Takdir Seorang Ibu Pengganti

Takdir Seorang Ibu Pengganti
Bab. 81 Keributan Besar


__ADS_3

Kane bermimpi duduk bersama Dee di suatu taman. Di sisi lain ada dua anak lelaki yang mirip sedang berlari kejar mengejar.


"Apa kau bahagia?" tanya Kane.


Dee mengangguk dan meletakkan kepalanya di bahu Kane. Kane melingkarkan tangannya di bahu Dee. Di saat itu, seorang anak berlari mendekati mereka.


"Papah aku bawa minuman segar untukmu," teriak salah satu anak mendekat ke arah Kane. Mendadak kaki anak itu tersandung batu dan air membasahi baju yang Kane pakai. Kane terkejut. Bangun dan tersadar dari tidurnya.


Di saat yang sama dia merasa hangat di bagian bawah bajunya. "Apa ini?" gumam Kane menyentuh bajunya sendiri.


"Kok basah," ujar Kane membuka selimut dan menyalakan lampu kamar. Dia mengusap matanya yang masih terasa pedih karena baru tidur beberapa jam saja. Matanya mengerjap ketika melihat sebagian bajunya basah dan tempat tidur miliknya juga basah.


"Jesper! Bangun, kau mengompol!" teriak Kane membuat pagi hari yang tenang langsung ricuh. Pria itu membuang selimut yang basah oleh ompol.


"Akh, Mama, aku masih mau tidur," ujar Jason yang masih tidak sadar situasi yang sedang dihadapinya.


"?...?" Kane menatap horor pada Jason. Dia mengoyak tubuh Jason.


"Gempa... gempa... Mama tolong aku!" teriak Jason terbangun dari tidurnya. Dia lalu duduk dan melihat ada pria tampan dengan wajah menyeramkan seperti ingin memakannya hidup-hidup menatapnya tajam.


Dia mengerjapkan mata tanpa rasa bersalah.


"Papa Burung Besar sedang marah, aku masih mengantuk mau tidur lagi!" gumam Jason tidak jelas kembali berbaring.


Wajah Kane memerah. Di pintu Pak Jhon menatap ketakutan ke arah Kane, takut anak itu akan dihukum berat.


Walau Jesper bukan cucu kandungnya, tapi dia sudah menganggapnya sebagai cucu sendiri. Bahkan dia yang merawat Jesper sedari masih bayi.


Tadi malam dia sudah senang dengan kedekatan mereka yang tidak pernah terjadi kini malah Jesper membuat kekacauan.


"Kane kau harus sabar, dia masih kecil," ucap Pak Jhon.


Kane tidak mendengarkan ucapan Pria yang sudah merawatnya sedari kecil. Tubuh kecil Jason yang sedang meringkuk diangkat seperti seekor kucing kecil yang tidak berdaya.


Candy yang melihat kejadian itu mengeong bahagia. Akhirnya, pembohong yang pura-pura menjadi Tuannya kini menemui akibat dari kebohongannya.


"Papa kau mengajakku main terbang-terbangan?" tanya Jason tertawa membuka matanya.

__ADS_1


Kane hanya bisa menghela nafas panjang. Kali ini kesabarannya sudah habis. Anak ini membuat emosinya naik turun.


Tubuh kecil itu didudukkan di bathtub dan Kane langsung menyalakan shower yang langsung diarahkan kepada Jason.


Jason langsung membuka matanya lebar.


"Mama ... Papa jahat sekali, aku tidak mau punya Papa seperti dia," teriak Jason.


"Memang kau mau punya Papa siapa kalau bukan aku! Hah!" bentak Kane.


Jason mau menyebut Ayah Iky tapi dia sudah sadar jika dia dalam mode penyamaran. Jika sampai pria di depannya tahu, dia bisa dibunuh saat ini juga. Lihat saja matanya seperti harimau kelaparan.


Jason prihatin dengan hidup Jesper yang terlihat tidak bahagia karena punya ayah seperti pria ini. Jika Ayah Iky malah menyayanginya dan tidak akan membiarkan dia dimarahi oleh Mamanya. Sangat berbeda, penilaiannya terhadap ayahnya jadi berubah.


"Papah jahat, aku mau ganti Papah saja!"


"Jika kau katakan itu sekali lagi, kau akan ku buang ke laut sekalian biar dimakan hiu!"


Ancaman Kane berguna juga. Jason sudah tidak memberontak.


"Jangan sebut Mama lagi karena dia tidak ada di sini!"


***


Sedangkan keadaan Jesper berbanding terbalik dengan Jason. Dia merasa senang dengan perhatian yang Dee berikan.


"Kau ternyata sudah membersihkan diri, padahal Mama baru saja ingin menyuruhmu sikat gigi lho. Sekarang ganti bajumu," ujar Dee yang melongok Jasper sedang menyikat giginya sebelum tidur. Tadi sore pun Dee terkejut melihat anak itu sudah mandi sendiri tanpa dia suruh. Benar-benar luar biasa perubahan anaknya ini. Dari yang istimewa menjadi sangat manis.


Dee menghela nafas panjang. "Mama harus menyelesaikan pekerjaan Mama terlebih dahulu baru, menemanimu tidur."


Jesper tertegun, menatap ibunya. Menemaninya tidur? Itu artinya dia akan tidur bersama dengan ibunya, merasakan pelukannya. Jesper lalu bersemangat. Setelah selesai membersihkan diri dia mencari baju tidur Jason. Ketika dia membuka lemari pakaian plastik milik Jason dia menemukan beberapa pakaian tidur yang bergambar tokoh pahlawan kesukaan Jason.


Jesper sendiri lebih suka baju polos atau bergaris, tidak terlalu ramai. Kini dia hanya bisa memakai baju ini.


Jesper memakai baju itu dan menatap cermin. "Tidak buruk."


Anak itu lantas memperhatikan isi kamar itu. Semuanya menggambarkan tentang Jason. Wall paper yang ada bergambar tentang kota dan ada nama Jason yang besar tertulis di tembok. Lemari, meja, pintu, hingga hiasan di pintu pun tertulis Jason.

__ADS_1


Anak itu memang diistimewakan oleh keluarganya dan sepertinya mendapatkan kasih sayang penuh dari semua orang. Walau Jason tidak kaya seperti dirinya, tapi Jason terlihat bahagia dengan keadaannya.


"Kau belum pergi tidur," kata Dee yang masuk ke kamar membawa tumpukan pakaian. Tumpukan itu dia masukkan ke dalam lemari.


"Aku menunggu Mama," jawab Jesper tersenyum lembut.


Dee menatap ke arah Jason dan membalas senyumannya. Anaknya itu memang belum akan tidur sebelum dia datang dan memeluknya.


Dee membawa Jesper ke tempat tidur. Lalu mereka berbaring. Jesper seperti memberi jarak, nampak canggung.


"Hei kau kenapa? Tidak seperti biasanya," ujar Dee mendekati Jesper dan memeluknya hangat.


"Biasanya kau tidur di lengan Mama." Jesper mengangkat wajah dan menatap wajah cantik serta teduh ibunya. Dia tersenyum.


Lalu tanpa ragu memeluknya erat. Menghirup aroma vanilla yang manis dari tubuh ibunya.


"Ma, apa kau mencintaiku?" tanya Jesper. Walau dia tahu itu untuk Jason tapi dia ingin merasakan dicintai seorang Mama.


"Tentu saja Mama mencintaimu," balas Dee.


"Jika aku punya kembaran di lain tempat apakah kau akan mencintainya juga, Ma?" tanya Jesper sesak.


Dee terkejut dengan pertanyaan Jason yang tiba-tiba.


"Kau kenapa tanya seperti itu? Aneh."


"Aku kan hanya bertanya, Ma."


Dee menghela nafas panjang teringat akan satu anaknya lagi yang kini berada bersama Kane. Hatinya merasakan sakit, ingin sekali melihat putranya yang satu.


"Mama akan mencintai semua anak, Mama tanpa terkecuali," ujar Dee memeluk erat Jesper.


Dia tidak melihat jika Jesper tersenyum penuh kebahagiaan. Ibunya ternyata juga mencintainya. Dia sekarang sudah yakin jika ini memang ibunya, jika tidak mengapa dia merasa nyaman dan dekat dengan Dee. Tidak ada jarak dan canggung. Semua terjadi seperti mereka telah terbiasa bersama.


"Ma, aku sangat mencintaimu, sangat sayang padamu dan ingin selalu bersamamu," jujur Jesper penuh haru. Ingin sekali dia mengatakan jika dia Jesper, mungkin anak Dee yang lain. Tapi dia tidak melakukan itu sebelum punya bukti kuat jika dia dan Jason itu saudara kembar.


"Mama juga sangat mencintai dan menyayangimu." Dee mencium pucuk kepala Jesper. Anak itu lantas tidur dengan tenang.

__ADS_1


Sedangkan Dee tetap membuka matanya. Dia teringat dengan anaknya yang lain. Hatinya tiba-tiba menjadi sakit. Dia harus punya cara agar bisa melihatnya. Apa itu Dee harus berpikir dengan cepat?


__ADS_2