The Dark Slayer

The Dark Slayer
[S2] Chapter 5 part 4


__ADS_3

Sebenarnya, Andrew tak pernah menduga kalau ketua Klan Kelinci dapat berubah menjadi siluman rubah, dan bahkan dapat mengumpulkan energi yang tersebar di hutan ini. Pada awalnya, dia memang berniat membuat Zanik mengeluarkan kemampuan aslinya, itulah kenapa sejak dalam terowongan, ia terus mendesak pemuda tersebut.


“Tak pernah kusangka rencanaku berjalan semulus ini ....” Andrew menjadi semakin bersemangat untuk melihat rahasia Zanik terungkap. “Ternyata aku memang manusia yang beruntung.”


Di tengah lapangan luas, sedang terjadi kekacauan. Tak jauh dari tempat kekacauan tersebut, Zanik menghela napas dan bersiap untuk melawan mahkluk aneh yang ada di hadapannya. Dia telah sadar, kalau rencana ini digunakan oleh Andrew agar kemampuan aslinya terungkap, meskipun ia berusaha untuk menutupinya, ternyata tidak bisa.


Zanik menenangkan pikiran, seberkas cahaya berwarna jingga muncul dari dada pemuda tersebut. Perlahan, kulitnya mengeras, dan berubah menjadi hitam legam. Energi yang sejak awal sudah tersebar di dalam hutan, diserap oleh sebuah kristal ungu berbentuk rugby, yang tertanam di dada Zanik.


Semua ini saling berkaitan, walaupun cara kerjanya sangat mirip dengan sihir, tetapi ini bukanlah sihir. Hanya sedikit orang yang sadar, kalau di hutan misterius yang mereka tempati sekarang, tersebar sebuah energi yang terbuat dari jiwa. Energi-energi tersebut akan terkumpul menjadi satu karena ditarik oleh kristal yang juga tersebar di sini.


Kristal yang digunakan untuk mengumpulkan energi ini sangatlah langka. Hanya beberapa orang beruntung yang dapat memilikinya, di antaranya adalah ketua Klan Kelinci dan Zanik. Itulah mengapa, mereka memiliki kekuatan yang dapat melebihi manusia biasa dan bahkan manusia yang sudah berevolusi.


Suhu tubuh Zanik menjadi sangat panas, di kulitnya terdapat garis-garis berwarna jingga kemerahan. Dia menurunkan tangannya, lalu membuat sebuah bola magma dengan mengumpulkan energi di telapak tangan. Akan tetapi, siluman rubah langsung melancarkan serangan kepada Zanik.


Pemuda itu mundur sekuat tenaga sambil melemparkan dua buah bola magma yang ia bentuk. Ledakan keras menggema di telinga, api dan asap hasil ledakan mulai memenuhi pandangan Zanik. Siluman rubah langsung menerobos ke dalam asap, dengan panik Zanik menghindari beberapa serangan dari siluman tersebut.

__ADS_1


Siluman itu melancarkan beberapa tinjuan, tetapi Zanik menghalau semua serangan mahkluk tersebut dengan menyilangkan kedua tangan. Tak tahan hanya dalam posisi bertahan, Zanik langsung melancarkan tendangan menggunakan kaki kanannya. Namun, siluman rubah dapat menahan tendangan itu dengan lengan kirinya.


Zanik melompat ke belakang. Ia menghirup napas panjang dan menghembuskannya perlahan. Siluman rubah kembali mengembangkan ekornya, lalu mulai mengumpulkan energi. Meskipun begitu, Zanik tetap tenang menghadapinya, seolah tak ada yang terjadi.


“Jangan terlalu percaya diri. Kau tidak akan bisa menang dariku, Siluman.” Beberapa bola magma terbentuk di belakang Zanik. Bola-bola tersebut terus melayang dan menyerap energi.


“Pertarungan yang bagus.” Dari kejauhan, Andrew terus memperhatikan pertarungan antara Zanik dengan siluman rubah. “Tapi, aku tak yakin kekuatan itu cukup untuk melawanku.”


Ledakan demi ledakan terus menggema akibat hantaman serangan Zanik dan siluman rubah. Mereka saling mendesak satu sama lain, tetapi perbedaan kekuatan di antara mereka sangatlah tipis.


Untuk menahan serangan dari Zanik, siluman rubah membuat perisai energi dengan sisa-sisa energi yang ada di kristalnya. Sekali lagi, suara nyaring karena ledakan, kembali menggema. Di waktu yang bersamaan, kristal energi yang menempel di dada siluman rubah, pecah karena terlalu lama digunakan atau telah mencapai batas.


Kristal energi sebenarnya memiliki kapasitas dan batas waktu tertentu, sehingga jika digunakan melebihi kedua hal tersebut, maka dia akan pecah. Selain itu, benda ini sangat susah didapatkan karena langka. Sebab ia terbentuk dari energi jiwa yang tersebar, kemudian mengeras seiring berjalannya waktu di dalam magma yang ada di perut bumi. Kristal itu kemudian akan keluar jika ada ledakan gunung berapi atau hal lainnya.


Suhu tubuh Zanik mulai kembali normal. Napasnya masih terengah setelah pertarungan sengit beberapa waktu lalu. Penggunaan kristal yang berfungsi untuk menyerap dan memanipulasi energi memberikan beban berat bagi tubuh. Manusia normal tak akan sanggup memakainya, sebab itu hanya manusia yang telah berevolusi yang dapat menggunakan kristal tersebut.

__ADS_1


“Pertarungan yang bagus, Zanik.” Segera Andrew turun dari atas pohon, lalu mendekat ke arah Zanik.


Zanik terlihat sempoyongan, tubuhnya tidak seimbang hingga hampir membuat ia jatuh. Namun, sebelum dia benar-benar terjatuh, Andrew datang dan menyangga tubuh pemuda tersebut. “Kerja bagus,” kata Andrew ketika Zanik kehilangan kesadaran.


Para mahkluk hitam tiba-tiba mengerubungi Andrew dan Zanik, setelah berhasil mengalahkan ratusan zombie yang menyerang mereka. Tampak api kemarahan memenuhi tatapan mata mereka semua. Sudah jelas, banyak korban karena serangan zombie mendadak tadi, dan itu membuat api amarah mereka tersulut.


“Tampaknya kalian kesal karena kajadian ini.”


Dalam keadaan yang begitu mendesak, Andrew masih bersikap tenang. Tak lama, sebuah bola api meledak di punggung beberapa sosok hitam. Sebagian dari mereka mengalihkan pandangan, dan situasi ini dimanfaatkan oleh Andrew. Tangan kanan pemuda itu mengeras, memunculkan sisik-sisik hitam yang keras.


Ketika dia mengarahkan tangannya itu ke depan, sebagian dari para sosok hitam langsung melompat ke arahnya. Sedangkan yang lain hendak menyerang orang yang telah menyerang mereka dengan bola api. Akan tetapi, para sosok hitam ini memiliki nasib yang begitu malang.


“Ini adalah akhir dari hidup kalian. Nikmatilah!”


Bola cahaya berwarna putih, melayang di sekitar Andrew. Dalam satu kedipan mata, bola-bola tersebut meluncur, menembus kepala para sosok hitam.

__ADS_1


__ADS_2