
"Santai saja Nyonya, jangan memperlihatkan kegugupan mu atau tegang. Kau adalah istri dari Tuan Kane Yang, apalagi surat menikah kalian sudah dibuat kan dan kini kau adalah istri sahnya. Tidak ada yang akan melihatmu dengan sebelah mata."
"Kau benar. Namun, aku takut saja. Jika mereka menghinaku nanti, apa yang harus kulakukan? Jika aku menjambak mereka itu tidak elegan bukan?"
"Nyonya Kane Yang tahu apa yang harus dilakukan."
"Ehm, bisakah aku mengganti sepatunya? Aku takut keseleo dan berbahaya untuk anak dalam kandunganku," ujar Dee.
Emilio tersenyum. Dia mengambil paper bag di kursi samping. "Ini Tuan siapkan untuk Anda jika terjadi hal buruk di dalam. Sepatu kets biar Anda nyaman berjalan. Walau tidak sesuai gaun yang Anda gunakan tapi harganya selangit mereka akan diam melihatnya. Ini juga pakaian lain jika baju Anda bermasalah nanti," terangnya.
Mata Dee berkaca. Suaminya sangat memikirkan kebutuhannya. Sudah mempersiapkan semua kemungkinan yang ada.
Jendela kaca diketuk oleh David.
"Kakak ipar, ayo keluar, kenapa masih di dalam saja?" tanya David.
"Sebentar, aku akan mengganti sepatuku," ujar Dee. Setelah itu, Dee keluar dari mobil.
"Wow, kau sangat cantik dan menakjubkan, pantas saja Kakak memilihmu menjadi istrinya. Terus terang aku iri dengan keberuntungannya."
David mengulurkan lengannya. Dee menggeleng. Dia berbisik pada David.
"Suamiku pencemburu jika dia melihat ada foto aku dekat denganmu, maka habis kita berdua." David yang mendengar tertawa.
"Kau itu sangat lucu, Kakak Ipar."
Mereka lantas masuk ke rumah itu. Suasana dalam rumah berbeda dengan luarnya. Nampak meriah. Ini pesta arisan ibu-ibu. Dee kira semua akan memakai pakaian sopan dan juga suasana sepi dan elegan serta membosankan. Kenyataannya tidak. Ada alat musik yang dimainkan oleh DJ membuat semua orang berjoget. Teriakan ibu-ibu yang berbicara tidak mau kalah. Tawa mereka juga membuat suasana bertambah meriah.
__ADS_1
Ternyata mereka bukan cuma sendiri, ada yang bawa pasangannya, anaknya bahkan berondong nya. Dee menutup mulutnya, terkejut. Pantas setengah mati Kane melarangnya datang ke tempat ini. Ternyata arena berbahaya baginya.
Pelayanan membawa baki penuh dengan gelas berisi minuman keras. Di kolam renang beberapa wanita dan pria berenang di sisi lain beberapa emak-emak highclass duduk bersama-sama sambil merumpi. Mereka memperlihatkan apa yang mereka kenakan.
"David, kau bawa siapa kesini?" tanya seorang wanita paruh baya dengan rok mini dan baju berkerah Sabrina.
"Dia adalah kakak iparku. Istri dari Kane," terang David.
"Istri Kane?" seru wanita itu membuat sekitarnya langsung melihat ke arah Dee.
"Ternyata rumor Kane menikah memang benar adanya. Bagaimana bisa? Kenapa Cindy Yang tidak cerita pada kami?" tambah yang lain. Dee hanya bisa tersenyum kaku karena kikuk menjadi pusat perhatian semua orang.
"Mana Cindy? Mantu tidak undang-undang," seru yang lainnya. Netra mereka lalu mencari Cindy yang tidak ada di tengah pesta.
"Tadi dia disini."
"Jadi ini istri Kane Yang, aku sudah mendengarnya lama tapi setengah tidak percaya jika Kane yang mengambil pelayan cafe buat menjadi istrinya. Ternyata benar." ungkap wanita itu.
Lalu dia berhenti di sebelah wanita muda yang umurnya diatas Dee. Wanita itu terlihat menarik dan cantik. Kulitnya yang putih dan berkilat ditutupi oleh dress berwarna biru jamrud membuatnya bersinar terang. Penampilannya terlihat biasa saja namun mahal. Terlihat dari anting kecil di telinganya. Itu adalah sebuah berlian merah yang pastinya mahal.
Juga jam tangan mewah yang berharga milyaran serta sepatu mahalnya.
"Ibu kau jangan menghinanya," ujar wanita itu lembut pada wanita yang menghina Dee. Rupanya wanita itu adalah ibunya.
Dee melihat ke samping, tapi tidak melihat David.
"Aku tidak menghinanya, Rose, hanya mengatakan suatu kenyataan saja. Bagaimana pun seekor babi jika dipakaikan berlian tetap akan menjadi babi saja. Tidak cocok."
__ADS_1
Nafas Dee terasa berhenti di katakan sebagai binatang oleh wanita itu. Dia merasa tidak mengenal wanita itu, kenapa malah tiba-tiba menyerangnya.
Tangannya memegang erat ujung baju sendiri. Namun, wajahnya tetap terlihat tenang.
"Rose, Kane berselingkuh darimu dan bertunangan dengan Liliana, aku bisa terima karena kalian sepadan. Namun, dia juga mencampakkan Liliana demi wanita seperti ini, apakah tidak buta Kane itu?"
"Dewi Ling, kau benar. Jika Liliana itu statusnya sama dengan kita, kalau anak kita kok kalah dengan pelayan itu saja menghina anak kita," imbuh yang lain memanas- manasi suasana.
"Ibu, terserah Kane mau memilih siapa, itu tidak masalah dengan ku. Hubungan ku dan Kane sudah putus," ujar Rosemary tersenyum sambil menghela nafas.
"Hanya saja aku tidak suka dia ada di sini, menghancurkan imej kita sebagai kumpulan wanita paling kaya di kota ini," ujar Dewi Ling.
Cindy dan David sendiri berdiri di satu sudut yang tidak terlihat mengamati semua yang terjadi. Dia memang sangat menginginkan ini terjadi pada Dee. Tanpa harus menyerang, Dee akan dihajar oleh teman-teman sosialita nya. Dia memang tidak pantas menjadi keluarga Yang.
Kane lahir dari rahim pelayan maka dari itu, memilih seorang pelayan untuk dijadikan istri olehnya.
"Lihat saja apa yang dia kenakan tidak pantas. Tidak dia padu padan kan dengan baik. Riasan nya sangat menor, baju dan sepatu yang dia kenakan memang mahal tapi tidak sesuai dengan gayanya maupun acaranya. Aku heran bagaimana bisa Kane memilih makhluk aneh ini jadi istrinya."
Dee menghela nafas panjang. Dia teringat kata-kata Emilio, jika sesuatu mungkin terjadi di ruangan ini.
"Aku juga tidak tahu mengapa Kane memilih orang miskin dan seaneh aku menjadi istrinya. Mengapa kalian tidak bertanya sendiri pada Kane? Dia pasti akan menjawab pada kalian semuanya."
"Jawabannya mudah, aku punya keunggulan yang tidak dimiliki Nona ini atau Liliana. Oh, Liliana bahkan ditendang keluar dari hidup Kane dengan tidak terhormat karena berurusan denganku. Aku harap kalian pun tidak membuat masalah yang akan membikin suamiku berang dan melakukan hal yang bisa merugikan kalian atau keluarga kalian," bisik Dee di telinga Dewi Ling.
Mereka tahu apa yang terjadi pada ayah Liliana, lebih tepatnya mantan walikota mereka. Setelah rumor hubungan Liliana dan Kane kandas, ayah Liliana diciduk oleh KPK dan kini sedang dalam kasus korupsi. Nama Liliana sudah tidak terdengar lagi.
"Dee kau sudah datang, Sayang," sapa Cindy hangat. Dia langsung memeluk Dee dan mencium dua pipinya.
__ADS_1
"Maaf Dee tadi aku meninggalkanmu karena mencari ibu. Aku takut akan terjadi apa-apa denganmu."