
“Maaf aku terlambat,” ucap Quinsha dan segera mengambil posisi duduk paling nyaman di samping Sherin. “Jadi pembahasannya sampai di mana?” Tanyanya, heboh.
“Pembahasan apa?” Sherin balik tanya, karena ia dan Aura tak sedang membahas apapun, kecuali hanya berbincang kecil terkait kondisi Aura saat ini.
“Ya, kajiannya sampai di mana, bab berapa, menerangkan apa?” tanya Quinsha.
Pertanyaan Quinsha ini jadi mengingatkan mereka pada saat masih ada di pesantren. Quinsha biasa tertinggal ikut kajian kitab sore hari karena bersamaan dengan jadwal tugasnya di dhalem kyai. Dan biasanya ia akan menggunakan kalimat tanya seperti itu pada dua orang sahabatnya tersebut. Sherin dan Aura lalu bergantian menjelaskan padanya dari beberapa kajian yang sudah terlewatkan.
“Bukan bab tayammum atau bab Shalat,” sahut Sherin.
“Juga bukan bab jual beli atau bersuci,” lanjut Aura.
“lalu bab apa sekarang?” tanya Quinsha antusias. Ia sampai membenahi posisi duduknya untuk mendengarkan keterangan dua orang sahabatnya itu dengan seksama.
“Bab kedekatan seorang Quinsha Daneen dengan seorang artis,” sindir Sherin yang langsung membuat Quinsha terhenyak, seketika semangat di wajahnya memudar. Tadinya Quinsha berharap dapat mengulang lagi memori saat masih ada di pesantren, dengan topik yang ia ajukan. Karena Aura dan Sherin juga mengikuti alur yang ia ajukan. Ternyata malah kalimat seperti itu yang ia dapatkan.
“Mulai kapan, Sha?” tanya Sherin
“kalian tau dari mana?” Quinsha balik tanya.
Aura dan Sherin sama-sama menunjuk televisi layar datar dalam ruangan yang memang saat itu sedang menayangkan acara Infotainment.
__ADS_1
Awalnya, keduanya sama-sama tak menghiraukan acara televisi tersebut, hingga sebuah Web Series yang diadopsi dari novel Favorit Sherin di sebut, yang mana Rafardhan berperan sebagai tokoh utamanya. Dari sanalah, berita terus mengalir sampai dengan isu kedekatan artis muda tersebut dengan seorang wanita berhijab. Yang tak lain dan tak bukan adalah Quinsha Daneen, sahabat mereka.
“Kapan?”
“Tidak sampai dua puluh menit yang lalu.”
Quinsha tertunduk. Raut wajahnya langsung berubah. Keceriaan yang ia tunjukkan di awal dalam seketika berganti kecemasan. Jika kemarin berita itu hanya ada di media cetak, tapi rupanya hari ini sudah naik ke media elektronik. Sepertinya dugaannya sudah mulai terjadi. Kalau berita itu sudah mengalir sederas air sungai yang tak bisa dibendung lagi.
Hal itu membuktikan kalau pihak Rafardhan belum menglarifikasi beritanya. Sehingga berita terus menyebar dan berkembang kesana-kemari. Apa yang yang bisa dilakukan oleh Quinsha terkait hal ini?
“Kalian gak berpikir macam-macam ‘kan?” Quinsha menatap Sherin dan Aura bergantian.
“Insya Allah, tidak,” sahut Sherin yang mendapat anggukan persetujuan dari Aura.
“Rafardhan Malik,” gumam Sherin beberapa saat kemudian, setelah Quinsha menceritakan perjumpaannya yang tak disengaja dengan artis muda tampan itu. “Dia tokoh utama dalam web series yang terkenal itu ‘kan ya?”
“Web series apa?” tanya Aura. Di antara kedua sahabatnya, Aura yang paling tidak punya waktu untuk menonton drama. Karena kesibukannya dalam pekerjaan yang sekaligus sebagai istri CEO perusahaan ternama, jadwal kesibukannya tentu lebih padat dari pada kedua temannya.
“Web series yang diangkat dari novel kesukaan kita ‘Bertaruh Cinta di atas Takdir’ judulnya,” jawab Sherin. Sebagai istri pemilik perkebunan yang tak melibatkan diri secara praktis—terkecuali menemani Alarick sesekali saja—Sherin tentu lebih banyak punya waktu untuk sekadar menonton drama atau film, terlebih bila sudah suntuk menunggu suaminya pulang. Sherin kerap kali membunuh sepinya dengan menonton saja sendirian.
“Oh itu!” seru Aura dan Quinsha hampir bersamaan. Ketiganya memang sama-sama menyukai novel ‘Bertaruh Cinta Di atas Takdir’ yang mengisahkan perjalanan cinta dua orang sahabat, menuju Takdir cinta yang ditentukan Sang Pemberi Rahmat.
__ADS_1
“Dan dia yang berperan sebagai mas Rafka?” tanya Qhinsha antusias. Ia baru teringat kemarin, saat beberapa siswi madrasah ‘aliyah Nada Hikam memanggil Rafardhan dengan nama ‘Mas Rafka’.
“Ya. Pas banget dia memerankan mas Rafka,” sahut Sherin yang memang sempat terpesona dengan akting Rafardhan sebagai mas Rafka di sana.
“Bagaimana caranya agar berita tentang aku dan Rafardhan itu tak semakin merebak begini ya?” tanya Quinsha serius. Ia sudah bisa membayangkan kalau selanjutnya, hidup Quinsha akan terusik jika berita yang tak benar itu tidak segera ditampik.
Apalagi kemarin, Rafardhan datang ke yayasan menemuinya, dengan maksud yang gak penting menurut Quinsha. bukankah hal itu justru berpotensi menguatkan pemberitaan yang sedang menyebar sekarang?
******
************
****************
Hai semua.
Dalam kisah ini, ada beberapa kali disebut sebuah novel yang berjudul BERTARUH CINTA DI ATAS TAKDIR. Sebuah novel yang diadaptasi menjadi web series dan pemeran utamanya adalah Rafardhan Malik.
Mungkin ada yang penasaran dengan novel tersebut. Sebenarnya, itu adalah judul novel yang aku tulis beberapa tahun lalu, dan hanya sebagai koleksi pribadi saja. Juga belum pernah rilis di PF manapun. Insya Allah, kalau CINTA TAK BERTUAN ini penulisannya lancar, dan banyak mendapatkan dukungan. BERTARUH CINTA DI ATAS TAKDIR, juga akan aku rilis.
Sengaja, judul itu aku sebut beberapa kali untuk awal perkenalan pada calon pembacanya. hihi..
__ADS_1
tetap mohon dukungannya ya..