
"Jika kau masih meragukan anak ini, tidak apa, aku tidak menikah denganmu," ujar Rosemary dingin.
"Aku hanya ingin sebuah keyakinan jika anak itu memang anakku. Mungkin sebuah pernyataan darimu."
"Semenjak Kane melihat Dee lagi di Papua, tepatnya tiga bulan yang lalu, Kane mengabaikanku. Jika ditanya kapan terakhir kali aku tidur bersamanya entah kapan, mungkin hampir setahun. Dia hanya datang ketika butuh saja. Setelah itu dia ...," ungkap Rosemary sedih, lalu terdiam tidak mampu melanjutkan lagi perkataannya. Walau Kane sudah dia pancing tetap saja pria itu tidak tertarik padanya.
"Menyedihkan sekali, tapi aku tidak menyesalinya karena semua pilihan hidupku. Bersama dengan Kane itu adalah hal besar yang selalu ingin kulakukan walau aku harus membayarnya mahal."
Bibir David terkatup rapat mendengar pernyataan Rosemary. Mengapa hidupnya tidak semudah hidup Kane yang memiliki apa yang dia inginkan. Jabatan, perusahaan, istri yang mencintainya dan anak-anak yang lucu. Sedangkan dia dari awal hanya didoktrin harus lebih dari Kane.
Kane adalah patokan keberhasilan orangtuanya. Mereka tidak pernah melihat dia. Hanya Kane dan Kane. Kini wanita yang akan menikah dengannya pun hanya bisa melihat Kane, tidak dirinya. Untungnya anak ini anaknya bukan anak Kane.
Jadi tuduhan ayahnya yang mengatakan jika dia menghamili Rose agar anaknya kelak bisa menguasai perusahaan Kane dengan cara itu, jika Rose jadi menikah dengan Kane adalah salah besar. David sendiri tidak yakin Rose hamilnya anaknya karena tahunya Rose selama ini hidup bersama dengan dua pria.
Lagipula dia sendiri tahu jika Rose mencintai Kane jadi untuk apa dia menikah dengan wanita yang mencintai pria lainnya. Namun, ketika Kane dengan yakin mengatakan jika Rose tidak hamil anaknya itu membuat dia sedikit senang.
Entah mengapa tetapi ada rasa tidak terima jika anaknya akan menjadi anak pria lain apalagi itu Kane. Ini adalah satu-satunya miliknya yang akan dia pertahankan dan tidak ada yang boleh mengakuinya. Lainnya bukan sepenuhnya haknya. Harta masih atas nama ayahnya dan kehidupannya pun bukan miliknya sendiri. Semua diatur oleh ibunya.
Kini dia ingin punya sesuatu yang dia miliki sendiri dan itu adalah haknya. Walau dia harus hidup dengan wanita yang tidak mencintainya itu tidak masalah tapi dia punya anak yang akan mencintainya dan dia miliki.
David menunggu Rose tertidur hingga esok hari. Wanita itu sebenarnya sehat hanya saja dia butuh ketenangan. Dia juga hampir bunuh diri berkali-kali karena tidak menerima kenyataan berpisah dengan Kane. Sedalam itukah cinta Rose pada Kane? Bisakah ada wanita yang mencintainya seperti itu? Sepertinya tidak karena dia juga suka mempermainkan wanita.
Paginya ketika Rose bangun dia melihat ayahnya dan ibunya sudah ada di kamar itu. Begitu pula dengan ibu tirinya Linda.
"Kau sudah sadar, Sayang," ujar Dewi Ling, mendekati Rose.
"Ibu, kau di sini?"
__ADS_1
"Ya, ibu langsung terbang kemari begitu Linda menelfon jika kau sakit." Dewi Ling mengusap lembut rambut Rose.
Rosemary tersenyum kecut.
"Rose sepertinya kondisimu sudah stabil. Kami akan membawamu pulang hari ini," ungkap Ben.
"Tidak ke rumahku saja? Sudah lama kami tidak bersama, terakhir bertemu setengah tahun yang lalu ketika kau datang bersama Kane."
"Hubungan kami telah berakhir," ujar Rosemary.
"Kau tidak jadi menikah dengan Kane? Kenapa? Padahal dia pria yang sempurna."
'Yang sempurna itu bukan milikku,' batin Rosemary.
"Kane sudah punya keluarga sendiri," terang Ben.
"Oh, apakah istrinya yang udik itu?" ujar Dewi cepat. Ingat kejadian lima tahun lalu.
"Apakah aku salah mengatakan itu? Bukankah dia wanita dari panti asuhan yang tidak level dengan kita. Cindy pun sangat membencinya. He eh...," ujarnya dengan nada jijik.
"Rose akan menikah dengan David, adik dari Kane. Lebih baik Rose menikah dengan dia yang lajang daripada menikah dengan pria beristri."
Rosemary terkejut, bagaimana ayahnya tahu jika dia sudah mau menikah dengan David? Apakah David sudah mengatakannya pada Ayahnya?
"David? Tidak begitu buruk," ujar Dewi Ling. "Setidaknya kau tidak menikah dengan pria yang biasa karena akan mencederai reputasiku."
Rosemary menghela nafas panjang. Linda mendekat dan menyentuh punggung Rosemary lembut.
__ADS_1
"Siapapun pria itu, aku harap Rose menikah dengan pria yang akan mencintainya dan menerimanya dengan tulus agar dia bisa menjaga Rose dengan sepenuh hati. Walau Kane pria hebat tapi menjadi kedua tidak enak. Aku lebih memilih pergi dari pada menjadi orang yang merusak kehidupan wanita lain."
Ya, dia mencintai ayah Dee waktu itu. Hanya saja setelah dia tahu ayah Dee mempunyai keluarga dia memutuskan berpisah. Dia tidak ingin menjadi istri yang disembunyikan karena pekerjaan ayah Dee melarangnya untuk menikah dua kali. Dia meminta maaf pada keluarganya dan ingin kembali bersama mereka.
Sayangnya saat itu dia hamil. Keluarganya hanya memberinya dua pilihan. Mengugurkan atau membuang anak itu setelah lahir. Mereka tidak ingin menanggung aib keluarga.
Setelah bayi itu lahir, orang tuanya menyuruh seseorang untuk membuang bayinya. Linda tidak bisa berbuat apapun. Baru ketika ayahnya mau meninggal dia mengatakan jika Dee dibuang ke sebuah panti asuhan. Linda mencarinya ke sana. Sayang, panti asuhan itu sudah terbakar. Untungnya dia bisa melihat Dee tempat pemakaman Ibu Panti. Kini dia bisa melihat Dee lagi walau anak itu belum bisa menerimanya sepenuh hati.
"Oh, ya kita bersiap pulang sekarang," kata Linda.
***
Dua hari kemudian pernikahan Rosemary dan David akhirnya akan dilaksanakan. Semua dilakukan dengan sederhana. Rosemary masih trauma dengan pernikahannya yang gagal tempo hari. Dia juga tidak ingin ada yang tahu dengan pernikahan ini. Dia juga meminta agar Kane tidak usah diberitahu tentang hal ini.
Ketika Rosemary masuk ke ruangan dimana akad akan dilangsungkan. Dia menatap ke arah David yang datang sendiri bersama dengan asistennya. Tidak ada orang lain, termasuk orang tuanya.
David menatapnya tanpa berkedip. Lantas tersenyum. Rosemary duduk di sebelah David.
"Kenapa sangat sederhana," bisik Dewi Ling pada Linda. Dia tidak tahu semua kejadian sebelum pernikahan ini. Wajahnya nampak tidak puas. Dia ingin pernikahan anaknya terlihat mewah.
"Dimana keluarga Park Yang?"
"Mereka belum merestui pernikahan ini, jadi David datang sendiri."
"Atas alasan apa, mereka tidak merestui pernikahan anakku? Dia pantas menjadi menantu mereka daripada wanita panti asuhan itu," ujar Dewi Ling tidak terima.
"Bu, wanita yang ibu rendahkan itu anak dari Ibu Linda," ungkap Rosemary tidak senang jika membuat ibu tirinya sedih. Dia tidak suka dengan Dee tapi dia menghormati Linda.
__ADS_1
Dewi Ling membuka mulutnya lebar. Dia menatap Linda yang tersenyum canggung padanya.
Linda yang dia kira sangat sempurna ternyata punya sisi gelap juga. Pikir Dewi Ling.