
karya baru, insyaAllah rilis hari jumat 3 juni. (Dua hari lagi)
judul karya: Dia Bukan Syurgaku.
berkisah tentang perjalanan seorang wanita dalam menanti hadirnya seorang imam dalam hidupnya.
ketika hatinya telah terpatri pada satu nama, jiwanya hanya menggemakan rasa cinta, juga hanya pada satu nama. Nama yang selalu ia sebutkan dalam setiap doa, yang selalu ia pinta dalam setiap sujud dan ruku'nya. Namun, Takdir sepertinya tak berpihak padanya. Ia pun memilih nama lain untuk disematkan di buku nikah, setelah melalui penyebutan di meja akad nikah. Tapi, tiga hari sebelum hari bahagia tiba, Takdir kembali menunjukkan keputusannya.
ikuti kisahnya ya, dalam cerita
DIA BUKAN SYURGAKU.
Dan yang tak biasa dalam karya ini. karena ini adalah karya kolaborasi antara saya dengan penulis yang sangat berbakat dan luar biasa dengan nama pena. PENULIS JELATA.
apa ada yg sudah pernah mendengar namanya? atau sudah ada yg pernah membaca karya indahnya?
penulis jelata penulis bertangan emas, yang setiap untaian kata yang ia buat mampu merajai rasa dan mengungkung jiwa dalam keterpanaan yang nyata. Dan hal ini tak hanya menurut saya saja. tapi juga pendapat dari beberapa teman penulis yang lainnya.
berikut penilain mereka tentang karya penulis jelata.
AyuWidia
__ADS_1
karya penulis jelata bukan karya tulis biasa. Namun merupakan sebuah ungkapan rasa yang tertuang dengan rangkaian kata nan indah. Sehingga siapapun yang membaca, hatinya akan tergetar dan jiwanya akan terpesona.
Nofi Kahza
Karyanya sangat epik, entah itu dari segi penulisan yang benar, penerapan PUEBI, dan juga pendiskripsian para tokoh dalam cerita. intinya, aku banyak belajar dari karya penulis jelata.
Ria Diana
karyanya luar biasa bagus. Dia mampu membuat pembaca ketagihan dan penasaran. Setiap rangkaian kata didesain begitu epik dan menarik.
Itu pendapat sebagian teman penulis. Dan saya pun belajar padanya, itu salah satu tujuan dari karya kolaborasi ini ada.
Mohon dukungannya ya..
klik profil saya dan temukan karya baru itu di sana.
cuplikan kisah. 🌹🌹🌹🌹🌹
“Nikah ama gue, Kak.” Itu ucapan Rayn. Entah Itu merupakan ajakan, penawaran, atau pemberitahuan. Yang pasti pemuda tampan itu mengucapkannya dengan nada datar setali tiga uang dengan raut wajahnya yang juga sedatar papan pengumuman di yayasan.
“Terima kasih.” Aldara menjawab tak kalah datar.
“Ok. Kita sepakat ya.”
__ADS_1
“Untuk?”
“kita nikah.”
“Penawaran yang manis, Rayn. Aku senang mendengarnya.” Wanita berwajah lembut itu menampakkan senyumnya. Senyum yang dibuat-buat sepertinya, karena setelah itu ia menyeringai ke arah Rayn. “Bercandamu boleh juga.”
“Gue serius,” ucap Rayn dengan cepat.
Aldara mengibaskan tangannya sambil terkekeh. Tentu saja ia tak percaya kalau Rayn benar-benar dengan ucapannya.
“Kak Alda, lihat Gue!” Rayn berkata dengan penuh penekanan. “Gue serius mau nikah ama lu. Kak,” Tegas Rayn saat Aldara telah menatapnya dengan seksama. Tak dapat dipungkiri adanya keseriusan di wajah Rayn saat mengatakan hal itu. Dan terlebih tatapannya yang lurus mengarah tepat pada sepasang mata Aldara, kian menegaskan kesungguhannya.
Wanita itu sejenak tercekat, sebelum akhirnya menggeleng dengan tegas. “Tidak. Rayn. Jangan mengambil alih peran sebagai suami pengganti hanya karena kasihan padaku. Ini bukan cerita novel,” tolak Aldara dengan tegas.
🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Kelanjutannya? Nanti ya..Hari jumat pokoknya...kita ketemu lagi di sana.
Dan satu hal lagi, saya juga akan merilis cerita baru tentang anaknya Aresh dan Aura. Serta para tuan muda dalan keluarga William yang lain.
Tapi untuk karya ini saya belum bisa pastikan akan rilis bulan ini juga atau bulan depan. Tapi pasti nanti akan diumumkan juga bila sudah waktunya..
__ADS_1
Sampai jumpa hari jumat ya.. Dalam kisah DIA BUKAN SURGAKU.