Ternyata, Sahabatku Mertuaku

Ternyata, Sahabatku Mertuaku
Cinta Tak Bertuan 44


__ADS_3

“Apa masih ada stok laki-laki kayak si Aresh di dunia ini?” Quinsha memulai pembicaraan, setelah lima menit berlalu. lima menit yang mereka lalui dengan hening tanpa kata begitu mobil melaju.


“Kalau di bumi gak ada. Dia termasuk jenis langka. Gak tau kalau di planet lain, kayak di Mars, atau Merkurius, mungkin ada,” sahut Aura. Ia yang sudah merasa, kalau bakal di bully oleh dua orang sahabatnya, segera menjawab dengan santai saja.


“Bisa order, gak, satu?” Lanjut Quinsha.


“Untukmu?”


“Ya.” Quinsha menganggukkan kepalanya tanpa menoleh pada Aura yang duduk di sampingnya. Karena gadis itu sedang fokus mengemudi.


“Satu Damaresh saja sudah buat kita telat datang ke acara reuni hampir setengah jam, itu pun kalau perjalanannya normal. Bisa telat satu jam, kalau nanti ada hambatan yang tak diinginkan. Apalagi kalau ada dua Damaresh, tak bisa kubayangkan,” ucap Sherin dari jok belakang.


Wajar jika Sherin mengatakan demikian, karena perjalanan ke Darul-Falah, yang seharusnya telah dimulai sejak 30 menit yang lalu, jadi tertunda karena sikap posesif Damaresh pada keselamatan istrinya. Lagi dan lagi.


Setelah memastikan kalau Aura baik-baik saja dan kuat untuk melakukan perjalanan jauh—walau sebenarnya perjalanan itu tak sejauh harapan Quinsha akan cinta Arfan—Damaresh malah meragukan kondisi mobil Quinsha yang akan membawa mereka ke Darul Falah.

__ADS_1


Lelaki itu menyuruh Quinsha untuk membawa mobilnya saja. Merasa mobil Damaresh terlalu mewah, Quinsha menolak. Gadis itu beralasan belum pernah mengemudikan mobil jenis Lexus seperti itu, ia kawatir akan terjadi apa-apa di jalan nantinya.


Atas bujukan dari Aura, Damaresh bisa menerima alasan Quinsha. Akan tetapi akibatnya, lelaki itu masih memeriksa kondisi mobil MVP milik teman istrinya itu dengan jeli, apakah layak atau tidak untuk dibawa bepergian jauh. Padahal mobil jenis Xenia itu masih terbilang baru, kesehatan mesin dan sebagainya masih sangat terjaga. Tapi dasar Damaresh yang begitu ketat menjaga keselamatan Aura.


Walhasil 30 menit berlalu hanya untuk perkara mobil saja. Dan setelah melakukan pemeriksaan selama 30 menit, Mobil itu dinyatakan lulus uji oleh Damaresh dan layak membawa istrinya pergi ke Darul Falah.


QUinsha dan Sherin segera masuk ke mobil dan mulai mengambil posisi duduk masing-masing. Sedangkan Aura masih berpamit pada sang suami sambil mencium tangan.


“ingat satu hal,” kata Damaresh tanpa melepaskan tangan istrinya.


“Jangan tersenyum, jangan menyapa, jangan memandang, jangan bertemu walau hanya sekedar berpapasan dengan Akhtar” Damaresh menyebut sederet larangan untuk istrinya, yang diterima Aura dengan menahan tawa.


“Aku serius, Arra.” Lelaki itu menatap tajam Auara yang segera menghentikan tawa dan mengangguk.


“Iya, suamiku sayang. Aku akan patuhi aturanmu,” ucap Aura sambil tersenyum.

__ADS_1


Akhtar adalah mantan tunangan Aura yang juga alumni Darul Falah.


Beruntunglah, sederet larangan dari Damaresh ini, tidak diketahui oleh Sherin dan Quinsha. Jika tidak, Aura pasti akan lebih dibully lagi karenanya.


Kembali pada pembicaraan dalam mobil di antara ketiganya, yang masih menyajikan nama Damaresh sebagai topik utama.


“Tapi salut sama Aresh. Dia mencintaimu dengan luar biasa, Aura,” ucap Quinsha dari balik kemudi. Aura hanya tersenyum saja, dalam pikirannya sekarang, ia sedang mengilas balik perjalanannya untuk mendapatkan cinta seorang Damaresh William, CEO Pramudya Corp yang menikahi Aura karena terpaksa. Atau lebih tepatnya, Damaresh yang menjebak wanita itu hingga terjadi pernikahan tersebut.


(Untuk bisa mengetahui lebih jelas bagaimana kisah Damaresh dan Aura Aneshka, baca: CINTAKU TERHALANG TAHTAMU.)


“Apa semua laki-laki keturunan tuan William, memang punya cinta yang luar biasa pada wanitanya?” pertanyaan itu datang dari Sherin.


Sherin sudah pernah menanyakan hal seperti itu pada Alarik beberapa saat lalu. Yang sebenarnya maksud dari pertanyaan Sherin bukan karena ia tak mengerti, melainkan karena tertanamnya hasrat dalam hati yang ingin dicintai dan disayangi oleh seorang suami. Seperti cinta cinta Damaresh pada Aura.


“Ya, sekilas yang aku dengar begitu,” jawab Aura berdasar kisah yang ia dengar tentang Alan William dan Alarick William, keduanya adalah adik dari Claudya William—putri sulung William Pramudya—kemudian Damaresh William dan Anthoni William, yang merupakan cucu dari keluarga besar kaya raya tersebut.

__ADS_1


“Tapi semua orang yang jatuh cinta. Cinta mereka juga pasti luar biasa. Cuman karena dalam anggota keluarga William, banyak terjadi kisah cinta yang ditentang, dan mereka kuekeh memerjuangkan, maka kemudian disebut kalau anggota keluarga William punya cinta yang luar biasa. Sebenarnya sih, semua orang pasti punya cinta yang luar biasa,” tutur Aura kemudian, meralat apa yang ia katakan sebelumnya.


__ADS_2