
Suasana begitu sepi, angin berdesir menerbangkan debu di sekitar. Leon terdiam, sementara Sun memandangnya dengan heran.
Sun memiringkan kepala, tidak tahu harus berkata apa. Akan tetapi, Leon segera membuka mulut untuk mengucapkan sesuatu. "Sun, sebenarnya kita ada di mana sekarang?" tanya Leon.
"Eh? Kau sungguh tak tahu di mana ini?" Sun sedikit terkejut.
"Sebenarnya, ya...." Leon menggaruk kepala. "Aku tak tahu kita ada di mana."
"Haah...." Sekarang Sun menghela napas. "Wajar saja kau tidak tahu, karena tempat ini adalah kota yang ditinggalkan dan sudah hampir dilupakan. Keberadaan Pelahap Energi tingkat 2 sepertimu di sini juga termasuk keajaiban."
"Apa maksudmu?"
"Mustahil kau tidak tahu, atau mungkin karena terjadi banyak perubahan di sini sehingga kau tak lagi mengenalinya."
"Hah?" Sungguh, Leon dibuat bingung dengan keadaan ini.
"Ini adalah kota Heels yang sudah hilang beberapa tahun lalu. Sekarang kau ingat, kan?"
"Jika memang tempat ini dilupakan, kenapa kau di sini?"
"Aku adalah salah satu Pelahap Energi yang meninggalkan Menara Harapan untuk melindungi Area Luar."
"Area Luar?"
"Sebenarnya kau ini ingin mengujiku atau apa?" Sepertinya pertanyaan beruntun Leon sudah membuat Sun curiga.
Hei, Ellise. Tampaknya, markas besar Pelahap Energi tidak ada di sini.
Yeah, mungkin memang ada perpecahan di antara manusia. Bisa dibilang, kesetaraan sudah memudar dan digantikan oleh tingkat.
Jadi, bisakah aku jujur saja padanya?
Jika kau yakin, maka lakukan saja sesuai kata hatimu.
Baiklah, aku akan bertaruh sekarang. Tapi, kenapa dia begitu jujur mengakui kalau dirinya adalah Pelahap Energi yang pergi meninggalkan pusat?
Mungkin ada alasan tersendiri, atau bisa saja dianggap sebagai ikatan kuat mereka.
Maksudmu, selama para pelarian ini menguntungkan manusia, maka mereka akan membiarkannya?
Begitulah maksudku. Lagipula, mungkin hanya beberapa orang saja yang menjadi seperti mereka.
Haha, itu benar.
Setelah berbicara dengan Ellise, Leon menatap Sun dengan tenang. Dia menghela napas panjang kemudian berkata, "Tidakkah sikapmu itu terlalu terbuka untuk seorang prajurit?"
__ADS_1
"Prajurit?" Sun menaikan sebelah alis. "Aku bukan prajurit lagi, dan juga, sepertinya kau mencurigakan...."
"Kau salah menilaiku."
"Ya, aku tahu. Dan alasan kenapa aku terbuka, karena kurasa kau orang baik."
"Hm...."
"Kau menyelamatkan para penduduk itu, kan?" Segera Sun menunjuk ke arah pelindung hitam milik Leon untuk melindungi orang-orang tadi.
"Seberapa yakin kau kalau mereka masih hidup di dalam sana."
"Kekuatanku bukan hanya menggunakan api, melainkan mendeteksi manusia dengan memanfaatkan suhu udara pada jarak tertentu."
"Baiklah, kau benar." Leon pun langsung membatalkan teknik pelindung bayang miliknya.
"Aku benar, kan."
"Kepercayaan dirimu patut kuakui."
"Jadi, ada apa kau sebagai Pelahap Energi tingkat 2 datang kemari?" Sun sudah mempersiapkan diri untuk bertarung. Meskipun tahu perbedaan di antara mereka sangat jauh, Sun masih berniat membela diri.
"Hentikan saja, aku bukan Pelahap Energi. Aku hanya orang yang kebetulan terlempar ke sini."
"Hah? Apa maksudnya itu?"
"Bukankah seharusnya Pelahap Energi tingkat 2 sepertimu itu menjaga Menara Harapan?"
"Aku bukan penjaga tempat, melainkan perisai manusia sekarang." Setidaknya, untuk saat ini, Leon lebih memilih untuk melindungi orang-orang lemah dari para monster. Dia tidak peduli apakah derajat orang itu tinggi ataupun lemah. Selama dia manusia yang baik, maka dia akan menyelamatkannya.
"Dunia di luar Area Menara Harapan sungguh kejam, aku tidak yakin kau bisa bertahan."
"Jika kau saja mampu bertahan, kenapa aku tidak bisa?"
"Ini bukan masalah kekuatan, melainkan lingkungan."
"Lingkungan damai tidak terlalu cocok untukku."
"Baiklah, aku akan membawamu pergi bersamaku."
***
Sun menuntun Leon dan orang-orang yang mereka selamatkan tadi berjalan menyusuri reruntuhan. Tidak terlihat tanda-tanda kehadiran monster ataupun mahkluk hidup lain di sini selain mereka.
Beberapa kilometer sudah ditempuh, tampak oleh mereka pagar besi mengelilingi sebuah kota. Leon sedikit terkejut, tidak menyangka akan ada kota yang masih utuh di sini.
__ADS_1
"Kau terkejut, kan?" tanya Sun kepada Leon yang berjalan di sebelahnya.
"Sedikit, kupikir tempat tinggal kalian ada di dalam reruntuhan kota, ternyata bukan," ucap Leon, asal.
"Tempat ini dibangun oleh seorang Pelahap Energi tingkat 1, salah satu dari 20 orang terkuat dunia."
"Sesedikit itukah orang kuat di dunia ini?"
"Ya, hanya ada segitu yang dipertahukan kepada kami. 20 orang terkuat dunia, itu adalah julukan untuk Pelahap Energi tingkat 1."
"Lalu, kenapa mereka tidak bersatu saja dan mengalahkan para Mahkluk Luar angkasa itu?"
"Tidak segampang itu." Sun memasukkan kedua tangan di saku celana. "Seorang Pelahap Energi tingkat 1 diperkirakan setara dengan Ti, lalu Pelahap Energi tingkat 2 terkuat bisa saja setara dengan Tan."
"Ti dan Tan? Apakah mereka kuat?"
"Kau ini ternyata benar-benar bukan seorang Pelahap Energi ya. Jangan bilang kalau kekuatanmu itu bangkit begitu saja di dunia rusak ini?"
"Ya, bagaimana aku menjelaskannya. Kekuatanku ini bangkit setelah mengalami banyak hal."
"Susah juga ya."
"Begitulah." Leon terdiam sesaat. "Lalu, bisa kau jelasakan apa itu Ti dan Tan padaku, dan mengapa para Pelahap Energi tidak bisa mengalahkan mereka semua walaupun sudah bergabung?"
"Mahkluk luar angkasa atau biasa kita sebut Mahkluk Fantasi itu memiliki banyak jenis. Meskipun kuat, mereka tetap tidak mudah mengalahkan kita manusia seperti menginjak semut. Alasannya adalah para Pelahap Energi serta teknologi manusia yang juga berkembang tak kalah pesat."
"Jadi, selama ini kalian hanya bisa bertahan, begitu?"
"Singkatnya begitu. Jika saja sejak awal tidak ada Pelahap Energi, mungkin era manusia sudah usai."
"Tapi kenapa Mahkluk Fantasi itu tidak langsung menyerang saja? Bukankah akan lebih baik jika mereka seperti itu sejak awal?"
"Mungkin karena mereka memerlukan banyak waktu untuk beradaptasi di sini. Bisa dibilang mereka ini perlu setidaknya satu tahun untuk melakukan itu."
"Selama itukah?"
"Ya, aku tidak tahu mengapa, tapi setahun setelah mereka datang ke bumi, barulah ada sedikit pergerakan dari mereka. Namun, selama setahun itu, manusia sudah berhasil membuat Pelahap Energi tingkat 1."
"Aku masih belum mengerti. Kau sebelumnya mengatakan kalau Ti setara dengan Pelahap Energi tingkat 1, dan Tan dengan tingkat 2. Sebenarnya ada berapa banyak Ti dan Tan ini di dunia kita?"
"Tidak ada yang tahu jumlah pastinya." Sun segera mengalihkan topik pembicaraan. "Baiklah, aku akan membawamu menemui orang yang mendirikan kota ini."
"Eh? Kau yakin? Tapi bukankah harusnya Pelahap Energi tingkat 1 pelindung kota ini sekarang sedang menyeruput kopi di Menara Harapan?"
"Haha, memangnya kau pikir tanpa adanya Pelahap Energi tingkat 1, kami bisa bertahan?"
__ADS_1
"Entahlah. Aku tidak tahu apa-apa."
"Kau lucu, tentu saja dia ada di sini. Dia adalah Pelahap Energi tingkat 1 yang berbeda dari lainnya. Hatinya terlalu baik untuk meninggalkan orang-orang lemah ini."