Takdir Seorang Ibu Pengganti

Takdir Seorang Ibu Pengganti
Bab. 120 Buah Simalakama


__ADS_3

Dee yang sudah tidak sabar pada tingkah Rosemary melepaskan tangan Kane. Dia maju ke depan.


"Kenapa aku jadi yang salah? Hah! Apa kau yang bodoh, tulalit atau amnesia?" ujarnya membuat Rosemary terdiam menatap Dee dengan nyalang seakan ingin membunuhnya.


"Kau tahu aku sudah bersama dengan Kane sedari dulu. Aku ini istrinya. Kau hanyalah mantan yang tidak pernah bisa move on darinya. Kau ingin memiliki Kane dengan memfitnahku. Seharusnya aku sudah memberimu pelajaran dari dulu tapi aku diam karena menurutku aku tidak selevel denganmu. Kau terlihat hebat di depan tapi isimu busuk sehingga orang enggan untuk dekat denganmu. Mereka takut virus jelek akan mengenai mereka jika dekat denganmu."


Plak! Rosemary menampar Dee. Kane ingin membantu tapi Dee menolaknya.


"Hanya ini kan yang kau bisa? Kau tidak bisa melakukan yang lain?" bentak Dee.


"Awas kau Dee," teriak Rosemary histeris membuat Ben maju untuk memeganginya.


"Dee, apa yang kau lakukan? Kau malah membuatnya seperti ini," ujar Ben tidak senang. Dia ingin membuat Rosemary tenang dengan kedatangan Kane bukan membuatnya melakukan hal gila lagi.


"Jika kau melihatku kau jadi ingin hidup lebih lama kan, Rose? Bukankah kau ingin menghancurkan aku, mengapa sekarang jadi selemah ini?" ejek Dee membuat semua terdiam. Rose menatap penuh kebencian pada Dee.


Mengapa wanita itu bisa mengalahkan semua wanita hebat yang ada di sisi Kane. Liliana dan dirinya salah satunya. Dia bisa menyingkirkan banyak wanita namun tidak bisa menyingkirkan Dee dari pikiran Kane walau sejenak.


Ketika mereka bersama, yang Kane lihat hanya sosok Dee. Bukan dirinya. Sakit hati Rosemary, tapi dia tidak bisa protes karena itu artinya Kane akan meninggalkan dirinya.


Lalu apa hebatnya Dee darinya? Sampai saat ini, Rosemary masih bertanya apa yang tidak ada dalam dirinya yang Dee miliki dan membuat Kane begitu mencintainya.


"Tapi yang terjadi kau sendiri yang hancur. Lihatlah kau nampak menyedihkan. Biasanya kau terlihat cetar membahana sekarang seperti orang gila yang sebentar lagi masuk rumah sakit jiwa. Ck ... aku senang dengan ini. Aku akan nikmati kekalahanmu ini."


"Namun, yang aku sayangkan adalah satu hal. Kau akan membuat anak yang kau buat dan ada di rahimmu menjadi anak yang kurang beruntung karena punya ibu seperti kau."


Netra Rose melirik ke arah Dee terkejut dengan kata-katanya.


"Padahal kau bisa melakukan lebih. Kau bisa menikmati hidupmu tanpa harus bersusah payah bekerja. Kau tidak perlu lelaki yang tidak mencintaimu dan hanya membuat lukamu untuk terus berada di sampingmu. Kau itu cantik, pintar dan hebat pasti bisa melakukan banyak hal ke depannya."


Rosemary terdiam. Di saat itu, David datang dengan dibawa paksa oleh anak buah Kane. Semua orang melihat ke arahnya terkejut.

__ADS_1


Wajah Rosemary yang tadinya garang menjadi pucat pasi dia menunduk melihat ke arah lain.


"Adakah yang ingin kau katakan adikku?" tanya Kane menepuk bahu David keras. Pria itu melirik Kane dengan tajam. Dia masih ingat dengan kedua tangannya yang harus dioperasi akibat tembakan dari Kane.


"Aku harap kau mau bertanggungjawab dengan kesalahan yang kau perbuat. Jangan jadikan Rosemary dan anak kalian korban dari ambisimu!"


David terdiam.


"Kau!" bentak Ben marah sambil menarik kerah baju David. Ingin memukulnya tapi dicegah oleh Linda.


Dia tidak menyangka anak dari Park Yang lainnya yang membuat putrinya hamil dan anak itu tidak mau bertanggung jawab.


David mengangkat wajahnya. Tersenyum sinis.


"Aku tidak bersalah dalam hal ini kan Rosemary?" tanya David tenang membuat Rosemary membuang wajah ke samping.


"Suatu hari aku mendapati dia sedang mabuk di salah satu bar. Aku membantunya untuk pulang tapi dia merayuku."


"Rosemary mencintaimu Kane, bukan aku. Dia tidak berharap untuk bisa hidup bersamaku. Aku pun tidak mencintainya. Ku akui kami melakukannya karena untuk kesenangan semata. Dia kesepian karena kau selalu mengabaikannya. Aku hanya tempat pelampiasan kesedihannya," ungkap David.


Rosemary terdiam menatap kosong ke arah jendela yang ada di sampingnya. "Jika kita menikah hanya akan membuat neraka dalam kehidupan kami. Aku tidak mencintainya dan dia pun sama. Dia bukan tipe pria yang akan setia dengan satu wanita."


"Setidaknya kau bisa menikah karena anakmu. Dia butuh sosok ayah dalam hidupnya yang bisa dia kenal ketika membuka matanya. Entah kalian akan bercerai atau tidak nantinya itu tidak penting untuk saat ini. Yang dibutuhkan adalah kebersamaan kalian hingga anak itu lahir," ucap Kane.


"Jika kalian selama ini bisa melakukannya tanpa perasaan bisakah kalian menikah pula dengan hal yang sama. Demi status anak ini."


"Syukur jika kalian bisa menumbuhkan rasa cinta setelahnya. Jika tidak, kalian bisa memutuskannya setelah anak itu lahir."


"David, bukankah kau hidup bersama ayah dan ibumu dari kecil? Apakah kau akan tega membiarkan anakmu hidup tanpa nama dan sosok ayahnya? Aku rasa kau tidak akan sekejam itu. Maka dari itu, bertanggungjawab lah pada kesalahanmu."


David menghela nafas panjang. "Baiklah, hanya sampai anak itu lahir!" ujar David meninggalkan ruangan itu.

__ADS_1


Rosemary menangis, meratapi nasibnya yang buruk. Dia tahu bagaimana rasanya ketika ibu kandungnya memutuskan untuk pergi dari kehidupan ayahnya. Ibunya lebih memilih mementingkan pekerjaan dan kebahagiaannya sendiri daripada menghabiskan waktu untuk anaknya.


Oleh karena itu, dia tidak ingin jika anaknya kelak akan merasakan hal yang sama dengan yang dia rasakan. Dia akan memberikan perhatian pada anaknya sama seperti Linda, ibu tirinya yang memberinya kasih sayang seorang ibu.


"Kami harus pulang," pamit Kane pada keluarga Cokro. Dee terdiam di belakang Kane. Mereka keluar dengan berpegangan tangan.


Linda lantas mengikuti mereka hingga sampai di lorong rumah sakit.


"Dee," panggil Linda.


Dee menghentikan langkahnya. Terdiam.


"Bisakah aku bertemu denganmu lagi?" tanya Linda. Dee masih membisu, Kane bisa melihat raut tidak suka Dee.


"Tentu saja Tante Linda, kau bisa menemuinya di rumah kami. Kau pun bisa melihat dua cucumu yang lucu."


"Kalian sudah punya anak dua?" tanya Linda antuasias dan bahagia.


"Mereka kembar. Dua pangeran tampan," imbuh Kane.


"Kalau begitu aku akan kesana untuk menemui mereka."


"Pintu rumah kami selalu terbuka lebar untukmu," ujar Kane.


Dee yang tidak senang lantas meneruskan langkahnya sendiri. Kane berjalan mendekati Linda.


"Dia hanya butuh waktu untuk memahami semuanya," ucap Kane. Linda menganggukkan kepala.


"Sampai berjumpa lagi ibu mertua."


Linda tersenyum lebar. "Jaga anakku dengan baik."

__ADS_1


"Tanpa kau suruh aku sudah melakukannya," balas Kane. Dia lalu pergi mengejar Dee yang sudah menghilang dibalik tembok.


__ADS_2