
Kane sudah tidak tahu lagi bagaimana mengatur Jesper. Dia memijit pelipisnya yang mulai terasa pening.
"Kau tunggu ayah pulang nanti malam. Kita lihat hukuman apa yang cocok untukmu!" Kane menutup panggilan itu.
"Sabar Kane, Jesper hanya butuh seseorang untuk memperhatikannya. Dia hidup di lingkungan lelaki dan butuh sentuhan seorang wanita," ujar Rosemary.
Kane hanya terdiam. "Di rumah ada banyak pengasuh wanita."
"Itu sangat berbeda, Kane," ujar Rosemary memberi tanda.
"Aku tahu apa maksudmu, Rose hanya saja aku belum siap memulai hubungan baru lagi."
"Sampai kapan aku harus menunggumu Kane, kita telah bersama lagi selama setahun ini tapi kau tidak memberi tanda atau sinyal apapun." Perkataan Rosemary terhenti ketika ada seorang relasi datang mendekat.
"Hallo Tuan Kane, senang bertemu Anda di Kabupaten Intan Jaya," sapa orang paling nomer satu di daerah ini.
"Saya juga senang bertemu dengan Anda."
"Anda datang bersama siapa ini? Istri Anda?" tanya orang itu. Rosemary mengulurkan tangan hendak mengatakan jika dia adalah kekasih Kane.
"Oh bukan, dia adalah temanku," jawab Kane.
"Ya, saya kira Nona cantik ini Istri Anda." Kane tersenyum getir sambil menatap ke arah Dee.
Sampai saat ini, status Dee masih istrinya dalam kependudukan dan administrasi. Mereka berdua sama-sama belum mengajukan permohonan perceraian. Berarti Dee dan Risky menikah dibawah tangan.
"Saya pergi dahulu menemui tamu yang lain, setelah ini kita akan membahas tentang proyek jalanan utama di kabupaten ini yang ingin saya bangun," ujar kepala daerah itu.
"Saya akan siap membahasnya kapan pun, tapi saya harus kembali nanti malam."
"Oh, sayang sekali. Kita bisa membicarakan lagi lewat internet," ujar Kepala Daerah itu.
"Anda benar," ungkap pria itu meninggalkan Kane. Wajah Rosemary nampak ditekuk setelah itu, tapi Kane tidak peduli.
Kane duduk di meja bar, tepat ada di depan Dee hanya saja dipisahkan oleh lantai dansa.
__ADS_1
Dia lebih serius mencuri tatap ke arah Dee yang asik bercengkrama dengan keluarga kecilnya. Mereka tampak bahagia, berbicara dan bercengkrama serta tertawa bersama."
"Aku mencari kalian tapi tidak ada di sini?" ujar Rizky yang sempat pergi menemui atasannya tadi.
"Aku menjemput Jason. Dia sangat lama sekali di toilet. Aku takut terjadi apa-apa dengannya."
"Mama saja yang terlalu khawatir, aku sudah katakan jika aku sudah besar dan dewasa bisa melakukan apapun sendiri," ungkap Jason dengan membusungkan dada.
"Bisa melakukan apapun sendiri, giliran ada pemadaman listrik berteriak seperti seorang wanita."
"Ih, Mama jangan buka rahasiaku. Jika ada cewek mendengar akan sangat memalukan. Ibu lihat anak kecil di sudut sana. Dia teman satu sekolah denganku," kata Jason dengan gaya genitnya.
Dee memutar bola matanya malas. Rizky sendiri mengangkat tubuh Jason dan memangkunya.
"Aku bisa duduk sendiri, Paman Iky," ujar Jason menolak. Dia lalu duduk seperti seorang jagoan dengan anggun, sambil melirik ke arah teman sekelasnya. Tangannya melambai pada gadis cilik itu.
"Kau lihat apa yang dilakukan anak ini?" Dee hendak menonyor Jason tapi dihalangi oleh Rizky.
"Wekkk, ibu tidak bisa, ada paman Iky?" Jason menjulurkan lidah pada Dee. Dia berlindung dibalik pelukan Rizky.
"Kata siapa, tidak bisa? Hmm masih belum kenal capit sakti Mama?" ujar Dee.
"Sudah, Dee, biarkan Jason makan dulu," ujar Rizky memegang tangan Dee. Wajah Dee terlihat merajuk manja. Mereka lantas makan.
"Aku mau disuapin Paman Iky saja," pinta Jason.
"Kau sudah besar, makan sendiri!"
"Mama," rajuk manja Jason mirip dengan Dee. Tangannya menggengam pergelangan tangan Dee dan menggoyangkannya.
"Aku makan sama Paman Iky ya? Boleh kan?"
"Boleh dong, masa makan sama ayah tidak boleh? Jangan marah-marah terus." Risky menyentuh pipi Dee dengan ujung jarinya membuat mata Dee membesar.
"Jason coba roti ini enak lho, di dalamnya ada sosisnya bercampur keju, makanan kesukaanmu,'' tawar Rizky menyiapkan kue ke mulut mungil Jason.
__ADS_1
"Iya Paman, enak." Jason yang memang suka makan memakan itu dengan lahap. Topeng spiderman yang dia gunakan, telah dinaikkan ke atas.
Kane yang ada di sudut berbeda menatap mereka dengan perasaan iri serta cemburu.
Apa yang membuat Rizky begitu hebat dimata Dee, hingga wanita itu mengkhianatinya? Dia lebih tampan, kaya dan semua hal yang ada pada dirinya tidak dimiliki Rizky. Kane kesal sendiri.
Rosemary mengikuti arah pandang Kane yang dari tadi tertuju pada satu arah. Netranya membelalak ketika melihat Dee duduk di satu sofa bersama dengan Rizky dan anaknya.
Dia mengamati ekspresi Kane lagi. Pria itu nampak menahan marah? Apakah setelah sekian tahun Kane masih ada rasa pada Dee setelah semua yang terjadi? Jika iya maka ini tidak baik.
Kenapa mereka ditakdirkan harus bertemu lagi setelah lima tahun berpisah, padahal Dee telah berada jauh dari mereka. Namun, tetap saja bertemu lagi.
Rosemary langsung menghabiskan wine di gelasnya dengan sekali teguk. Dia lalu tersenyum manis pada Kane.
"Kane kau tidak ingin ikut berdansa?" tanya Rosemary. Namun, Kane hanya diam saja.
Rosemary menyentuh bahu Kane. "Kane, kau mau kan berdansa denganku?"
Ekor mata Kane melirik Rosemary dan pindah ke bahu yang Rosemary sentuh dengan tajam, membuat wanita itu tersenyum kecut dan minggir sedikit.
"Kalau kau tidak mau tidak apa-apa?" ucapnya menelan ludahnya sendiri dengan sulit.
"Kau cari pria lain saja untuk kau ajak berdansa. Aku ingin di sini." Kane meminta barista untuk mengisi kembali gelas birnya.
Dia melepaskan topeng yang menutup sebagian wajahnya. Lalu memutar kursinya dan menatap Dee.
Dee yang sedang tertawa tanpa sengaja melihat ke arah Kane. Senyum itu hilang seketika. Detak jantungnya terhenti, menjadi salah tingkah. Dan langsung membuang muka, melihat ke arah Rizky.
"Kane ada di sini," ucap Dee. "Duduk di bar," imbuhnya lagi.
Rizky langsung melihat ke arah Kane. Kane tetap melihat Dee dengan santai bahkan mengacungkan gelasnya dan tersenyum. Dee memilih membuang muka dengan marah. Dia masih ingat karena Kane, salah satu anaknya sudah tiada.
"Kita pulang!" ajak Dee.
"Tapi Mama, makanannya masih banyak," ujar Jason keberatan. Ada beberapa kue yang belum dia cicip dan juga makanan lain yang lezat. Dia belum puas mencicipi semuanya.
__ADS_1
"Nanti Ayah Iky belikan banyak makanan di luar untukmu," ujar Rizky yang mengerti dengan perasaan Dee. Dia juga tidak nyaman bertemu lagi dengan Kane.
Selama ini dia tenang, Dee bisa hidup jauh bersamanya dari Kane. Walau mereka belum menikah, setidaknya hubungan mereka dekat. Hanya butuh meyakinkan Dee saja. Semua yang dia lakukan akan sia-sia jika Dee kembali pada Kane.