Takdir Seorang Ibu Pengganti

Takdir Seorang Ibu Pengganti
Bab. 103 Jebakan


__ADS_3

Flash back.


Kehamilan Dee yang sudah besar membuat Dee enggan untuk bergerak. Dia menjadi cepat lelah dan lebih banyak mengantuk. Seperti siang ini, Dee yang sedang menonton televisi di ruang tengah tertidur dengan lelap.


Sebuah panggilan mengusik mimpinya yang indah. Dee terbangun dan menatap Emilio ada di depannya.


"Nona, Tuan David dan Nona Rosemary datang untuk menemui, Anda."


Dee memicingkan matanya. Dia pikir ada angin apa kedua orang itu datang kemari. Bukankah terakhir kali mereka bertemu di pesta mereka berselisih.


Dee menghela nafas.


"Aku akan cuci muka dulu, kau siapkan minuman untuk mereka."


Emilio membantu Dee bangkit baru setelahnya masuk kembali ke ruang tamu. Sepuluh menit kemudian, Dee datang ke ruang tamu. David dan Rosemary berdiri menyambut kedatangan Dee.


"Kane tidak ada di rumah, jika kalian punya kepentingan dengannya kalian bisa datang ke kantornya."


"Tidak Kakak Ipar, kami kemari untuk menemuimu. Kami ingin meminta maaf secara pribadi denganmu karena apa yang terjadi kemarin."


David melirik ke arah Emilio. Dee tahu maksud dari David.


"Emilio, kau boleh keluar."


Setelah Emilio keluar ruangan, Dee lalu mempersilahkan mereka duduk.


"Kau yakin ingin meminta maaf padaku. Namun, itu sepertinya terlalu naif. Aku tahu kau mengajakku kesana hanya untuk mempermalukanku!"


"Dan untukmu Rosemary, tidak mungkin wanita kelas atas sepertimu menerima kekalahan begitu saja dan dengan rendah hatinya meminta maaf padaku. Aku tahu kau bukan wanita seperti itu."


Rosemary tertawa. "Kau tidak seperti penampilanmu yang polos dan lugu. Kau sepertinya bisa menebak pikiran seseorang."


"Hmm, aku terbiasa hidup dilingkungan keras jadi tahu mana yang pura-pura dan mana yang tulus."


"Kau hebat kakak ipar, selain cantik kau juga pintar."


"Jika aku tidak cantik dan pintar tidak mungkin Kane akan lebih tertarik padaku dibanding wanita cantik lainnya. Dia mencintaiku karena kelebihan yang kumiliki yang tidak ada padamu dan yang lainnya, seperti Liliana," ejek Dee sambil mengusap perutnya dan melirik pada Rosemary.


Wajah Rosemary memerah, tangannya ditinjukan ke tangan lainnya. Namun, dia masih berusaha bersikap anggun.

__ADS_1


"Silahkan minum airnya jika haus. Udara sekarang terasa panas sekali."


"Hentikan basa basi nya. Aku kemari hanya ingin mengatakan padamu jika aku tahu hubungan gelapmu dengan seorang pria. Itu menjelaskan jika kau tidak sesuci yang terlihat, Dee."


"Itu masa lalu dan Kane tahu itu."


"Oh, sungguhkah? Jika kau melihat semua ini apakah kau masih bilang dia hanya masa lalumu?" Rosemary kehilangan kesabaran. Semua rencana yang telah dirancang oleh David dia abaikan.


Dia mengambil handphonenya dan menghubungi seseorang lewat panggilan video. Setelah terhubung sebuah senyum licik terlihat di bibirnya.


"Kau kenal pria ini kan?" tanya Rosemary memperlihatkan seorang pria yang terikat pada sebuah tiang.


"Ekhm dan ini juga," imbuh Rosemary.


Mata Dee terbelalak melihat Rizky dan Anna yang diikat dan dijaga oleh beberapa pria bertubuh besar. Kepala Rizky terkulai lemas mungkin dia dalam keadaan pingsan.


"Kau, apa yang kau katakan pada mereka?" tanya Dee panik.


"Bukan aku lebih tepatnya adik iparmu yang tampan ini."


David mengeluarkan nafas kasar dan melihat malas pada Rosemary.


"Sebenarnya ini alternatif lain jika kau tidak mau diajak berunding. Sepertinya sahabat ku ini tidak tahan dengan ejekanmu sehingga dia langsung mengancam."


"Kau jangan emosi dulu Kakak ipar, itu tidak baik bagi kesehatan janinmu."


"Cepatlah, aku tidak suka bertele-tele dan basa basi!"


"Begini, ayahku itu mau memberikan perusahaan keluarga kami pada kakakku. Itu tidak adil bukan karena kakakku itu hanya anak haram dari salah satu pelayan kami. Anak sahnya hanya aku. Aku dibesarkan untuk menjadi pemimpin di perusahaan turun temurun itu, tapi semua itu akan hancur jika Kane mengambilnya.''


"Tuan Park Yang lebih tahu mana anaknya yang layak mendapatkannya," tandas Dee membuat wajah David menegang untuk seper sekian detik. Namun, seperti biasanya wajah tampannya kembali terlihat hangat.


"Aku sudah mengurus perusahaan itu lama, jadi aku yang lebih layak."


"Lalu apa hubungannya dua temanku itu dengan masalahmu dan ayah mertua. Kenapa harus melibatkan aku?" ujar Dee tidak senang.


Perutnya sudah mulas mendengar pembicaraan ini. Dia tidak suka dihadapkan pada situasi sulit. Ingin rasanya dia merekam pembicaraan itu, tapi sayang handphonenya ada di kamar atas.


"Ayah akan menyerahkan perusahaan itu padaku jika aku yang memenangkan tender perusahaan."

__ADS_1


"Aku akan membebaskan kedua temanmu jika kau mau mengambilkan proposal milik Kakak yang di simpan di ruang kerjanya."


"Kau gila. Kau ingin aku mengkhianatimu suamiku sendiri."


"Kakak ipar, aku harap kau lebih bijak melihat situasinya. Kakakku tidak akan kehilangan perusahaannya. Lagipula aku yakin kakak juga tidak ingin mendapatkan perusahaan itu. Jadi tidak ada yang dirugikan. Aku akan menyerahkan beberapa tender kami pada Kakak sebagai gantinya. Nantinya, qku bisa memiliki perusahaanku sendiri dan kau bisa menyelamatkan dua sahabatmu itu. Hubungan keluarga kita membaik jika tidak ada yang tahu kejadian ini."


"Aku hanya perlu mendokumentasikan isi proposal itu, bukan mengambilnya dari kakak."


"Aku tidak mau mengkhianati suamiku sendiri! Lebih baik kau pergi dari rumahku sekarang.''


"Baiklah kalau begitu." David meminta handphone Rosemary.


''Kalian bunuh dua orang itu dan buang mayatnya ke septic tank!"


Dee terkejut, bangkit dan merebut handphone di tangan David.


"Apa yang kau lakukan. Jangan kau bunuh mereka!" seru Dee gugup dan panik. Pikiran jernihnya hilang seketika. Hanya mereka keluarga yang dia miliki dari panti, tidak ada yang lain.


Dia akan merasa berdosa dan bersalah kalau sampai sesuatu yang buruk terjadi pada mereka.


"Kalau begitu bawa berkasnya kemari dan semua akan baik-baik saja. Kakak tidak akan tahu yang terjadi. Kita akan rahasiakan ini.


Setelah itu Dee ke ruang kerja Kane mencari berkas yang dikatakan oleh David. Setengah jam kemudian, Dee kembali dengan berkas itu.


"Ini yang kau butuhkan kan! Coba cek dan setelah itu bebaskan temanku!"


David melihat isi berkas dan tersenyum penuh kemenangan. Sedangkan Rosemary menatap ke seluruh ruangan ini dan memikirkan cara untuk menyingkirkan wanita di hadapannya. Dia ingin menjadi ratu di hati dan rumah Kane.


Berkas di foto secara keseluruhan. Dee duduk dengan lemas di sofa. Rasanya seperti tidak karuan karena dia telah mengkhianati suaminya sendiri. Entah apa yang akan Kane lakukan jika tahu ini.


Dia yakin Kane mau mendengarkan alasannya nanti. Kane tidak akan seburuk itu membuangnya karena kesalahan yang terpaksa Dee lakukan.


"Sekarang bebaskan kedua sahabatku!" ucap Dee pada David setelah semuanya selesai.


"David, kau tidak bodoh kan dengan melepaskan dua sahabatmu itu. Bisa saja Dee bercerita tentang ini pada Kane dan Kane merubah isi proposalnya. Bukankah itu akan merugikan mu," ujar Rosemary lembut pada David.


"Kau benar."


"Bres$3k kalian. Kalian tadi berjanji untuk membebaskan kedua temanku jika aku memberikannya!" seru Dee emosi.

__ADS_1


"Kau jangan marah-marah kakak ipar. Itu tidak baik untuk kesehatan janinmu. Kau jangan khawatir, kedua temanmu akan kupastikan selamat jika aku sudah memenangkan tender itu."


"Dan kau bisa menjemput mereka langsung di rumah keluarga Yang," imbuh Rosemary.


__ADS_2