
Pernikahan akhirnya terjadi. Semua memberi selamat. Setelah itu tidak ada perayaan. Ben dan Linda memberi wejangan pada Rosemary dan David, sedangkan Dee Ling nampak kecewa karena Park Yang tidak setuju dengan pernikahan ini.
Namun, itu semua tidak lantas membuat Rosemary gentar. Dia berpikir jika sembilan bulan bukan waktu yang lama. Dia akan mencoba untuk bisa bertahan di sisi David dengan semua risiko yang ada. Rosemary lantas langsung dibawa oleh David ke apartemennya.
Ini kali pertama Rosemary masuk ke apartemen David. Apartemen itu bukan seperti apartemen mewah milik Kane atau dirinya. Hanya apartemen biasa. Namun, barang-barang yang ada di sana penuh dengan citarasa seni yang tinggi. Sesuatu yang membuat Rosemary berdecak kagum.
"Selamat datang ke kediamanku. Tempat ini jarang ku datangi. Jika aku butuh sendiri saja, aku datang kemari. Keluargaku tidak ada yang tahu aku punya apartemen ini. Maaf jika tempatnya kecil dan minimalis."
"Ini indah, walau tidak seperti bayanganku. Yang kutahu kau itu modern, tidak mengira jika kau punya selera seni yang tinggi," tanggap Rosemary berjalan mengelilingi apartemen itu.
Di sana hanya ada satu ruangan besar dan panjang yang bersebelahan dengan dapur langsung di sisi sudut ruangan. Konsep rumah ini memang seperti rumah bujangan lainnya yang ada sofa malas yang panjang dan televisi serta peralatan game lainnya. Tidak ada tempat makan. Hanya ada dua kursi di meja dapur. Sangat, sangat sederhana untuk ukuran Rosemary yang terbiasa tinggal di tempat mewah.
Namun, beberapa lukisan yang dipajang di beberapa sudut ruangan dilukis oleh pelukis terkenal, yang pasti berharga mahal. Semua pajangan yang ada adalah buah dari karya tangan yang indah. Itu yang membuat tempat ini nampak istimewa.
Alis matanya mulai naik ke atas ketika melihat sebuah piano berwarna hitam legam ada di sudut ruangan, bersebelahan dengan jendela kaca yang besar. Dia menatap David.
"Aku pernah melihatmu bermain piano di pesta ulang tahun ibumu. Itu sangat indah."
"Terimakasih atas pujiannya," ujar David sambil menarik koper besar milik Rosemary.
"Maaf, apartemenku tidak semewah milikmu atau Kane. Hanya saja ini adalah apartemennya yang kubeli dengan jerih payah keringatku sendiri. Gaji bekerja di diamond aku kumpulkan untuk membeli ini dan semua yang ada di sini."
"Bukankah kau seorang wakil direktur, tentu kau punya bayaran yang banyak. Diamond itu sebuah perusahaan besar yang berpusat di Sanghai."
"Kane tidak memberiku banyak uang karena aku hampir membuat bangkrut Diamond. Kau ingat perkara tender itu kan? Kami hampir tidak punya keuntungan di sana. Oleh karena itu, aku tidak diberi gaji untuk memperkecil pengeluarannya yang ada, itu hukuman untukku. Aku hanya diberi uang bonus jika mendapatkan tender baru."
"Karena itu kau membencinya?" tanya Rosemary.
__ADS_1
"Ya, dia selalu lebih unggul dariku sedangkan Dad, ingin aku lebih dari Kane. Itu seperti hal mustahil karena sampai kapan pun aku tidak bisa menjadi seperti Kane. Kami dua orang yang berbeda." Rosemary baru tahu tentang hal ini. Dia sedikit merasa iba dengan nasib David yang tidak seenak anggapannya.
"Aku mengerti apa yang kau rasakan. Kau hanya harus menjadi dirimu sendiri agar jiwamu bebas."
"Itu yang ingin kulakukan sekarang. Aku ingin jadi diriku sendiri. Lepas dari ikatan Dad dan Mom. Terus terang aku lelah mengikuti arah pikir mereka."
"Satu adalah kamar yang biasa digunakan untuk ruang studio milikku, satu kamar yang kusediakan untuk diriku sendiri. Jika kau ingin terpisah maka aku akan tidur di studio milikku.
"Studio?" tanya Rosemary kaget. Rosemary membuka satu kamar yang David katakan sebagai studio.
"Jangan!" kata David menghalangi. Rosemary menatap tajam.
"Kalau kau menyembunyikan sesuatu lebih baik aku kembali saja ke rumah orang tuaku!" ancam Rosemary. Dengan berat hati David menyingkir.
Rosemary terkejut melihat ruangan yang berisi dengan lukisan yang indah. Beberapa objeknya adalah binatang, siluet wanita dan satu yang menjadi perhatiannya adalah siluet seorang wanita yang tidur di sebuah sofa dengan tubuh yang tertutup sebagian selimut. Itu adalah saat dia pertama kali dengan David di Singapore. Rosemary menatap ke arah David. David melihat ke arah lain. Dia seperti maling yang kepergok pemiliknya.
"Maaf jika aku melukis mu tanpa meminta ijin. Itu karena aku tidak bisa menahan diri untuk melakukannya, tiba-tiba tanganku bergerak begitu saja ... jika mengingat tentang mu," ujar David menatap Rosemary dalam.
"Ini indah," ujar Rosemary.
"Lebih indah dirimu. Boleh aku jujur, aku tidak sabar menunggu perutmu besar dan melukisnya." David berjalan mendekat dan menyentuh pipi Rosemary. Menatapnya dalam.
"Kau juga cantik dengan gaun pengantin ini. Aku akan memfotonya untuk kujadikan lukisan."
"Jangan seperti ini," ujar Rosemary merasa tersentuh. Tiba-tiba dia merasa menjadi wanita yang istimewa.
"Kenapa?" tanya David.
__ADS_1
"Aku tidak bisa memberikan perasaanku padamu.Tetap biarkan seperti biasanya, hanya saja sekarang kita bersama."
"Kau benar, kita akan belajar menjadi sahabat saja. Atau teman tapi mesra," ujar David tersenyum.
Dia lantas menggandeng tangan Rosemary keluar dari ruangan itu menuju ke kamarnya.
Berbeda dengan ruangan lainnya. Ruang kamar ini bertemakan minimalis modern. Kamar itu di dominasi oleh warna putih dan hitam. Sebuah dinding kaca memperlihatkan pemandangan gedung-gedung tinggi yang menjulang ke langit. Apartemen ini memang berada di pusat kota. Sangat indah.
"Kau senang?" tanya David.
"Ini indah. Kau membuat tempat ini terasa berbeda dengan tempat yang biasa kutemui." Rosemary duduk di pinggir tempat tidur.
"Terimakasih."
"Kau terlihat berbeda dengan David yang biasanya."
David berjongkok di depan Rosemary dan memegang tangannya.
"Aku hanya ingin memperkenalkan siapa diriku yang asli dan tidak ingin menyembunyikan apapun darimu. Tidak ingin menjadi David yang harus berpura-pura sempurna di depan semua orang." Rosemary memang orang yang membuat David bisa menjadi dirinya sendiri
Rosemary tertawa. "Kau berbeda dengan David yang sering kutemui. David yang biasanya tidak akan berbicara serius ini. Jangan-jangan kemarin bukan hanya tanganmu yang dioperasi, otakmu juga."
David mendekat ke arah Rose, merapikan untaian rambut Rosemary ke belakang. Menatap Rosemary dalam.
"Kau yang membuatku berbeda. Tadinya aku tidak pernah berpikir akan membawa seorang wanita ke dalam kehidupanku, tapi kini kau datang dan kau membuat berbeda," ucap David serius.
"Aku tidak akan membatasi kebebasanmu, David. Kau boleh melakukan apapun. Bahkan bersama dengan wanita lainnya. Aku tidak akan perduli. Kita hanya akan bersama sampai anak ini lahir saja."
__ADS_1
Pernyataan Rosemary terasa menyakiti hati David yang paling dalam. Itu memperlihatkan ketidakpeduliannya. Dia melakukan pernikahan ini hanya karena ingin status anaknya jelas.