Takdir Seorang Ibu Pengganti

Takdir Seorang Ibu Pengganti
Bab. 65 Luka Lama


__ADS_3

"Dee! Akhirnya aku naik jabatan! Apa kau tahu aku benar-benar mendapatkan keuntungan saat ini! " Rizky berseru bahagia. Wajahnya berseri-seri memasuki rumah milik Dee.


"Kenapa kau tiba-tiba menjadi heboh?" tanya Dee. Wanita itu tergopoh-gopoh menyambut kedatangan Rizky.


"Aku naik jabatan! Akhirnya setelah mengabdikan diri, aku naik jabatan!" Rizky terus berteriak senang. Ia memperlihatkan surat pengangkatan dirinya sebagai manajer.


"Benarkah? Kalau begitu Kau harus mentraktir kami! Kau diangkat jadi apa? Aku mau lihat!" Dee membalas dengan wajah berseri-seri. 


Ia melihat kertas yang diberikan oleh Rizky. Surat tersebut berisi surat keputusan yang sah dari perusahaan. Mau bagaimanapun sebagai seorang sahabat wanita itu juga senang bila  Rizky mendapatkan kehidupan yang lebih baik.  


"Kau tahu. Jabatanku sebagai seorang manajer. Ini adalah mimpiku selama ini. Usahaku tidak menghianati hasil," ucap Rizky.


"Semua karena kerja kerasmu. Kau harus bangga karena tel telah meniti karir dari nol. Perjuanganmu benar-benar sangat hebat. Orang lain belum tentu berada di posisimu saat ini. Kau harus banyak-banyak bersyukur. Kau mendapat kepercayaan naik jabatan karena hasil kerja kerasmu. Aku harap kedepannya kau tidak akan sombong dan melupakan Siapa kamu sebelumnya. Bisa saja seseorang kalap saat ia sedang berada di atas." Dee menasehati Rizky. Namun senyuman Rizky mendadak menghilang. Dee mengerutkan keningnya.


"Ada apa?" tanya Dee. 


"Aku tidak apa-apa. Ngomong-ngomong aku mendapatkan undangan pesta. Dan aku tidak memiliki keluarga di sini. Apakah aku boleh mengajakmu serta Jason untuk memenuhi undangan dari kantor? Maksudku, hanya untuk saat ini. Kau tahu jika ini moment yang sangat penting untukku, Dee." Rizky berbicara dengan lembut. Akan tetapi, pria itu menatap Dee dengan pandangan mata yang penuh harap.


"Aku tidak ingin terlalu berharap banyak dariku. Tapi, pesta ini sangat penting bagiku karena aku di sana akan datang sebagai seorang manajer baru." Rizky menambahkan. Hal itu semakin membuat Dee merasa tidak enak.


"Aku hanya memiliki kalian." Lagi-lagi Rizky menambahkan. Dee menundukkan kepala. Ia malu bila dihadapkan hal seperti ini. Sebenarnya Dee ingin sekali membalas semua kebaikan dari Rizky. Namun ia selalu tak memiliki kesempatan untuk melakukannya.

__ADS_1


" Ya ampun. Haruskah sampai seperti ini? Kami harus berpura-pura sebagai keluarga? Tapi Rizky selalu membantuku selama 5 tahun belakangan ini. Saat aku susah tanpa pamrih Rizki selalu membantuku. Pantaskah aku melupakan semua bantuannya selama ini? Terlebih Jason pasti akan senang saat pergi bersama Rizky di satu pesta.  mungkin hanya kali ini saja kesempatanku untuk membalas kebaikan Rizky selama ini." Dee membatin ragu.


"Baiklah. Tapi kita harus berbicara dengan Jason terlebih dahulu. Kau tahu kan bocah itu bilamana dia lepas kendali? Jason akan membuat keributan dimana-mana. Aku khawatir saat berada di sana dia akan membuatmu malu. Untuk itu cobalah berbicara dengan Jason terlebih dahulu. Kau kan dekat dengan Jason." Dee berbicara sambil berjalan mencari Jason.


Di belakangnya, Rizky tersenyum dengan lebar. Harapannya terkabul. Ia akan menjadi keluarga bersama Jason dan wanita pujaannya. Meskipun ini hanyalah sebuah sandiwara, tapi setidaknya mereka akan terlihat seperti sebuah keluarga.


"Jason, Apakah kau mengerti dengan apa yang Om Rizky jelaskan?" Dee berjongkok untuk mensejajarkan tingginya dengan sang putra. 


Sebelumnya Rizky sudah berbicara tentang rencana kepergian mereka ke satu pesta. Seperti biasa, Jason akan sangat patuh saat Rizky menjelaskan.


"Iya, Ma. Jason mengerti. Om Rizki, Jason janji. Jason berjanji akan menjadi anak yang baik saat di pesta itu. Kalau begitu hari ini kita akan bersenang-senang? Apakah di sana nanti akan menyenangkan?" Jason terlihat bersemangat. 


Diam-diam Dee menyesal karena tidak pernah mengajak Jason untuk bersenang-senang hanya sekedar pergi ke taman bermain. Kesibukannya dalam mencari uang membuat wanita itu harus menahan sesak saat Jason seringkali memintanya untuk pergi berpiknik.


Malam yang ditunggu pun tiba. Rizky, Dee maupun Jason datang ke pesta. Mereka bertiga memakai topeng khusus yang sudah disediakan oleh Rizky. Dee menggenggam tangan Jason dengan erat. Wanita itu takut bila Jason akan lepas dari genggamannya. 


Bocah kecil berusia 5 tahun tersebut memang sangat aktif. Dee sendiri menyadari bila IQ Jason memang sedikit lebih tinggi dibanding anak lain seusianya. Untuk itu d terkadang dibuat kesal karena Jason terlalu aktif. Dee juga takut bila Jason akan membuat ulah.


Di sisi lain Kane sendiri datang ke pesta tersebut. Hal itu dikarenakan Kane merupakan salah satu dari investor besar yang diundang secara khusus. Pria tampan dan gagah itu datang bersama Rosemary. Keduanya berjalan beriringan dan sukses membuat banyak orang menatap iri pada pasangan yang terlihat serasi tersebut. Mereka berdua berjalan memasuki lift.


Akan tetapi ditutup, satu keluarga masuk ke dalam sana. Tentu saja membuat  Kane dan Rosemary harus menggeser tubuhnya ke belakang. Namun sesuatu  menarik perhatian Kane.  

__ADS_1


Pria itu menajamkan telinganya untuk mendengarkan dengan lebih pasti bahwa ia mengenali suara tersebut. Sedangkan Dee, tidak bahwa pria di belakangnya adalah Kane. 


"Jason, Apakah kau masih ingat Apa yang mama katakan padamu? Kau sudah berjanji bahwa kau akan menjadi anak yang menurut." Suara lembut Dee menyentak tubuh Kane.


"Benar. Kau harus mendengarkan apa kata mamamu. Kau juga sudah berjanji padaku kalau kau akan menjadi anak yang patuh. Untuk malam ini, jadilah anak yang baik. Jangan membuat kekacauan!" Suara seorang pria menarik perhatian Kane. 


Kane menoleh ke arah sumber suara. Ia sepertinya pernah mendengar suara tersebut tapi entah di mana. Pandangan Kane kembali tertuju pada bocah kecil itu.


"Baik, Mama."


"Jadi? Kau sudah bahagia bersama pria lain? Bahkan kalian sudah memiliki seorang putra. Mengapa kau malah memilih untuk hidup bersama dengan mantan kekasihmu?" Kane membatin seraya mengepalkan kedua tangannya.


"Cinta yang telah kujaga, ia telah lari dari dekapan. Menorehkan luka tak bertepi. Bahkan sampai detik ini, hanya aku yang mencinta? Apakah kebersamaan kita dulu bukan apa-apa bagimu?" Kane membatin miris. 


Ia memejamkan kedua matanya sejenak. Tanpa sengaja mata Dee bertubrukan dengannya saat Jason merengek ingin digendong Rizky. Mata sendu yang teduh dan sarat akan kelembutan. Sepasang mata yang selama 5 tahun ini menjadi mimpi indah untuknya.


"Dee Sayang, apakah kau mengenaliku?" Kane membatin dengan hati yang berdebar. Ia mendamba bahwa sang pujaan hati akan mengenalinya. Kane lupa, bahwa saat ia pun juga sedang mengenakan topeng.


"Anu, maaf. Anak saya sedikit rewel. Maafkan saya karena telah membuat Anda berdua tidak nyaman. Jason, jangan begitu! Kau membuat gaduh, padahal mama baru saja mengingatkanmu!" Dee menatap Jason yang ada di dalam gendongan Rizky dengan mata melotot. Membuat Jason merekatkan pelukannya di dada bidang Rizky.


"Sudah kubilang, kau jangan terlalu keras padanya. Aku tidak suka!" Rizky menarik pinggang Dee. Wanita itu hanya menurut saja karena Rizky akan selalu membela putranya.

__ADS_1


"Mama dengar kan Ayah Iky bilang apa!" ujar Jason.


"Kau itu?" Dee mencubit gemas hidung Jason.


__ADS_2