
Sesampainya di kamar Rosemary langsung membanting dan melempar benda yang ada di sekitarnya. Rasa marah dan malu bersarang dalam dadanya. Rasanya seperti dilempar kotoran ke wajahnya.
"Akh!" teriaknya keras.
Linda masuk ke dalam kamar, menutup pintu dan mendekat ke arah Rosemary. "Sayang, tenanglah," kata Rosemary.
"Bagaimana aku bisa tenang, Bu. Mereka pasti tertawa melihatku hancur. Kane begitu kejam telah meninggalkan aku," serunya sambil menangis.
Linda memeluk sayang pada Rosemary mencoba untuk menenangkan.
"Kita bisa menemui Kane nanti dan minta penjelasan padanya."
"Penjelasan apanya, dia pasti sudah tahu semua maka dia tidak mau menikahiku," ujar Rosemary.
"Sudah tahu apa? Katakan pada ibu," ucap Linda penasaran mengoyak tubuh Linda.
"Aku bukan hamil anak Kane, Bu. Ini anak pria lain," ujar Rosemary.
Linda menutup mulutnya dan mundur ke belakang secara otomatis. "Ba-bagaimana bisa? Bukankah selama ini kau selalu bersama dengan Kane?"
"Aku kira Kane tidak akan menyadarinya tapi dari awal dia sudah lantang mengatakan anak dalam kandunganku bukan anaknya. Aku terus memaksa dan rencana pernikahan ini terjadi. Nyatanya, dia tidak datang. Dia pasti tahu semuanya," ucap Rosemary dengan suara semakin lirih lantas pingsan.
***
Sedangkan di waktu yang sama Kane mengajak anaknya dan Dee pergi ke pantai. Dee memilih untuk duduk sambil berjemur malas di bawah payung besar. Kane bermain dengan Jason sedangkan Jesper merekam kebersamaan mereka.
Dee menatap ke arah mereka, lebih tepatnya ke arah Kane. Dia menarik nafas dalam. Kane itu sosok yang sempurna, tampan dan fisiknya juga sempurna. Pria itu juga kaya dan mapan. Siapa yang tidak ingin dekat dengannya?
Dee menggigit bibir bawahnya ketika melihat kulit Kane yang terkena sinar matahari basah oleh air laut. Terlihat manly dan seksi. Pikirannya dibuat melayang membayangkan apa yang mereka lakukan hampir setiap malam.
Tubuhnya terasa luruh dalam pelukan keras dan hangat suaminya itu. Pikiran kotor itu benar-benar telah membuat tubuhnya panas seketika.
Kane berjalan ke arah pantai dengan Jason yang duduk di atas pundaknya.
"Wow, Papa ini asik," ujarnya senang.
"Sepertinya kau bertambah gemuk saja," ucap Kane. "Bisa-bisa para wanita tidak akan mau dekat denganmu lagi," ledek Kane. Anak ini walau masih kecil tapi bakat playboynya sangat tinggi dan dia juga sangat percaya diri orangnya.
"Papa sepertinya Mama melihatmu terus," ujar Jesper. Kane lantas melihat ke arah Dee.
"Tidak, dia melihat ke arah kita semua."
__ADS_1
"No, hanya Papa saja."
"Bawa Mama kemari, Papa, biar kita main bersama," saran Jason.
"Baiklah. Kalian tunggu di sini ya," kata Kane. Dia lantas berjalan mendekat ke arah Dee.
Mengambil sebotol air minum lantas meneguknya. Beberapa tetes mengalir dari bibir seksi Kane lantas turun hingga ke lehernya. Seperti model iklan minuman di televisi. Semua itu tidak lepas dari penglihatan Dee. Wanita itu menjadi dahaga seketika. Dahaga akan Kane.
"Kenapa, kau rindu dengan bibirku?" tanya Kane tiba-tiba membuat wajah Dee memerah.
"Hah, untuk apa?" kata Dee dengan ketus. Dia ingat dia sedang marah dan sakit hati pada pria itu.
"Kau tidak turun ke laut." Kane meletakkan tangannya di kedua pinggang. Bayangan dirinya menutup tubuh Dee.
"Aku malas. Hanya ingin sendiri," jawab Dee enggan bersitatap dengan Kane.
Kane lantas berjongkok menghadap Dee. "Kane, minggirlah, aku sedang memperhatikan anakku."
"Dari tadi kau tanpa henti menatapku, kini malah menyuruhku minggir. Wanita memang sulit dimengerti," ujar Kane membuat Dee gugup. Dia seperti seorang pencuri yang ketahuan pemiliknya.
"Aku melihat putraku, bukan kau," ujar Dee.
"Pembohong," kata Kane mengangkat tubuh Dee ke bahunya lalu membawa Dee ke pinggir laut.
"Wah, Papa kuat menggendong Mama," ujar Jason tertawa keras.
"Tubuh Dee lantas di turunkan di pinggir laut."
"Kane," teriak Dee yang terkejut ketika tubuhnya terkena terjangan ombak. Dia memeluk tubuh suaminya erat agar tidak terjatuh.
"Panggil aku sayang atau Papa, di depan anak kita," ungkap Kane. Dee merapatkan bibir, menatap Kane. Membiarkan ombak menyapu tubuh mereka berdua.
"Kalian lihat, itu adalah Mama dan Papaku, mereka romantis ya dan itu adalah adik kembarku Jason, walau kembar tapi karakter kami berbeda," kata Jesper pada layar kameranya memperkenalkan keluarga yang dia miliki.
"Kami sedang merayakan liburan yang menyenangkan ini."
Setelah mereka berempat bermain di laut, giliran mereka melakukan foto bersama.
Dee sudah duduk bersama dengan dua anaknya, Kane mengatur posisi yang pas melalui kamera handphonenya
"Papa cepat," teriak Jason.
__ADS_1
"Siap...," teriak Kane lantas berlari mendekat keduanya dan duduk di belakang Dee memeluk keluarganya dari belakang.
Klik!
Foto pertama keluarga mereka sudah terekam.
Mereka lantas kembali ke rumah sambil berjalan kaki, lantas mereka berhenti di tempat pelelangan ikan karena Dee yang memintanya.
Kehadiran mereka menjadi pusat perhatian karena Kane memang beberapa kali datang sebagai kontraktor yang membangun tempat itu dulunya.
"Pak Kane," teriak salah seorang nelayan. Kane mengangguk tersenyum pada semua orang.
"Kau sangat terkenal di sini?" bisik Dee.
"Biasa saja," ujar Kane.
"Wah, ikannya banyak sekali, Jesper lihat itu," ujar Jason. Ini pertama kalinya mereka masuk ke tempat pelelangan ikan.
Dee lantas mendekati salah seorang nelayan untuk membeli ikan tapi nelayan itu malah memberikan gratis.
"Tidak, tidak, saya ingin membeli bukan diberi, kalian telah lelah mengambil ini dari tengah laut," ujar Dee.
"Tapi saya juga ingin memberikan sesuatu pada Tuan Kane, dia pernah membantu membangun beberapa rumah nelayan yang rusak dan membangun tempat ibadah serta MCK bagi kami," ujar nelayan itu. Kane melihat ke arah lain ketika Dee menatapnya.
"Benar, Nyonya, Anda ambil saja ikan mana yang Anda inginkan. Kami akan merasa senang dengan hal itu," teriak yang lain dan diberi anggukan kepala dari yang lain.
Dee merasa terharu. Dia malah tidak jadi memilih ikan karena merasa tidak enak. Namun, para nelayan itu malah memasukkan berbagai macam jenis ikan ke dalam kantung untuk diberikan pada Dee.
"Apakah mereka anak kalian," tanya seorang ibu.
"Ya, mereka anak kami," ujar Kane.
"Mereka tampan seperti ayahnya," lanjut ibu tadi.
"Semoga kalian menjadi keluarga yang bahagia," seru yang lainnya. Kane berterimakasih atas doa mereka.
Dee melihat ada beberapa orang lanjut usia yang sedang memulung ikan di sana. Dia lantas mengambil beberapa uang dari dompetnya dan membaginya. Dia juga memberikan pada seorang ibu yang terlihat menggendong anak.
Mereka sangat terharu dengan apa yang Dee lakukan dan berterima kasih.
Tanpa sengaja momen itu direkam oleh salah seorang jurnalis yang sedang bertugas dan mengunggahnya ke laman berita media sosial.
__ADS_1
Kane Alexander berkunjung ke tempat pelelangan ikan bersama dengan keluarga kecilnya membuat patah hati mempelai wanita lain di rumahnya.