Takdir Seorang Ibu Pengganti

Takdir Seorang Ibu Pengganti
Bab. 136 Tamat


__ADS_3

Acara kecil-kecilan itu dihadiri oleh keluarga inti. Ada dua ibu yang baru saja melalui proses persalinan dan nampak bahagia menggendong putrany masing-masing.


Dari semua orang yang ada, yang terlihat tersenyum lebar sedari tadi adalah Ibu Linda. Dia merasa lega karena kini bisa berkumpul dengan anaknya lagi dan melihat sang putri menemukan kebahagiaannya. Melihat Rosemary hidup tenang dengan keluarganya, bisa menerima nasibnya.


Kane nampak sangat peduli dengan Dee, bahkan terlalu posesif tapi itu terlihat manis. Sedangkan kembar, seperti dua ekor lebah yang berlari ke sana kemari.


Park Yang juga terlihat tenang karena kedua anaknya kini telah rukun. Mungkin lebih baik jika dia memisahkan keduanya. Biar David tinggal di Sanghai mengurus pekerjaan di sana sedangkan Diamond cabang Indonesia sepenuhnya di serahkan pada Kane. itu lebih adil dari pada keputusannya dahulu yang hanya membagi saham sama rata. Biar merek sendiri yang mengelola usaha masing-masing.


Cindy sebenarnya masih tidak suka dengan kekalahannya hanya saja dia tidak bisa berbuat banyak. Park Yang mengancam akan menceraikan dan membuat hidupnya menderita jika masih membuat masalah untuk Kane. Jauh di dalam hatinya, rasa benci itu masih ada untuk Kane.


***


Enam bulan telah berlalu dan semuanya dilalui dengan bahagia. Kane memenuhi janjinya untuk mengajak Dee ke Bali. Istrinya memang unik selalu enggan jika diajak keluar negeri. Dia lebih mencintai tanah airnya sehingga selalu memilih jalan-jalan di Indonesia saja. Katanya, kita tidak akan pernah selesai mengeksplor keindahan Indonesia karena negeri kita itu luas dan cantik.


Kane menggendong baby Ara yang tertidur pulas ke kamarnya. Di belakangnya nampak Dee masuk ke kamar satunya lagi khusus untuk anak mereka.


Dengan lembut Kane meletakkan Baby Ara ke tempat tidur dan menyelimutinya.


"Tidur yang nyenyak sampai pagi dan jangan ganggu Ayah dan Ibu yang ingin bereproduksi. Kau tahu kan, Ayah tidak bisa mendekati ibumu setelah melahirkanmu karena kau selalu menangis."


"Sayang," panggil Dee. Kane menoleh dan melihat Dee dengan muka garang menatap ke arahnya.


"Apa yang kau katakan pada Baby Ara? Sungguh tidak baik," omelnya sambil mengambil baju untuk bersiap tidur.


"Itu kenyataannya. Pedang milikku sudah lama berpuasa, dia butuh diasah agar berkilau kembali," ujar Kane dengan tampang memelas. Dee yang melihat itu sebenarnya ingin tertawa tapi di tahan.

__ADS_1


"Bolehkan, Sayang?" ratu Kane mendekat ke arah Dee.


"Sudah enam bulan, apakah kau akan tega membiarkannya lebih lama menunggumu." Kane berdiri di belakang Dee dan mencium rambut serta tengkuknya.


"Aku sengaja kemari agar kita bisa melakukan honeymoon walau tidak sepenuhnya karena tiga anak kecil kita selalu ikut," rayunya lagi.


"Kane tubuhku penuh dengan air susu yang amis, apakah kau tidak jijik dan risih?" tanya Dee yang tahu jika Kane bersihan sekali. Sedikit banyak ini juga membuat Dee tidak percaya diri jika di dekat Kane.


"Itu susu anakku, jadi untuk apa aku risi. Selama kau sakit pun, aku yang selalu memandikan dan merawatmu. Jangan banyak alasan lagi."


"Kalau begitu biarkan aku membersihkan diri dulu."


"Aku bantu," ujar Kane dengan tatapan nakal.


"Tidak!"


Kane langsung membawa Dee ke kamar mandi untuk membersihkan diri.


Dua jam kemudian, mereka sudah berbaring dengan saling berpelukan di tempat tidur tambahan yang sengaja dipesan oleh Kane agar tidak menganggu Baby Ara.


"Sayang, terimakasih karena kau telah membuat hidupku berwarna. Tanpamu hidup ini terasa tak berarti," ungkap Kane.


"Aku juga berterimakasih karena kau telah memberiku sebuah keluarga yang kuimpikan sejak lama. Tanpamu mungkin hidupku tidak akan seindah ini."


"Aku sangat mencintaimu, Kane Alexander Yang. Jangan pernah kau berubah dan meninggalkan aku."

__ADS_1


Kane menatap wajah Dee. "Aku yang lebih takut jika kehilangan dirimu. Jangan pergi lagi dari sisiku. Maafkan semua salah ku dan aku berharap hidup kita akan selalu bahagia seperti ini."


"Ya, semoga hidup kita selalu bahagia."


"Jika kau mencintaiku, maka aku jauh lebih mencintai mu, Sayang."


"Sebaiknya kita pindah ke atas, tidur bersama dengan Ara. Aku tidak ingin dia mencari kita."


Mereka lantas pindah tidur di samping Ara.


"Dia sangat cantik dan mirip denganmu, Dee," kata Kane. "Rasanya hidup ini sempurna ketika ada dia. Dia adalah lambang kebahagiaan kita. Sedangkan kedua kakaknya adalah kekuatan dan masa depan keluarga. Mereka akan jadi orang hebat di masanya.


Dee mengangguk. "Semoga saja dan itu harapan kita."


...... Tamat .....


Terimakasih yang sudah membaca cerita ini. Semoga kalian bisa menikmati. Novel ini akan diteruskan di lain judul.


Spoiler


"Kane, Ara ... hilang, dimana dia?" ujar Dee histeris ketakutan.


Kane melihat ke sekeliling dengan panik.


"Mama bagaimana bisa hilang, tadi di sini bersama kita," ujar Jesper.

__ADS_1


"Cepat, dari dia," perintah Kane keras pada anak buahnya. Dia juga ketakutan karena tidak melihat Ara di kereta dorongnya. Di dalamnya bukan Ara, melainkan boneka seukuran Ara.


Ini pasti ada konspirasi.


__ADS_2