata di meja makan.


Setelah makan siang aku mencoba menghubungi ibu,menanyakan semua persiapan pernikahan kami, apakah sudah semua atau masih ada yang kurang.


David juga sibuk menghubungi Raka menanyakan terkait perkembangan perusahaan bebebrapa hari terakhir ini.


Aku yang sibuk berbicara ngalor ngidul dengan ibu di telpon,memandang David dari jauh sedang berbicara dengan Raka by phone. Setelah panggilannya dengan mas Raka usai,David Bryan berbicara dengan pak Herman cukup serius,


entah apa yg mereka bicarakan.


Aku pun membiarkan mereka karena apapun yang David perbuat selalu demi aku dan keluarga kecil kita nanti.


Akupun melanjutkan obrolan ku dengan ibu dan adik ku,hingga akhirnya David memberi kode untuk pamit kekamar,aku pun mengiayakannya tak lupa David mencium keningku dan berbisik, "salam buat ayah dan ibu."


Aku pun membalas mencium pipinya dan tersenyum dan mengiyakan perintahnya.


David pun berlalu menuju kamar,sedangkan aku kembali duduk di ruang keluarga.


Setelah panggilanku usai,aku langsung menyusul David kekamar,dan mendapati David bersandar di tempat tidur sambil membaca buku karya DAVID J SCHWARTZ.


Aku yang penasaran pun memfokuskan mataku pada buku yang dibaca David.


"Eh....Sayang nama pengarangnya sama seperti nama mu,ucap ku jail membuyarkan konsentrasi David yang asik membaca.


David pun tersenyum dan menutup bukunya.


"Hanya sama nama depannya saja"timpal David sambil menaruh bukunya di meja sebelah tempat tidur.

__ADS_1


"Kenapa berhenti??"tanyaku dengan ekspresi tak enak


"Aku tidak ingin mengabaikan mu hanya karena membaca buku,aku bisa membacanya kapan saja di saat aku senggang,namun aku tak ingin melewatkan sedikitpun waktu tanpa mu"ucap David.


Aku yang mendengarnya pun langsung memeluknya penuh haru dan sedikit menyesal mengingat kejadian kemarin kenapa aku bisa setega itu menyakitinya.


"Thank you sayang"kataku


"You are welcome baby"sahutnya.


David pun mengecup bibir ku,dan akupun membalasnya,akhirnya kami berdua pun saling bermanja di atas tempat tidur,tiba tiba terdengar suara ketukan dari balik pintu kamar. David pun beranjak bangun dan mebuka pintu dan mendapati pak Herman menyampikan suatu hal dan memberikan sebuah bingkisan.


Setelah urusannya dengan pak Herman selesai David menutup kembali pintu kamar dan kembali ke tempat tidur tak lupa menaruh bingkisan yang di berikan pak Herman di atas meja.


"Apa itu sayang???"tanyanku penasaran.


"Nanti kamu juga akan tahu,mandilah dulu ini sudah sore,nanti setelah mandi bukalah bingkisan ini"kata David sambil menunjuk bingkisan yang di taruhnya.


Aku yang penasaran pun merengek,"boleh ya aku membukanya dulu"kataku penasaran.


"Nanti saja,mandilah dulu"Ucap David.


Aku pun tak mau membatah lagi ucapan calon suami ku,karena aku sudah berkomitmen untuk jadi calon istri yang baik dan patuh.


Aku pun berlalu kekamar mandi dan berkata."tumben kamu tidak ikut sayang"


David hanya tersenyum dan berkata"aku nanti menyusul."


Usai mandi akupun menuju David dan berucap, "katanya mau nyusul sayang kok tidak nyusul"gerutuku dengan mode memajukan bibir.


Lagi lagi David hanya kembali tersenyum,dan beranjak hendak ke kamar mandi tak lupa mencubit bibir ku yg masih mode monyong sambil berucap"awas kelamaan monyongnya aku makan ntar".


David pun terkekeh sendiri menuju kamar mandi.


Aku yang penasaran dari tadi segera membuka bingkisan yang sudah di siapkan David di atas tempat tidur.


Ternyata sebuah gaun yang sangat bagus serta mewah dan juga beberapa perhiasan sebagai pelengkapnya.


Aku pun takjub melihat bingkisan dari David.


Saat mengagumi apa yang David berikan,Tiba tiba akupun dikagetkan suara David dari depan kamar mandi.


Jika sudah melihatnya segera pakai"ucap David membuyarkan rasa takjub ku.


Aku tau Kamu pasti hanya melongo dan tersenyum sendiri melihatnya,gumam David dalam hatinya sambil menyalakan shower kamar mandi.


Aku pun segera memakainya dan tak henti hentinya bercermin,tak lama David pun keluar dari kamar mandi dan kagum melihat ku menggunakan gaun serta perhiasan yang dia berikan.


"Kamu sangat cantik sayang,


David pun melangkah mendekatiku lalu mengeluarkan tuxedo dari lemari Pakaian.


"Sayang aku sudah menyiapkan pakaian mu. kenapa malah mengeluarkan tuxedo?, memangnya kita mau kemana???"tanyaku bertubi tubi dengan rasa penasaran yang tinggi.


David hanya bisa tersenyum dan geleng geleng kepala.


Apa aku harus memakai baju ini untuk mengimbangi gaun yang kamu pakai???kata David sambil menunjuk baju yang aku siapkan.


Lalu David memakai tuxedo nya.


"Aku kan,cuma mencoba memakainya sayang." kataku dengan menggaruk kepalaku yang tak gatal.


"Hahahaha,tapi aku tak menyuruh mencobanya tapi untuk memakainya."timpal David.


"Memang kita mau kemana???tanya ku lagi untuk mempertegas.


"Sudahlah nanti kamu juga akan tahu,


Sopir sudah menunggu d bawah,segeralah bersolek"titah David padaku.


Aku pun segera menuruti titahnya dengan penuh tanda tanya

__ADS_1


..................


__ADS_2