
"Apakah kau tidak membaca surat perjanjian yang baru kau tanda tangani, Nona Honey Dee?" tanya pegawai itu.
"Lagipula, Nona Dee. Saya lupa memberitahu. Bahwa setelah Anda menandatangani kontrak, dan bila Anda tidak ingin melanjutkan kerjasama ini maka Anda harus membayar denda pinalty." Marvel tersenyum.
Penjelasan Marvel masuk ke pendengaran Dee. Membuat Dee semakin mendesah kesal lantaran tidak bisa lepas dari bayang-bayang Kane.
Sebelum membuat kontrak itu, Marvel sudah diberi tahu oleh Kane tentang sesuatu hal.
"Dia itu orangnya ceroboh dan tidak sabaran, Aku yakin jika kau buat naskah kontrak itu sampai berlembar-lembar dan panjang lebar dia tidak akan membaca semuanya. Dia pasti akan melewati bagian yang penting dan krusial. Kau cukup ajak dia bicara saja sambil mengatakan keuntungan yang akan dia dapat. Jika kau sudah bisa mendapatkan tanda tangannya, kau akan kuberi bonus yang besar." Itu wejangan Kane untuk Marvel.
Atasan Dee itu menyeringai penuh kemenangan.
"Aku sudah membacanya," beritahu Dee tapi setengah panik. Okey, tadi dia memang tidak membaca secara detail karena saking senangnya.
"Kau bisa melihat salinannya Nona Dee. di halaman 14 tertuliskan jika kau harus membayar pinalti sebanyak 20kali lipat dari gaji bekerja di sini."
__ADS_1
"Itukan bisa dibatalkan karena aku baru saja menandatanganinya," ucap Dee setelahnya.
"Tidak bisa! kau harus penuhi perjanjian itu." wajah di menegang seketika dia menggeram kesal.
"Aku ingin bertemu atasanmu, di mana dia?" tanya Dee.
"Maaf Nona, Tuan tidak bisa ditemui secara sembarangan."
di tidak perduli dengan ucapan Atasannya itu dia langsung masuk ke gedung perkantoran. Masuk ke dalam lift pegawai dan naik lantai paling atas karena dia yakin setiap pimpinan pasti ada di lantai paling atas, walau dia belum pernah ke kantor ini sebelumnya.
Sewaktu dia keluar dari lift satpam yang berjaga langsung mencegahnya. "Anda mau ke mana, Nona"
"Apakah anda punya temu janji dengannya?"
Dee menyorot tajam satpam itu. "Kane keluar kau! Jangan bersembunyi di balik tembok dan bersikap sebagai pengecut, bila berani datang ke depanku sekarang juga!" teriakĀ Dee membuat riuh semua orang yang ada di ruangan itu.
__ADS_1
Beberapa orang mulai datang untuk menghalangi di maju namun tidak gentar dia menunggu Kane keluar.
Tangan Dee dilipat di dada. punggungnya ditegakkan menatap lurus ke depan. Dia menyeringai sinis ketika Kane keluar dari sebuah ruangan. Di belakangnya nampak beberapa orang dengan pakaian formal dan rapi sepertinya mereka sedang melakukan rapat. Dee tidak peduli itu dia hanya ingin menyelesaikan masalah ini secepatnya.
"Hai kau siapa berani sekali membuat keributan di sini ucap Rosemary pada Dee."
Bukan yang menjawab Dee malah tertawa. Tangannya kini dia letakkan di pinggang. Menantang.
"Kau tahu siapa aku Ros, apa kita perlu mengulangi masa dulu lagi?" Perkataan Dee membuat Rose kelabakan.
Kane memberi tanda agar semua orang kembali ke tempatnya masing-masing. Rapat dibatalkan dan akan ditangguhkan besok.
Dia lalu memberi tanda pada Dee agar mengikutinya. Dengan langkah anggun dan pasti Dee berjalan di belakang Kane. Tersenyum penuh kemenangan dan mengejek pada Rosemary. Seolah mengatakan jika dia yang akhirnya akan menang.
Dee kini bukan Dee dulu yang mudah untuk dibodohi dan ditindas. Namun, Kane selalu punya cara untuk menindas nya. Kali ini Dee tidak akan membiarkan ini terjadi.
__ADS_1
Mereka memasuki ruangan Kane yang berbau harum. Pria itu berhenti di depan kursi sofa kulit berwarna hitam. Kane mempersilahkan Dee untuk duduk.
"Tidak perlu, aku tidak akan lama," kata Dee dengan ekspresi sombongnya.