Takdir Seorang Ibu Pengganti

Takdir Seorang Ibu Pengganti
Bab. 86 Berbagi Rasa


__ADS_3

Jesper lantas pergi menelfon Jason memakai handphonenya. Jason yang sedang memainkan game kesukaannya langsung menerima panggilan itu. Dia hafal ini nomer handphone miliknya.


"Bandit kau, kau melanggar perjanjian kita seharusnya aku yang pulang ke rumah Mama."


"Jason aku punya kabar penting."


"Hmm ... kabar apa? Cepat katakan, sebelum aku semakin marah padamu. Ini hari Jum at jadi aku masih di sini sampai senin dan itu karena kau. Aku bisa mati bosan di sini. Yang bisa ku kerjai paling Cendolmu itu."


"Candy," ujar Jesper.


"Aku memanggilnya Cendol hitam!"


"Okey, sekarang Mama bekerja di kantor Papa, tepatnya di cafe milik papa. Mereka terlihat sedang bertengkar, mungkin. Namun, aku yakin jika mereka sebetulnya saling mengenal dan bisa jadi kau dan aku memang saudara kembar yang terpisah."


"Kok bisa sih?"


"Nah itu yang harus kita cari tahu penyebabnya."


"Mama Papa bertengkar?"


"Ya, Mama bersama dengan pacarnya dan Papa bersama Tante Rosemary," terang Jesper.


"Oh Papa juga punya pacar? Baguslah, berarti Papa memang keren banyak wanita yang suka padanya."


"Jason, apa kau ingin jika Tante Rose jadi ibu tirimu?"


"Aku kan tidak akan tinggal di sini lagipula Papa itu Papa durhaka, suka memukulku. Aku tidak suka padanya. Aku lebih suka Ayah Iky yang jadi ayahku."


"Jason, apakah kau tidak ingin kita bersama lagi?" tanya Jesper. Dia tahu jika Papanya itu menyebalkan tapi dia tidak terima jika papanya dibandingkan dengan pria lain.


"Hmm aku tidak tahu... kecuali jika Papa bersikap baik padaku mungkin aku akan mempertimbangkannya."


"Mama orang yang baik, Papa pasti akan jadi Papa yang baik jika bersama Mama. Papa hanya kesepian jadi dia bersikap seperti itu."

__ADS_1


"Kau benar. Papa akan marah bila membahas Mama. Mama itu orang paling baik, pasti ada yang tidak beres sehingga membuat Papa marah."


"Akhirnya kau bisa berpikir juga, Jason."


"Aku kan memang pintar," ujar Jason di balik telephon sedangkan Jesper yang mendengar hanya memutar bola matang malas. Menyelesaikan soal ujian saja dia tidak bisa.


"Terus terang Jason, aku tidak bisa mendekati Papa, kau kan yang bisa. Coba dekati dia. Kita pancing agar Papa dan Mama dekat sambil menyingkirkan pasangan mereka masing-masing."


"Hamm aku jadi penasaran seperti apa Tante siapa itu, jika aku melihatnya akan ku kerjai habis-habisan."


"Ya, tugas kita selanjutnya adalah menyatukan mereka."


"Jesper, jika kau adalah saudaraku, kenapa Papa hanya tahu kau saja ya? Dia tidak pernah mencariku padahal kami sudah bertemu dua kali, tapi dia tidak mengenaliku," kata Jason sedih.


"Rambutmu panjang dan kau mungkin menutup wajahmu, jika Papa melihat dia pasti akan mengenalimu," kata Jesper sambil mengawasi pergerakan kedua orang tuanya dari tempat tersembunyi.


"Kau benar, aku baru ingat dua kali aku pakai topeng sewaktu bertemu dengan Papa, mungkin karena itu Papa tidak mengenaliku."


"Sudah dulu ya, besok aku akan menghubungimu lagi."


"Senin po...." Panggilan diputuskan oleh Jesper yang tahu jika Jason pasti ingin mereka kembali ke rumah masing-masing. Jika itu terjadi maka rencananya akan gagal karena Jason juga terlihat menyayangi Pacar ibunya. Mereka juga terlihat dekat.


***


Setelah satu jam bergelut di dapur akhirnya Dee menyelesaikan masakannya. Mie pangsit kesukaan Kane lengkap dengan udang besarnya.


Dia juga sudah menyiapkan Jus lemon sebagai minumannya. Dee membawanya ke depan Kane yang menunggu dengan sabar Dee memasak. Di samping Kane nampak Rosemary yang menekuk wajahnya.


"Kau itu masak lama sekali, pelanggan bisa kabur kalau begitu caranya."


"Maaf, Nona cantik, masakan ini tidak ada dalam menu yang tersedia dan dibuat khusus olehku jadi kau dilarang untuk protes. Jika mau protes tuh ke comberan saja. Karena di sana sumbernya kotoran orang dikumpulkan jadi satu. Hmm," ujar Dee.


Kane membuka tutup makanan dan menghirup aroma segar masakan yang keluar. Masih sama seperti yang dulu. Bibirnya tersenyum sangat tipis sekali, nyaris tidak terlihat. Dia lalu menatap ke arah Dee dengan tajam.

__ADS_1


"Aku tidak memberi apapun sungguh," tegas Dee yang faham dengan kecurigaan Kane.


"Ya, kau bisa saja meracuni kami," ujar Rosemary mempunyai celah untuk menjelekkan Dee.


"Terkadang orang itu tidak bisa membedakan mana racun dan mana madu. Terima saja dibodohi orang lain. Harus hati-hati dengan semua orang apalagi dengan orang yang pura-pura manis tapi merencanakan sesuatu yang jahat," sindir Dee sekali lagi pada Rosemary sehingga membuat wanita itu terdiam.


"Kau coba dulu," kata Kane. Dee mendekat dan menunduk. Untuk sesaat jarak wajah mereka sangat dekat sehingga nafas Kane terasa di pucuk rambut Dee.


Dee lantas mencoba kuah masakan itu. "Lihatkan? Aku masih hidup, tidak ada yang aneh."


"Pangsit nya, kau belum mencobanya," ujar Kane. Dee menggigit pangsit itu.


"Sudah, apa kau masih tetap makan bekas ku, aku kira tidak kan? lebih baik aku ambil mangkok ini dan punya Nona Rosemary untukmu," ujar Dee. Hendak mengambil mangkuk Kane. Tapi Kane memegang tangan Dee.


"Kita dulu suka makan satu piring kenapa tidak?" jawab Kane sambil mengambil sendok di tangan Dee.


Wajah Dee memerah seketika. Tidak mengira jika Kane yang suka kebersihan masih mau berbagi makanan dengannya. Dia melihat je arah lain.


Beberapa orang yang mendengar menutup mulut karena terkejut dan saling memandang. Mereka ingin tahu lebih dalam apakah hubungan keduanya sebelum ini?


Rizky sendiri menatap marah pada Kane. Pria ini benar-benar ingin mengambil Dee darinya untuk kedua kali. Jika dia tidak cepat bertindak maka tidak akan lama lagi mereka pasti akan bersama dan sia-sia semua penantian panjangnya. Dia tidak ingin kehilangan Dee untuk kedua kalinya.


"Kalau begitu aku akan pergi," kata Dee.


"Kau temani aku makan saja baru pergi."


Kane melakukan itu hanya ingin membalas dendamnya pada Rizki jika dia bisa berbuat apapun untuk bisa merebut Dee lagi. Ini baru awal dan pria itu harus tahu posisinya. Dia bukan saingannya.


"Kau duduk di sini saja," ujar Kane menunjuk kursi di depannya.


Dee lantas duduk. Menunggu Kane makan dengan lahap.


Rosemary sendiri sudah sangat kesal dan marah tapi tidak bisa berbuat apapun. Hal yang paling membuatnya kesal adalah makanan itu ternyata sangat enak sehingga dia tidak tahu bagaimana cara untuk mencelanya. Dia harus mencari akal untuk menjauhkan Dee dari Kane. Bila seperti ini terus mereka bisa bersama lagi.

__ADS_1


__ADS_2