The Dark Slayer

The Dark Slayer
Chapter 13 : Jika Orang Baik Tersiksa, Maka Aku Akan Berubah


__ADS_3

Merintih dalam kesedihan yang mendalam, aku tak tahan untuk melihat teman-temanku yang tersiksa. Bagai orang yang tak berdaya, diri ini hanya dapat meringkuk dalam kehampaan. Sekali lagi aku sadar betapa tidak bergunanya diriku.


"Sial! Sial! Sial!" Aku memukuli tanah berulang kali. "Kenapa harus seperti ini?"


Air mata ini tumpah seketika. Perasaanku begitu hancur karena lemahnya diri ini. "Kenapa? Di saat aku memerlukan kekuatan, tak ada yang bisa kulakukan."


Lemah, tak berdaya, sampah, itukah aku? Seperti inikah nasib yang diberikan kepadaku?


Membuka mata perlahan, diri ini mulai merangkak ke depan. Jerit kesakitan dari teman-temanku, menggema di dalam kepala. Sungguh, sudah tak sanggup lagi aku mendengarnya.


Tolak, aku harus mengubah nasib ini. Sudah muak aku akan semua hal yang telah terjadi. Akan tetapi, sungguhkah keinginan itu dapat menjadi nyata.


Tiba-tiba, sepotong kaki manusia dilemparkan padaku. "Ini ...." Kaki itu bersimbah darah. Sesaat, sebuah perasaan aneh datang menghampiri.


Bukannya takut atau pun kesal, aku malah tergiur untuk memakannya. Liur menetes dari dalam mulut. Sebuah hasrat lapar langsung terasa. Tanpa berpikir lagi, tangan kanan ini langsung meraih sepotong kaki itu.


Mulutku langsung menganga dan hendak melahap kaki tersebut. Namun, kesadaran diri ini menolak. Dua keinginan yang bertentangan saling beradu. Ketika mulut masih menganga, tangan perlahan hendak memasukkan sepotong kaki manusia, ke dalamnya.


"Tidak! Aku tidak ingin memakannya." Kutolak hal tersebut, otak ini masih berfungsi normal. "Jangan! Jangan! Jangan! Tidak boleh terbawa nafsu."


Menguatkan tekad, diri ini masih berusaha untuk menolak. Akan tetapi, seberapa pun aku menolak, tangan masih tetap bergerak dengan sendirinya, menyodorkan potongan kaki penuh darah, ke dalam mulutku yang menganga.


Terlambat sudah, potongan kaki tersebut telah masuk ke dalam mulut. Meskipun demikian, lidah tak dapat mendeskripsikan bagaimana rasa dari daging mentah itu.


Dibawa oleh nafsu, aku entah kenapa kian lahap memakan potongan kaki yang kutolak sebelumnya. "Aku tidak peduli lagi," gumamku sembari terus mengunyah.


Ya, aku telah pasrah. Jika memang menjadi orang baik hanya akan terus disakiti, maka aku akan berubah menjadi orang jahat saja. Sudahi semua penderitaan, hilangkan semua emosi yang masih labil. Cukup bertahan hidup, semua pasti baik-baik saja.

__ADS_1


Mulai sekarang, Leon si lemah atau pemuda yang masih labil, telah lenyap. Apa yang ada hanyalah Leon tanpa ada emosi atau empati. Aku akan melenyapkan cara hidup lama dan memulai semuanya dari awal.


Balas dendam. Bertahan hidup. Keluar dari hutan misterius ini. Itu adalah tujuanku. Mereka yang menghalangi, harus mati.


Tidak ada teman. Akan kugunakan semua orang sebagai alat agar tujuanku tercapai. Karena sekarang, diri ini segera berubah menjadi seorang pembunuh di dalam jalan kegelapan.


"Baiklah, sepotong daging manusia telah memulihkan tenagaku." Kaki yang lemas sudah pulih kembali. Aku berdiri lalu sejenak menatap dua sosok hitam yang sedang makan. "Mereka tampak lezat."


Sekujur tubuh ini telah berganti kulit. Aku pun berubah menjadi sosok hitam dengan cakar panjang. Cakar-cakar yang kumiliki berukuran sekitar satu jengkal. Taring-taring panjang juga keluar dari mulut.


Mengerang selama beberapa saat, diri ini seketika melesat kencang menuju ke arah dua sosok hitam tadi.


Waktu pesta kalian telah berakhir.


Salah satu dari mereka menyadari kedatanganku. Namun, aku dengan cepat menusuk wajah mahluk itu menggunakan cakar di tangan kanan.


Kepalanya bersimbah darah dan penuh luka. Sosok hitam lainnya pun bergegas untuk menolong temannya itu. Kulemparkan sosok hitam yang telah mati ke arah sosok hitam yang hendak menyerang. Sosok tersebut menghindar, tetapi dalam sekejap mata, aku menusuk perutnya ketika diri ini menunduk.


Tubuh ini melemah dan segera berubah. Lapangan beralaskan rumput hijau di mana aku berada, telah dibasahi oleh darah. Hamparan mayat tiga orang temanku yang telah terpotong-potong, dapat terlihat oleh mata ini.


"Jika ini adalah diriku yang dulu—orang lemah tak berguna—aku pasti sudah menangis." Kuambil sepotong tangan yang ada di sana. "Tapi, aku tidak mau lagi menjadi orang seperti itu."


Duduk di atas rerumputan, aku mulai memakan anggota tubuh manyat teman-temanku serta tubuh dua sosok hitam tadi. Mengunyah dengan lahap daging-daging mentah itu, tenaga ini kembali pulih.


Semua tak lagi sama. Apa yang akan kulakukan bukan untuk menemukan rekan. Namun agar aku dapat bertahan dan keluar dari hutan ini. Aku akan terus hidup.


***

__ADS_1


Membuang semua emosi di dalam hati. Leon sudah muak akan kehidupan yang mengenaskan. Walaupun belum semuanya hilang. Ia akan terus hidup di dalam jalan kegelapan.


Perjalanan baru akan segera dimulai. Alkisah tentang kehidupan seorang pemuda yang penuh tantangan demi tetap bertahan hidup, akan mengisi lembaran kertas kosong. Semua empati dan kesedihan, tidak akan pernah dipedulikan oleh Leon yang sekarang.


.


.


.


****


.


.


.


[Arc 1 : Perjalanan Panjang Demi Bertahan Hidup.] Telah selesai.


Semoga kalian semua menikmati alur cerita ini. Jangan lupa untuk like setiap chapter novel The Dark Slayer, karena itu gratis tanpa ada biaya. Kalian tentu bisa balik ke chapter awal untuk like novel ini dari awal sampai akhir. Author sangat memerlukan bantuan kalian untuk itu. Kalau mau, vote dan share juga, yak 😃


[Arc 2 : Pencarian Jati Diri.] Akan segera dirilis. Kemungkinan beberapa hari kedepan.


Sembari nunggu, boleh baca novel temen saya dengan judul : Guardians : Legend Of Leo, karya [All Foxx] 👈 sebenarnya nama dia Zanik, si kakek mesum. 🤭


[Novel dia itu bercerita tentang seorang pemuda yang memegang takdir untuk menjaga dunianya dari marabahaya yang akan datang.]

__ADS_1


---


Oke, see you, next time 😉 nantikan kelanjutan dari The Dark Slayer😁 soalnya akan ada perubahan dari sikap serta tindakan si Leon. 😃 pada penasaran, kan. Hahaha~


__ADS_2