
Dee berjalan mondar-mandir di kamarnya memikirkan jalan apa yang ingin dia lakukan ke depannya. Tiba-tiba dia melihat ada mobil terparkir di depan villa itu. Dee memikirkan satu cara agar bisa kabur dari rumah ini.
Dia mencari baju putih yang Kane berikan. Setelah menemukannya ada di dalam tumpukan pakaian di lemari. Dee merobeknya. Lantas mencari lipstik, menuliskan sesuatu di dalamnya.
Dee lantas menggenggam kain itu. berjalan ke halaman rumah. Emilio mengikutinya dari jauh. Dee yang melihatnya lantas menyembunyikan kain itu rapat dalam genggaman.
Dee mendekati Emilio. "Aku haus bisakah kau buatkan aku segelas jus jeruk."
Wajah Emilio nampak senang ketika Dee mau berbicara lagi dengannya. "Baik Nona saya akan segera membuatkan jus itu."
Emilio berjalan cepat ke dapur. Dee yang melihat Emilio pergi segera berlari ke dekat pagar pembatas yang berseberangan dengan mobil tetangga yang terparkir. Dia mengeluarkan kain itu dan meletakan batu di dalamnya lantas melemparkan keras batu itu berharap orang yang rumahnya ada di seberang rumah Kane akan tahu dan mau membantunya.
__ADS_1
Sedangkan di sebelah rumah, seorang pria yang hendak pergi keluar melihat mobil Ferrari miliknya yang berwarna putih di timpuk benda asing.
"Breng*** kurang ajar, siapa yang berani melakukannya!" bentak pria itu kesal menatap ke arah kaca body mobil yang tergores dalam.
Dia melihat ke arah benda yang dilempar dari rumah sebelah. Kedua alisnya di satukan Merasa curiga dia lantas memungut benda itu.
Dia membukanya dan menemukan tulisan berwarna merah menyala yang ada didalamnya.
Pria itu memang sering melihat seorang wanita cantik di pinggir jendela beberapa hari ini. Dia mulai penasaran sebenarnya siapa wanita itu hingga berada di rumah Kane Yang, dia kira itu adalah simpanan Kane. Namun, jika iya kenapa malah minta tolong.
Steve memang sebenarnya punya masalah dengan Kane secara tidak langsung. Lantas dia tertarik untuk membantu wanita ini. Tidak ada salahnya memberi pelajaran pada Kane Yang untuk sesekali.
__ADS_1
Steve lantas memasangkan kain itu di pohon Kamboja di rumahnya. Setelah itu dia tersenyum dan pergi mengendarai mobilnya untuk pergi bekerja di salah satu perusahaan Farmasi miliknya.
Emilio yang sudah membawa jus jeruk di tangannya mencari keberadaan Dee di halaman samping rumah tapi tidak menemukannya. Dia lantas pergi ke gerbang dengan hati was-was, takut jika Dee kabur dari penglihatannya.
Seorang pelayan mendekat dan berkata jika Nona Dee sudah berada di kamarnya. Emilio bernafas lega langsung pergi naik ke atas.
Di sana dia melihat Dee tersenyum menatap keluar jendela. Hati Emilio terasa hangat melihat senyum Dee.
"Nona ini jus yang Anda pesan tadi."
Dee menoleh mengangguk. "Kau boleh keluar," ucap Dee.
__ADS_1
Dengan hati sedikit kecewa dan berat Emilio pergi dari ruangan itu. Sebenarnya dia ingin berbicara banyak dengan wanita itu namun sepertinya Dee belum ingin berbicara banyak dengannya. Dia menyesal karena membuat Dee terluka hatinya.