Takdir Seorang Ibu Pengganti

Takdir Seorang Ibu Pengganti
Bab. 122 Satu Server


__ADS_3

Malam hari ketika sebagian orang tertidur lelap. Diam-diam David masuk ke kamar Rosemary. Dia tahu jika tidak ada yang menunggunya malam ini.


Dia lantas menatap wanita itu lama. Menunggu Rosemary bangun sendiri sambil memikirkan semua hal tentang mereka.


Flashback.


Di sebuah klub malam David, David yang sedang bersenang-senang dengan salah seorang wanita menatap seseorang yang terlihat tidak asing baginya sedari tadi.


Wanita itu tadinya bersama kawan-kawannya namun sudah satu jam dia terlihat sendiri. Hanya menatap gelas kecil di tangannya.


David lantas menyingkirkan wanita di sampingnya dan berjalan mendekati wanita itu.


"Hai, kakak ipar," sapanya.


Rosemary terkejut, namun hanya sesaat setelahnya dia meneguk minuman di depannya.


David lantas duduk di sebelahnya. Menatap wajah Rosemary yang cantik nampak sedih. "Ada apa? Apa kau punya masalah dengan kakakku?" tanyanya.


Rosemary menoleh menatap David, lalu melihat gelasnya. Terdiam.


"Bukankah kita sudah berteman sejak lama, kenapa semenjak kau bersama Kane, kau jaga jarak denganku. Ceritakan semua masalahmu, aku akan membantumu lagi seperti yang kulakukan lima tahun yang lalu."


Rosemary meminta segelas minuman lagi pada bartender. David mengambilnya.


"Lepaskan! Biar aku selesaikan masalahku sendiri."


"Kau akan mabuk nantinya. Kulihat kau tidak ada teman yang akan menemanimu pulang."


"Selama ini pun aku selalu sendiri. Kane itu sangat membosankan, hanya sibuk dengan pekerjaannya. Jadi aku menyenangkan diri dengan ini."


"Kakakku itu memang hidupnya di dedikasikan untuk pekerjaan." Rosemary mengangguk. Dia juga sangat kesepian karena Kane itu orangnya sangat dingin.


"Kalau begitu kita bersenang-senang di sini, seperti dulu," ajak David.


Rosemary nampak ragu. Dia takut ada yang melihat kebersamaan mereka dan melaporkan pada Kane.


"Ini Singapore, Kane tidak ada di sini."


Rosemary tersenyum lebar. Ya, dia memang sengaja pergi ke negeri ini diakhir pekan untuk bersenang-senang. Saat ini Kane sedang ada di Sanghai untuk mengurus bisnisnya. Kali ini Rosemary tidak ikut serta bersamanya.


Mereka lantas minum bersama dan menari bersama di lantai dansa diiringi suara musik salah satu DJ yang terkenal. Melupakan semua beban dan perasaan. Sepanjang itu David terpana oleh kecantikan dan seksinya tubuh Rosemary yang menari dengan semangat di depannya.

__ADS_1


Hingga akhirnya David membawa Rosemary kembali ke kamar hotelnya. Wanita itu sudah mabuk sehingga harus dipapah oleh David.


David membawanya masuk ke kamar mandi. Wanita itu sudah muntah tadi sewaktu mereka naik kendaraan.


"Kau bersihkan dulu dirimu," ujar David. Pria itu juga membuka jaket miliknya yang kena noda muntahan.


"Kau menjijikkan sekali," gerutunya.


Rosemary tidak memperdulikan ucapan David. Dia mengusap wajah dan bagian dengan tubuhnya yang kotor dengan air sehingga basah.


"Rose, kau basah."


Rosemary yang linglung lalu tersenyum cantik. Dia melihat bajunya yang basah lalu melepaskannya begitu saja. David tertegun di buatnya.


Jika bukan karena Rosemary adalah calon kakak iparnya maka wanita itu sudah pasti akan dimakan habis olehnya. Namun, dia masih sadar. Jika dia melakukan itu maka nasibnya akan tamat. Bukan hanya Kane yang marah, ayahnya juga akan mengusirnya.


Rosemary mendekat ke arah David. Meletakkan tangannya di leher pria itu. "Kau mau temani aku malam ini? Aku kesepian," ujarnya.


Siapa pria yang akan melepaskan kesempatan ini. Bisa berdua dengan wanita cantik yang sulit untuk didapat. Sepanjang hidupnya Rosemary hanya mau didekati oleh Kane hingga menutup semua perasaannya pada pria lain.


"Apa kau tidak akan menyesal?" tanya David menelan salivanya, memeluk pinggang Rose yang licin karena basah.


"Tidak selama kau hanya memanggil namaku, bukan wanita lain."


Jika bersama dengan David. Dia menemukan kepuasan yang tidak dia dapatkan dari Kane. Walau seperti itu hubungan mereka hanya terjalin ketika mereka butuh saja. Tidak lebih. David tetap dengan wanita-wanita yang ada di sekelilingnya dan cinta Rosemary hanya untuk Kane seorang.


David terkejut ketika mendengar kabar Rosemary hamil dari Ayahnya. Ayahnya memukulinya dengan tongkat berkali-kali. Tidak perduli jika tangan David masih sakit karena luka tembak yang Kane lakukan.


Dia ingin menemui Rosemary tapi dia takut. Katakan dia pengecut untuk mengakui semuanya. Namun, bukan hanya itu, dia yakin Rosemary tidak menginginkannya. Dia hanya ingin Kane yang ada di dekatnya.


Flashback Off.


Rosemary terbangun ketika tenggorokannya terasa kering. Dia membuka matanya dan terkejut pada sosok dibalik remangnya ruang ini.


Dengan sulit dia mencoba bangun. "Kau!" seru Rose tertahan.


"Ya. Kau terkejut." Rosemary terdiam, dia antara terkejut karena bangun ada orang di sisinya dan tidak karena yakin David ingin membicarakan masalah tadi dengannya.


"Untuk apa kau datang kemari lagi?" tanya Rosemary dingin. Netranya menatap air minum yang ada di sebelah David. Pria itu melihatnya dan menyerahkan botol berisi air mineral pada Rosemary dengan tangannya yang masih diperban.


Rosemary menatap dingin sambil mengambil air minum dari tangan David.

__ADS_1


"Ck, apakah tidak ada wanita lain hingga kau harus menggoda setiap wanita di sisi Kane?" ejek Rosemary.


"Kau tahu jika aku sangat tidak menyukai kakakku. Aku ingin menghancurkannya dengan menghancurkan istrinya."


"Bukan karena nafsu, rasanya tidak mungkin. Aku mengenal kau dengan baik, David."


David tersenyum sinis. Jika boleh dikata, jika dia suhunya dalam percintaan namun Rosemary pawangnya. Selama mereka bersama, David sudah tidak pernah bisa menyentuh wanita lain. Gairahnya seakan pergi. Dia selalu menyelakan waktu diantara kesibukannya jika Rosemary ingin mereka bersama.


Ketika dia bersama Dee, hanya kemarahan yang ada karena Dee menamparnya dan saat itu dia gelap mata. Namun, untuk tertarik tidak. Bukan karena Dee tidak cantik, tapi karena Dee bukan tipenya. Tidak menantang seperti Rosemary.


"Kau memang lebih mengenalku dibanding wanita lainnya."


Rosemary mengangkat alisnya tinggi sambil meminum air di tangannya.


"Karenanya mungkin hanya kau yang kuat jadi istriku," lanjut David membuat Rosemary tersedak.


Pria itu hendak bangkit untuk menyalakan lampu tapi Rosemary melarang. "Jangan. Biarkan tetap seperti ini."


David kembali duduk.


"Benar kata pepatah, orang baik menikahi orang baik pula sedangkan kita berdua bresssek, jadi cocok kan," lanjutnya.


Rosemary memukul lengan pria itu.


"Aku tidak senakal kau. Hanya kau dan Kane yang pernah bersamaku. Sedangkan kau, entah berapa ribu wanita yang pernah mencicipi tubuhmu," lanjut Rosemary santai.


"Kupikir perkataan Dee ada benarnya juga. Ada baiknya kita menikah untuk anak ini. Perkara apakah kita akan bertahan atau tidak, kita lihat nanti ke depan. Ini demi anak dalam kandunganmu. Dia anakku jadi aku tidak ingin dia memanggil pria lain dengan sebutan Papa. Ayahnya hanya aku."


"Baiklah, kita menikah hanya diatas kertas selanjutnya kita jalan masing-masing. Kau dengan kehidupanmu dan aku tidak akan mengekangnya. Aku dengan kehidupanku, kau tidak boleh ikut campur!"


"Tapi kita tinggal satu rumah karena tidak ada suami istri menikah tinggal di tempat terpisah."


"Baiklah, di apartemenku!"


"Tidak istri harus tinggal di rumah suaminya."


Mereka lantas sepakat dengan satu hal tapi bertengkar dengan hal lainnya.


"Tapi Rose kau benar hamil anakku kan bukan Kane atau pria lain."


"Kurang ajar kau, kalau kau tidak mau mengakuinya juga tidak apa-apa, aku bisa hidup tanpamu atau pria lain!"

__ADS_1


"Aku hanya ingin memastikan," ujar David yang dijawab dengan pukulan bantal dengan keras dari Rosemary.


__ADS_2