Takdir Seorang Ibu Pengganti

Takdir Seorang Ibu Pengganti
Bab. 114 Pernikahan Rosemary


__ADS_3

Mereka telah sampai ke sebuah villa pribadi milik Kane. Rumah itu di dalam kawasan perumahan konglomerat di kota ini. Rumah besar dan mewah berderet dengan view yang langsung menghadap pantai. Beberapa kapal Fery kecil nampak berjalan di laut. Sungguh indah.


Mereka masuk ke dalam rumah. Seperti yang Kane katakan jika tidak ada pelayan dalam rumah ini. Namun, semuanya dalam keadaan bersih dan rapi. Sepertinya, Kane memang sengaja berlibur untuk memperbaiki hubungan mereka. Suasana yang tenang akan membuat mereka bisa berpikir dengan positif.


"Kita akan tidur di lantai atas. Papa sudah menyiapkan kamar untuk kalian berdua yang saling berdekatan dengan pintu penghubung. Sedangkan kamar Papa dan Mama ada di depan kamar kalian."


"Yeay, kita akan lihat kamar kita. Apakah menghadap ke laut?" tanya mereka antusias.


"Tapi kalian bawakan barang milik kalian sendiri ke atas," kata Kane melihat tumpukan barang di ruang utama.


"Okey," ujar keduanya berlari ke atas.


"Aku akan memasukkan ini ke dapur," ujar Dee membawa barang belanjaan milik mereka.


"Biar aku bantu," ucap Kane.


Mereka bersama sedangkan membawa sebagian barang ke dapur. Lantas menatanya. Kane seperti biasa selalu menyimpan ikat rambut di celananya. Dia lantas mendekat ke arah Dee yang sibuk menata sayuran di lemari pendingin. Tangannya dengan terampil merapikan rambut Dee yang tergerai menjadi satu ikatan.


Dee terkejut tapi membiarkannya. Dia tetap bersikap dingin hanya berkata seperlunya saja.


Setelah semua selesai. Dia mulai memasak nasi dan membuatkan Kane segelas kopi.


"Kau mandi saja dan membersihkan diri. Biar kita pesan makanan dari luar," ujar Kane berdiri bersandar pada meja dapur menatap ke arah Dee yang ada di sebelahnya.


"Untuk apa kita berbelanja jika masih beli. Aku akan masak yang mudah saja untuk makan siang kita."


Dee menyerahkan segelas kopi. Setelah itu dia mulai memasak.


"Adakah yang bisa kubantu?" tanya Kane. Dee hanya diam saja.


Kane menghela nafas. Dia lebih suka melihat Dee mengomel dari pada mendiamkannya seperti ini.


Akhirnya, Kane beranjak pergi ke lantai atas untuk membereskan barang miliknya dan Dee yang masih ada di ruang tamu. Sepeninggal Kane, Dee baru menarik nafas lega.

__ADS_1


Cinta ini begitu dalam hingga menyakiti perasaan Dee. Namun, untuk pergi dari hidup Kane dia merasa tidak sanggup. Lagipula dia bukan gadis cengeng yang akan menyerah pada keadaan. Dia akan bertahan untuk kedua anaknya. Mereka butuh Kane dan Dee bersama. Tidak ingin nasibnya yang hidup tanpa kasih sayang orang tua akan terjadi lagi pada kembar.


Sedangkan di tempat lain,


Rosemary nampak cantik dengan gaun kebaya putih miliknya. Sebuah kalung berlian di sematkan ibunya untuk membuat penampilannya berkilau.


Pernikahan ini terkesan mendadak tapi semuanya memang telah direncanakan sebelumnya. Hanya saja berantakan setelah kedatangan Dee.


Rosemary tidak ingin membuang waktu lagi untuk bisa bersama dengan Kane. Bisa saja pria itu menolak untuk menikah dengannya jika pernikahan itu tidak segera dilaksanakan.


"Kau cantik sekali," puji Linda pada Rosemary.


"Terimakasih, Bu," kata Rosemary memeluk ibu tiri yang menyayanginya seperti anaknya sendiri.


"Ayo kita ke bawah, mobil calon mempelai pria sudah datang," ujar Linda. Mereka lantas keluar dari kamar menuju ke lantai bawah.


Banyak wartawan yang datang untuk mengabadikan acara pernikahan ini. Semuanya serba mendadak tapi orang tua Rosemary bisa merubah halaman belakang menjadi tempat pernikahan yang indah dalam waktu semalam saja.


Rosemary menaikkan kepalanya dan berjalan dengan tegap ketika melewati barisan tamu dari relasi kedua keluarga yang hadir. Siapa yang tidak kenal dengan keluarga Yang serta keluarga Ben Cokro, mereka pasti akan meluangkan waktu untuk menghadiri acara penting ini.


"Katanya, dia sedang hamil anak Kane. Itu alasannya mengapa pernikahan ini terkesan sangat mendadak."


"Aku juga sudah curiga seperti itu. Dia pandai untuk mendapatkan Kane. Jika punya anak perempuan pun aku akan melakukan segala cara agar punya menantu seperti dia."


"Benar," ujar ibu yang lain melihat iri pada Rosemary.


Dada Rosemary berbunga-bunga. Tinggal selangkah lagi untuk menjadi Nyonya Yang. Dia akan memiliki Kane yang dia puja dan dia cintai selama ini. Rosemary menghela nafas lantas mengusap perutnya, seolah mengatakan pada semua orang jika dia telah hamil anak Kane.


Walau dia menjadi yang kedua, tapi semua orang mengira hanya dia istrinya. Oleh karena tidak ada yang tahu jika Kane mempunya keluarga kecil.


Dia hanya butuh status istri baru setelah itu dia berencana untuk menyingkirkan Dee untuk selamanya. Wanita itu selalu menjadi duri dalam hidupnya. Batin Rosemary licik.


Rosemary tersenyum manis pada semua orang. Di depan pintu nampak ayahnya dan Park Yang berdiri. Mereka menyambut kedatangan Rosemary.

__ADS_1


"Kau tampak cantik sekali, Rose," puji Park Yang. "Tidak salah jika aku memilihmu menjadi menantuku. Selain cantik kau punya atitude yang baik dan pintar juga. Kau memang calon menantu idaman."


"Ayah mertua terlalu memuji," ujar Rosemary malu-malu.


"Dimana Kane?" tanya Rosemary yang tidak melihat pria itu ada dalam kerumunan orang-orang.


"Dia masih ada di mobilnya."


"Aku akan memanggilnya," ujar Park Yang berjalan dengan mantap ke arah mobil. Dia lantas membungkuk mengetuk pintu mobil.


"Kane buka, penghulu sudah menunggumu untuk menikah dan lihat calon istrimu sudah ada di depanmu."


Pintu mobil mulai dibuka. Park Yang mundur ke belakang. Lampu Blitz langsung nyala untuk mengambil gambar Kane yang baru keluar dari mobil.


Namun, yang keluar nyatanya hanya asisten Kane. Dia membungkuk pada semua orang yang ada di sana.


"Dimana Kane?" tanya Park Yang marah setelah sadar jika Kane tidak ada dalam mobil itu.


Asisten itu hanya terdiam menatap ke arah mempelai wanita yang berdiri dengan berpegang pada ibunya.


"Di mana Kane?" tanya Rosemary histeris.


"Kau tidak bisa mempermainkan kami!" ujar Ben yang mulai emosi. Menarik kerah baju Patrik dengan wajah merah padam karena merasa dipermalukan.


"Tuan, Anda boleh memukul saya tapi tidak akan membuat Tuan Kane datang kemari."


"Dia sudah berjanji untuk menikahi anakku!" bentak Ben tidak terima.


Rosemary yang sadar jika pernikahannya gagal lantas berlari masuk kembali ke dalam rumah dengan berderai air mata. Linda mengikuti anak tirinya untuk menenangkannya.


"Dimana anak sialan itu, hah! Biar aku beri pelajaran padanya," ujar Park Yang.


"Dia sedang pergi berlibur bersama istri dan kedua anaknya."

__ADS_1


Seketika suasana menjadi riuh. Semua orang terkejut ketika tahu bahwa Kane Yang punya anak dan istri.


__ADS_2