Takdir Seorang Ibu Pengganti

Takdir Seorang Ibu Pengganti
Bab. 112 Kekecewaan Terdalam


__ADS_3

Dee terdiam melihat kemarahan di wajah Kane. Dia duduk dengan tenang menatap ke arah Kane yang duduk di sebelahnya. Wajah tegang nampak dari wajah Rose.


Park Yang duduk dengan tenang menatap ke semua orang bergantian. Lalu fokus pada Dee yang duduk di depannya.


"Dee kau ingat apa yang kukatakan sewaktu di rumahku waktu itu? Kau ingat kau janji untuk apa?"


Mata Dee menahan untuk sesaat menaikkan pandangan pada Park Yang. Lalu untuk sesaat dia terlihat tenang kembali.


"Well, aku hanya menuruti ucapanmu bukan atas kehendakku. Waktu itu tidak ada pilihan lain sehingga aku mengiyakan."


"Ya, aku lihat keadaannya sudah berbeda." Kane menatap ke arah Dee meminta penjelasan.


"Dia ingin pergi darimu selamanya," terang Park Yang.


Kane menatap tajam ke arah Dee. "Bukan begitu cerita sebenarnya, nanti aku yang terangkan."


"Jika bukan seperti itu lantas apa yang benar Dee? Apa karena kau sudah memperdaya Kane lagi sehingga berpikir untuk bisa bersama nya?" balik Park Yang.


"Tuan Yang, aku tahu, aku orang kecil tapi aku tidak aku tidak akan berbohong untuk keuntunganku sendiri. Tidak seperti kau yang membolak-balikkan fakta yang ada."


"Bukankah kau menyuruh orang untuk menculikku dan membawaku ke rumahmu? Oh ayolah, berkatalah yang jujur dengan semua yang terjadi. Aku diam karena tidak ingin Kane menjadi sedih karena tahu kenyataan jika ayahnya hanya menjadikannya sebagai mesin pencetak uang saja."


"Dee, kau keterlaluan!" bentak Park Yang sambil memukul tongkatnya ke lantai dengan keras.


"Ini yang buat aku tidak setuju kau menikah dengannya Kane. Dia bukan wanita baik yang bisa kau atur dan percayai. Dia sudah pernah mengkhianatimu dan pasti akan melakukannya lagi suatu saat nanti. Ada baiknya kau tahu sifat aslinya, Kane."


Dee memejamkan matanya yang bergetar, menahan kemarahan yang bergejolak di dada.


"Dee masuk ke dalam. Biar aku selesaikan masalah ini sendiri."


"Tapi Kane aku harus menjelaskan semuanya terlebih dahulu. Semua itu tidak seperti itu, itu karena...."

__ADS_1


"Dee! Masuk sekarang," bentak Kane dengan wajah memerah dan menegang membuat Dee menelan kata-katanya kembali.


Dee berjalan menaiki anak tangga ke kamarnya. Dada Dee bergemuruh hebat karena takut jika Kane lebih percaya pada ayahnya dan meninggalkan semuanya.


"Aku suka kau menjadi seperti itu. Seorang istri memang harus menunduk pada suaminya agar dihormati."


"Okey, apa yang Ayah inginkan sekarang katakan," ucap Kane sambil mengambil rokok dari saku baju dan menyalakannya.


"Aku kemari ingin mengatakan jika aku mau hubungan kau dan Rosemary tetap berjalan sesuai rencana. Kau sudah janji untuk menikahinya dan kau harus melakukan hal itu."


"Kane aku sangat mencintaimu dan aku rela menjadi yang kedua asal kita bisa menikah," ucap Rosemary.


"Apa kau sedang bermimpi!"


"Kane hubungan kita telah terjalin selama bertahun-tahun dan dalam. Aku sudah menyerahkan diriku selama ini kepadamu."


"Aku tidak memintanya. Kau yang datang merayu padaku di saat aku sedang mabuk dan aku hanya seorang pria yang butuh pelampiasan," ujar Kane santai.


"Tapi...."


"Aku hamil," ujar Rosemary membuat semua orang yang ada di ruangan itu terdiam dan menutup mulutnya.


"Karena itukah kau rela menjadi kedua?" tanya Ayah Ben yang sebenarnya tidak setuju dengan keinginan anaknya untuk menjadi istri kedua Kane. Anaknya terlalu berharga untuk hanya sekedar madu dalam pernikahan.


Air mata Dee jatuh seketika saat mendengar pengakuan Rosemary. Dia menyentuh dadanya yang terasa sesak. Menggigit keras bibirnya agar suara tangisannya tidak keluar.


Dia langsung masuk ke kamarnya dan membenamkan diri dalam tempat tidur. Hatinya teramat sakit.


Bertahun-tahun dia masih setia dengan perasaannya dan kini mendengar jika Kane telah mendua.


Setengah jam kemudian, Kane masuk ke dalam kamar. Dia melepaskan jas yang membalut tubuhnya yang kekar dan meletakkannya di gantungan baju sebelah pintu, lantas melepaskan dasi yang terasa mencekik lehernya serta menggulung lengan bajunya ke atas.

__ADS_1


Dee duduk di tempat tidur terdiam menatapnya. Dia tersenyum kecut.


Kane duduk di sebelahnya. "Katakan yang ingin kau katakan, mungkin sebuah pembelaan diri? Aku ingin kau membela dirimu sendiri."


"Tidak ada yang ingin kukatakan karena itu semua benar. Aku berkhianat padamu dan aku pun ingin pergi dari hidupmu. Jika kau ingin menikah dengan Rosemary silahkan. Aku akan pergi. Lagi pula dia sedang hamil anakmu kan?" ujar Dee dengan suara gemetar.


"Itu bukan anakku!" ucap Kane tegas.


"Bagaimana kau bisa seyakin itu? Lagipula itu anakmu atau bukan tidak masalah bagiku karena aku juga tidak ingin bersamamu lagi."


"Bohong," ucap Kane hendak menyentuh Dee tapi Dee memalingkan wajahnya dan tangan Kane menggantung di udara.


Kane mengusap wajahnya kasar. "Aku tahu aku salah," ujarnya. "Aku minta maaf."


"Mudah mengatakan maaf. Jika itu aku, apa kau akan memaafkan?".


Kane terdiam. Dia hanya duduk termenung, menyesali semua yang terjadi.


"Aku hanya pria biasa Dee. Bukan malaikat yang akan setia setelah merasa terkhianati. Namun, satu hal. Aku tidak pernah membiarkan diriku memberikan benihku pada perempuan lain selain kau," ucap Kane penuh penyesalan.


"Lalu apakah itu membuat perbedaan dari keadaan ini?" tanya Dee dengan suara serak dan tercekik.


"Di sini seolah kau masih menyalahkan ku jika semua ini terjadi karena aku yang berkhianat."


"Satu hal yang harus kau tahu, jika aku sudah mengatakan semua itu pada Pak Jhon dan ingin menceritakan semuanya padamu agar tidak terjadi kesalahpahaman. Namun, Pak Jhon ingin agar Ayahmu tahu kalau David menggunakan cara kotor untuk menjatuhkanmu. Selain itu Pak Jhon juga ingin agar kau bisa menjadi pemimpin di grup Diamond agar kau tidak selalu disepelekan oleh keluarga ayahmu. Aku menuruti rencana itu."


"Ayahmu sudah tahu kejadian ini sebelum kau tahu. Namun, Ayahmu sudah tahu dan ingin memberi pelajaran pada David dengan semua yang terjadi. Dia berjanji padaku akan menerangkan semuanya padamu."


"Ketika kau pergi dengan Jesper, aku datang padanya meminta tolong untuk menjelaskan semuanya padamu. Dia malah hanya menawariku sejumlah uang sebagai kompensasinya. Katanya kau sudah terlanjur kecewa dan marah padaku. Kau tidak ingin melihatku lagi. Kau menyelesaikan semua urusan kontrak kita pada ayahmu."


"Untung ada Kakak yang memberiku kekuatan untuk bangkit lagi dan ada Jason membutuhkanku hingga masalah ini tidak membuatku gila."

__ADS_1


"Demi Tuhan, aku tidak ingin mengkhianatimu sama sekali. Semua sudah diatur oleh Ayahmu dari awal agar kau bisa menjadi pemimpin perusahaan. Dia sadar jika David yang memimpin malah akan menghancurkan perusahaan itu sendiri," ungkap Dee.


"Tapi semua pengorbananku kini terasa sia-sia. Aku pikir semua akan baik-baik saja, aku tidak harus membuka kejahatan ayahmu padamu. Kau kembali padaku dan kita bersama. Namun, mendengar kau menghabiskan waktu bersama wanita itu membuatku sakit Kane, hatiku nyeri dan kecewa padamu."


__ADS_2