Takdir Seorang Ibu Pengganti

Takdir Seorang Ibu Pengganti
Bab. 85 Membuat Masalah


__ADS_3

"Jika kau tahu aku murahan kenapa kau menciumku? Seharusnya kau mencium, kekasihmu yang terhormat itu! Kau yang memulainya bukan aku dan kau selalu menyalahkan semuanya padaku!" teriak Dee lebih keras dari Kane.


Kane langsung bertepuk tangan dengan keras. "Akhirnya kau memperlihatkan wujud aslimu di depanku, Dee, yang kau sembunyikan dibalik wajah polosmu itu."


Dee menyipitkan mata, menatap berani pada Kane. "Sudah kukatakan jika aku bukan Dee yang dulu dan bisa kau injak-injak."


"Ya, aku lupa, kau adalah Dee si pengkhianat yang berusaha menghancurkan aku dengan kekasih gelapnya."


Dee menghela nafasnya. "Jika kau pandai kau gunakan otakmu! Bukan hanya emosimu! Bodoh!"


Dee lantas berjalan keluar dari ruangan itu.


"Dee kau lupa jika aku bukan mantanmu karena kita belum berpisah. Kau juga tidak akan bisa melegalkan hubunganmu dengan pacarmu, selamanya!"


"Aku tahu itu dengan baik dan aku juga tahu kau menyembunyikan putraku. Aku tidak akan bersimpuh meminta kau mempertemukan aku dengannya karena aku tahu, entah kapan aku pasti bertemu dengannya. Saat itu kau tidak akan bisa mencegah aku membawa putraku karena aku yakin dia tidak bahagia hidup bersama dengan pria sepertimu dan memilih hidup bersama ibunya."


Bang!


Pintu tertutup dengan kencang bahkan sampai bergetar. Dee memperbaiki tatanan rambutnya dan bajunya sebelum melangkah pergi.


Sekretaris Kane hanya termangu melihat pemandangan itu. Sebelumnya tidak ada yang berani berbuat itu pada Tuan Kane, tidak ada yang berani mendekatinya selain Nona Rosemary, tapi kini pelayan itu terlihat lebih unggul dari Direktur Humas, Rosemary.


Dia cantik hanya saja Rosemary lebih unggul dari keluarga dan juga kekayaan. Jadi apa yang membuat Tuan Kane yang dingin itu mengutamakan pelayan cafe bawah?


"Kenapa lihat? Aku kira sebaiknya kau bawakan seember air dingin untuk atasanmu itu sebelum dia memarahimu," ujar Dee meninggalkan tempat itu dengan anggun dan kepala di tegakkan.


Tidak ada yang boleh meremehkannya. Itu didikan yang ditanamkan Emilio ketika mereka sudah mulai hidup bersama.


Sore harinya Rizky bersama dengan Jesper menjemput Dee bekerja. Awalnya Jesper menolak, namun setelah dipikir lagi dia tidak ingin memberi kesempatan pria itu untuk mendekati Mamanya lagi. Mamanya hanya untuk ayahnya.


"Kau tidak seperti biasanya Jason. Biasanya kau selalu ceria dan tertawa. Katakan saja jika kau punya masalah, Ayah Iky pasti akan membantumu," ujar Rizky.

__ADS_1


'Hmm Jangan harap jadi Ayahku, Ayahku hanya Kane Alexander Yang. Kau bukan apa-apa baginya.'


Jesper tetap membisu saja. Rizky akhirnya terdiam, memikirkan alasan mengapa anak ini tiba-tiba seperti menggaungkan sikap permusuhan dengannya.


Mereka akhirnya sampai di depan gedung perkantoran Taiyang, corp. Ini adalah anak perusahaan dari King Kane.


Jesper yang melihat gedung milik ayahnya menjadi terkejut. Jadi ibunya bekerja di perusahaan ayahnya? Bukankah itu berita bagus.


"Mama mu kerja di sini, katanya pemilik gedung ini memintanya untuk mengurus cafe yang ada di depan gedung. Itu dia cafe nya.


Mereka lantas berhenti di depan cafe.


"Apa kau mau turun?" tanya Rizky pada Jesper.


"Tidak, aku di sini saja," jawab Jesper.


Rizky melihat sikap dingin dan tenang Jason, tidak seperti biasanya. Anak ini seperti anak lain yang tidak dia kenal sebelumnya. Namun, apapun itu dia adalah anak Dee yang sudah dia jaga dari kecil dan sudah disayangnya seperti anak sendiri.


Jesper menganggukkan kepala.


Di saat itu, Kane baru saja keluar pintu kantor bersama dengan Rosemary. Dia melihat Rizky keluar dari dalam mobil sedangkan di dalam. mobil itu terlihat samar bayangan anak.


Tangan Kane mengepal keras. Dee mengatakan harus mencari bukti dulu, sedangkan semua sudah terlihat jelas.


Tatapannya yang tajam mengiringi sosok Rizky yang masuk ke dalam cafe yang hampir semua bagian temboknya terbuat dari kaca sehingga terlihat dari luar.


Dee nampak bahagia dan memeluk Rizky. Rosemary yang di dekat Kane nampak senang. Pekerjaannya tidak akan berat ke depannya. Dee sudah punya pasangan, yaitu kekasihnya dari masalalu. Kane tidak akan mungkin kembali padanya.


"Ayo, Kane, kita ditunggu oleh Mr. Jhonson di hotel," ajak Rosemary.


Kane menyentuh hidungnya dan melihat ke atas. Tangannya lalu memeluk pinggang Rosemary masuk ke dalam cafe. Mereka nampak seperti kekasih yang sedang dimabuk cinta.

__ADS_1


"Kak, sebentar. Aku mau ganti baju dan ambil tas terlebih dahulu," kata Dee pada Rizky.


"Hei, kau ambilkan kami dua kopi manis dan juga dua porsi mie pangsit."


Dee dan Rizky langsung melihat ke arah Kane.


"Tugasku, sudah selesai, biar karyawan lain saja yang mengantarkan tapi akan kupesankan," ucap Dee.


"Bukankah kau penanggungjawab cafe ini dan cafe ini juga milikku jadi kau yang harus melayaniku!"


Rizky hendak maju, tapi tangan Dee memegang pundaknya menghalangi.


"Kopinya akan ku buatkan sedangkan Mie pangsit nya tidak ada dalam menu, jadi kau bisa pesan yang lain."


"Aku hanya mau itu dan kau harus buatkan untukku tidak akan protes ataupun alasan lain kecuali kau mau cafe ini kututup dan ku pecat semua karyawan yang baru bekerja di sini karena atasannya tidak becus melayani pelanggan."


Wajah Dee menegang, tapi dia tetap berusaha bersikap tenang. Tidak ingin membuat keributan yang akan menimbulkan rumor yang lebih kejam.


Insiden tadi di lantai atas memang tidak terlihat orang lain, tapi setelahnya dia mendapatkan banyak sindiran dan juga perkataan pedas dari karyawan kantor. Terutama yang wanita.


Dia menatap ke arah teman-teman yang bekerja di cafe itu yang menatap penuh harap darinya. Pernyataan Kane ini malah membuat rumor mereka semakin terlihat Kane hanya ingin dilayani oleh Dee dan dimasakkan olehnya.


Dee tidak ingin membuat yang lain terimbas masalahnya. Jika dia dipecat tidak masalah, tapi jika semua karyawan cafe ini. Maka, mereka harus makan apa setelahnya?


"Baiklah," kata Dee mengambil tisu dan mengelap sebuah kursi dan meja yang akan Kane duduki. Dia tahu Kane tidak akan duduk di sembarang tempat apalagi itu bekas orang lain. Penyakit Mysophia-nya itu mungkin masih ada.


Bibir Kane yang seksi sedikit terangkat ketika Dee menyiapkan tempat duduk untuknya. Ternyata wanita itu masih perhatian.


Rizky sendiri nampak tidak senang melihat semua itu. Dia terkejut Kane ternyata ada di gedung ini juga dan dia adalah atasan dari Dee. Hatinya mulai takut dan panik tapi dia berusaha untuk bersikap tenang.


Dari sisi lain, Jesper mengintip dari luar semua kejadian itu. Dia tersenyum ternyata Papanya juga tahu mamanya bekerja di sana. Ini semua membuktikan jika Dee memang benar mamanya. Jika tidak Papanya tidak akan membuat masalah kecil dengan seorang bawahannya.

__ADS_1


Dia harus menghubungi Jason dan memberitahukan semuanya.


__ADS_2