Takdir Seorang Ibu Pengganti

Takdir Seorang Ibu Pengganti
Bab. 57 Bermain Curang


__ADS_3

"Aku sudah menantikan hari ini, Pak. Semoga saja kita bisa menang. Pelelangan tender ini benar-benar membuatku semangat." Kane berbicara dengan penuh percaya diri. Pak Jhon yang berada di sampingnya tersenyum.


"Kau yakinlah dengan kemampuanmu, Kane. Kau sudah berjuang seorang diri bahkan sampai detik ini. Kau sendiri mampu membawa kejayaan bagi KK. Jadi, kau jangan berkecil hati. Sangat jelas jika proyek ini bisa kau menangkan," sahut Pak Jhon.


"Tapi, kenapa David terlihat tenang saja?" Tiba-tiba Kane berbicara tentang kegelisahannya.


Pak Jhon menoleh. Ia cukup mengerti dengan sikap tenang David. Padahal jika melihat dari keadaan, Diamond masih harus mendapatkan tender besar. Itu dikarenakan persona Diamond sedang goyah. Tentunya Diamond membutuhkan suntikan dana yang tidak sedikit bila ingin kembali ke masa kejayaannya.


"Tenanglah, Kane. Semuanya sudah diatur. Lagipula semua tentang kita, mereka pasti paham siapa yang lebih berkompeten dan bisa diandalkan," hibur Pak Jhon.


Kane menganggukkan kepala. Pria itu tersenyum tipis. Mungkin hanya Pak Jhon dan Dee saja yang bisa mengendalikan amarah Kane. Kini mobil telah sampai di tujuan. Rupanya di pelelangan tender ini David dan anak buahnya pun sudah datang. 


Kane mengernyitkan dahi. David benar-benar terlihat sangat tenang. Tidak terlihat gugup ataupun sedikit emosi. Namun, ekspresi David kali ini justru mengarah pada kepercayaan diri yang berlebihan.


"Sebenarnya apa yang sedang dia rencanakan? Kenapa dia terlihat sangat percaya diri? Lalu apa maksudnya dia menjadi seorang yang ramah?" Kane hanya mampu membatin penasaran. Ia sangat heran mengapa David terlihat berbangga diri.


"Halo, Kak. Selamat pagi! Apakah semalam tidur Kakak nyenyak?" David menyapa jauh lebih ramah dari dugaan Kane. 


Bahkan sudi untuk berbasa-basi dengan Kane. Satu alis Kane menukik tajam. Ia mengamati gerak-gerik David yang terlalu mencolok. Terlebih lagi, sebelum ini bukankah Park Yang pernah mengemis pada Kane perihal pelelangan ini? Kane mulai memasang waspada. Pasti ada sesuatu yang besar telah lolos dari pengawasannya.


"Jika aku tidak dalam keadaan baik, apakah aku bisa berdiri di depanmu?" Kane membalas dengan kata-kata sarkas.

__ADS_1


"Hanya sekedar berbasa-basi. Menyapa Kakak sendiri apakah aku salah dalam hal ini? Ngomong-ngomong, Kak. Kali ini aku yang akan menang. Sudah waktunya aku menang dari Kakak." David berbicara penuh dengan percaya diri. Pria itu pun menyeringai licik. Senyuman itulah yang semakin membuat Kane yakin bila David telah melakukan sesuatu.


"Aku tidak perduli. Silahkan saja kau mengalahkan aku. Karena selama bertahun-tahun ini aku bahkan berdiri dengan kedua kakiku. Bukan merengek pada orang tua agar memberikan aku jalan menuju kesuksesan. Ya, kalahkan aku." ungkap Kane dengan nada merendahkan. Membuat telinga David memanas, tapi dia sedang bahagia jadi ejekan Kane seperti dia anggap angin lalu saja.


"Tapi, aku pikir kita bahkan sudah bersaing selama bertahun-tahun dan rasanya seperti mimpi saja bila kau bisa mengalahkan aku." Kane mengejek David yang selama ini memang hanya bersembunyi di belakang Park Yang. 


Sindiran keras dari Kane itu sukses membuat David mengepalkan kedua tangan. Saat David hendak membalas ejekan dari Kane, anak buah David menahannya dan kemudian membisikkan sesuatu di telinga David. Anehnya, David yang biasanya memberontak kini justru bisa menahan amarah. Perubahan pada diri David sangat jelas terlihat.


"Kane, ayo kita masuk dan mencari tempat duduk. Percuma berdebat dengannya. Tenang saja. Semua pasti sesuai dengan rencana. Ayo masuk." Pak Jhon berusaha menahan Kane agar tidak lepas kendali. 


Kane menurut. Pria itu lalu masuk ke dalam dan mencari tempat duduk. Di dalam acara pelelangan itu sudah dimulai. Namun terdapat satu pengumuman yang sangat mencengangkan. Ada kabar baik dan kabar buruk. Kabar baiknya adalah, tiga perusahaan tertarik dengan proposalperusahaan KK dan grup Diamond. Anehnya perusahaan KK maupun Grup Diamond diminta untuk menemui pimpinan.


"Apa yang terjadi, Pak Jhon?" tanya Kane.


"Aku pergi dulu, Pak Jhon. Do'akan semuanya baik-baik saja." Kane berpamitan pada Pak Jhon. Tentu saja pria paruh baya itu menepuk punggung Kane seolah ingin memberikan semangat untuk Kane.


"Apapun untukmu, Nak," sahut Pak Jhon.


Seseorang membawa Kane maupun David menuju ke satu ruangan. Dari balik bulu mata, Kane melirik ke arah David yang terlampau tenang. Tidak biasanya David bisa menahan emosi. Terlebih apa yang mendasari David bersikap tenang? Kane menebak-nebak dalam  hati.


"Ada hal yang sangat penting sehingga saya harus membicarakan ini dengan kalian berdua. Dua proposal di sini, adalah milik kalian. Saya tertarik dengan proposal yang Anda berdua ajukan. Pasalnya, di sana proposal kalian sama persis! Dan saya tidak tahu yang mana dan yang asli. Jadi, intinya kedua proposal ini memiliki isi yang sama." 

__ADS_1


"Tapi, saya akan menetapkan bahwa saya akan menerima proposal milik Grup Diamond yang menurut saya tawarannya cukup menarik. Mohon maaf, Tuan Kane. Saya dengan berat hati memilih Grup Diamond daripada perusahaan KK. Semoga Anda mau berbesar hati untuk menerima keputusan saya." Pimpinan itu mengakhiri pembicaraan. Kane terlihat tercenung. Ia berpikir keras bagaimana isi proposal miliknya bisa sama persis dengan milik David.


"Boleh saya lihat proposal milik Grup Diamond?" tanya Kane.


"Boleh. Silahkan."


Kane menerima proposal tersebut. Ia pun lalu mengamati semua yang ada di sana. Matanya benar-benar memerah menahan amarah. Semua yang tertulis di sana memang sama persis dengan proposal miliknya. Dengan dada yang bergemuruh, Kane mengembalikan proposal tersebut. Ia pun berdiri dan berpamitan sekedarnya. 


Setelah itu ia melangkah keluar. Memang terlihat tidak sopan di sana, tapi Kane benar-benar muak dengan tingkah David yang nyatanya sudah mencuri semua ide-idenya. Bahkan memberikan penawaran dengan harga yang lebih miring.


"Hei, Bung. Kenapa kau semarah itu? Ayolah, dalam pertandingan bukankah ada menang dan ada kalah? Mengapa kau bisa semarah itu?" David keluar dari ruangan pimpinan tersebut dengan seringai liciknya.


Seketika Kane menoleh. Ia menatap bengis ke arah David yang tersenyum seolah Sedang meremehkannya. Dada bidang Kane bahkan naik turun. Namun, Kane tidak bisa lagi menahan amarahnya. Kane berjalan cepat mendekati David dan mengangkat tangannya.


"Kane! Jangan gegabah, Kane. Tenang, Kane. Apapun yang terjadi pasti ada penyebabnya. Jangan membuat keributan. Nama perusahaan King Kane yang menjadi taruhannya. Kau pikirkan sekali lagi, Kane." Beruntung Pak Jhon menyusul dan menghentikan tangan Kane.


Tentu saja Kane memberontak. Kuncian tangan Pak Jhon rupanya tidak sekuat itu. Terbukti Kane bisa mendekati David dan mencengkram kerah lehernya.


"Dasar bajingan! Kau rupanya sudah mencuri data perusahaanku! Bisa-bisanya kau melakukan cara yang menjijikkan untuk menang di persaingan ini!" bentak Kane.


"Kakakku tersayang. Dengar. Dalam persaingan seperti ini, kita bisa menghalalkan segala cara untuk menang. Kau saja yang bodoh." David menyeringai licik. 

__ADS_1


Ia terkekeh dengan ekspresi Kane yang sangat menyenangkan baginya saat ini. Kali ini untuk pertama kalinya David berhasil menang bersaing dengan rivalnya yang sangat kuat. Yaitu, Kane yang merupakan kakaknya sendiri.


__ADS_2