Takdir Seorang Ibu Pengganti

Takdir Seorang Ibu Pengganti
Bab 116 Kenyataan Pahit


__ADS_3

Kane tidak begitu terkejut ketika melihat mobil Park Yang sudah ada di depan rumahnya.


"Akung datang?" Jesper terlihat terkejut mendapati Kakeknya datang ke tempat persembunyian keluarganya. Papanya mengatakan jika dia tidak ingin ada orang tahu tentang keberadaan mereka.Tidak ingin diganggu dengan masalah pekerjaan atau hal lain yang rumit.


"Dee bawa anak-anak masuk ke dalam," ujar Kane.


Dee membawa anak-anak pergi ke dalam rumah sebelum sempat menyapa Mertuanya. Namun, nampaknya Kane memang tidak ingin Dee terlibat masalah yang rumit. Dia seperti ingin melindungi Dee


Kane melihat sopir mulai membuka pintu mobil Park Yang. Kane mendekat di saat Park Yang keluar mobil.


"Ayah kau datang!" sapa Kane.


"Dasar anak tidak tahu budi! Kenapa kau tidak datang ke pernikahan?" bentak Park Yang.


"Kita bicarakan ini di dalam saja," kata Kane dengan tenang. Mereka lantas masuk ke dalam.


"Ayah mau minum apa?" tanya Kane.


"Tidak usah basa basi kau harus menikahi Rosemary jika mau diamond grup ada di tanganmu!"


Kane duduk dengan santai di salah satu kursi tersenyum penuh misteri.


"Ayah kau masih meragukan kemampuanku?"


"Tidak aku percaya padamu!"


"Jika begitu kenapa aku harus menikah dengan Rosemary, Perusahaan milik keluarga Cokro tidak sebesar perusahaan keluarga kita. Kenapa aku harus menikahi Rosemary demi bisnis? Jika aku mau aku bisa menikah dengan anak dari pengusaha kelas dunia bukan pemilik perusahaan kecil. Itu sama sekali tidak menguntungkan ku!"

__ADS_1


Park Yang terdiam, nampak berpikir.


"Atau kau punya rencana tersembunyi? Jawab aku Ayah? Aku tahu kau memang tidak menyukaiku dari kecil. Kau hanya menggunakanku sebagai alat cetak uang. Nyatanya anak yang kau akui itu tidak bisa menjalankan bisnismu dengan baik sehingga kau butuh aku."


"Kau gunakan segala cara agar aku mau menuruti semua perintahmu. Kau bukan memberikanku 40 persen saham tapi kau memberikanku segudang pekerjaan agar aku tidak membuat perusahaan yang hampir mati itu runtuh dan bangkrut. Kau ingin agar perusahaan itu bisa bangkit kembali ketika bergabung bersama dengan King Kane."


Park Yang duduk di salah satu kursi. Meminta segelas air putih. Dari awal memang dia tidak menyukai Kane. Lantas dia melihat bakat dari anak itu. Namun, sifat pemberontak Kane membuat dia harus berpikir keras untuk menjeratnya.


Dee sendiri adalah salah satu bentuk pemberontakan yang Kane lakukan. Park Yang menyuruh Kane menikah dengan salah seorang anak teman bisnisnya. Nyatanya anak itu malah menjalin hubungan Dee. Itu seperti sebuah tamparan keras untuk Park Yang.


Dia lantas mencari kelemahan Dee dan menggunakannya untuk bisa menjerat Kane dalam genggamannya. Sadar jika David tidak akan bisa menjalankan roda perusahaan.


"Kau terlalu berpikir negatif padaku, Nak. Aku memang ingin menyerahkan hakku padamu."


"Jika kau mau serahkan, serahkan saja tidak usah meminta embel-embel yang jelas aku tidak menyetujuinya," balik Kane sengit.


"Aku mengatakan akan bertanggungjawab pada kehidupan anakku. Bukankah itu sudah jelas! Kau yang mengatakan untuk mengadakan pernikahan secepatnya, bukan aku!" tegas Kane. Suasana yang memang sudah tegang kini bertambah horor. Ayah dan anak itu seperti beradu kepandaian dan kekuatan.


"Rosemary hamil anakmu Kane," ujar Park Yang dengan nada membujuk. Namun, Kane tidak ingin terperdaya dengan ucapan Park Yang. Dia masih mengikuti alur yang Ayahnya lakukan.


"Ck. Kau kekeh untuk menikahkan aku dengan Rosemary sebenarnya kenapa?"


"Aku menyukainya, dia anak yang baik."


"Ku kira bukan itu alasannya. Alasan sebenarnya adalah kau bisa menjadikan dia sebagai mata-matamu. Kau bisa tahu apa saja yang kukerjakan agar bisa mengendalikan ku," ejek Kane. Kali ini Park Yang dibuat tidak bisa berkata-kata. Kane sudah tahu semua kartunya.


"Aku sudah tahu itu lama karena itu Rosemary hanya kujadikan mainanku saja. Tidak lebih!"

__ADS_1


"Sayangnya Rosemary yang malang itu juga serakah. Dia ingin memiliki dua putra keluarga Yang jadi dia main dua kaki."


Netra Park Yang membesar.


"Kau bisa tanya pada anak kesayanganmu yang ceroboh itu, apakah dia menitipkan benihnya di perut Rosemary. Dia ingin memiliki Diamond grup dengan cara licik. Ya, dia mewarisi sifat Ayah dan Ibunya."


"Kane jaga kata-katamu!" bentak Park Yang. Dia memukulkan tongkat miliknya ke lantai.


"Untuk apa aku menjaga kata-kataku kepada orang yang tidak bisa untuk kuhormati."


"Dari awal kau memang tidak bisa menjadi anak yang berbakti," dengus Park Yang penuh kemarahan


"Kau memang selalu mengharapkan keuntungan dari aku ada. Kau membuat aku ada karena butuh warisan setelah kau mempunyai pewaris lainnya kau membuang ku. Setelah itu, kau tahu jika David tidak becus memimpin perusahaan itu kau mencariku. Kini perusahaan itu telah besar lagi. Kau bisa mengambilnya. Aku sengaja hanya mengambil proyek di daerah China untuk Diamond sedangkan khusus untuk proyek Indonesia semua dipegang oleh King Kane. Jadi, sebelumnya aku sudah mengantisipasi hal ini."


Park Yang lantas berdiri dan berjalan keluar rumah, tapi sebelum sampai di pintu Kane kembali memanggilnya.


Dia tersenyum. Dia tahu jika Kane hanya mengancamnya. Tidak mungkin dia melepaskan Diamond begitu saja.


"Ayah, ini adalah terakhir kalinya aku panggil kau Ayah. Setelah ini aku akan memanggilmu dengan sebutan namamu, Tuan Park Yang."


"Bisnis kita telah selesai. Sesuai perjanjian empat puluh persen saham Diamond masih milikku karena itu aku anggap sebagai kompensasi untuk menyelamatkan perusahaanmu dari kesalahan yang David lakukan. Kau bisa serahkan tugasmu pada anak kesayanganmu itu dan aku harap setelah ini, jangan kau hubungi aku kecuali untuk hari kematianku. Mungkin aku akan melakukan penghormatan terakhir sebagai seorang anak."


Kata-kata Kane benar menohok diri Park Kane. Rencana yang dari awal sudah berjalan dengan baik kini hancur seketika karena kedatangan Dee.


"Kau akan menyesali semua yang kau katakan ini Kane."


"Hmm aku malah lebih takut kau akan menyesali semua yang kau lakukan padaku ketika sudah tidak berdaya.Nikmati kehidupanmu yang aku tidak tahu sampai berapa lama lagi. Aku masih berbaik hati mengingat kau masih ayahku jika bukan mungkin aku bisa membunuhmu saat ini juga. Kau yang jadikan aku anak durhaka, Tuan Park Yang. Silahkan Anda kembali lagi ke Sanghai karena negeri ini tidak cocok untukmu dan keluargamu!"

__ADS_1


Kane lantas berbalik pergi menaiki tangga. Sedangkan Park Yang berjalan keluar rumah masuk ke dalam mobilnya. Kali ini dia merasa kalah telak dari Kane. Ternyata anaknya tidak sebodoh yang dia kira. Dia hanya menunggu waktu yang tepat untuk membabat habis musuhnya. Dalam hati dia mengakui kecerdikan Kane yang turun darinya.


__ADS_2