The Sweetes Feeling 2

The Sweetes Feeling 2
Fia's Secret Fashion Week


__ADS_3

💕


💕


"Sebentar!" Nania menarik tangan Daryl yang hampir menuntunnya keluar dari ruang ganti.


"Apa lagi? Kamu sudah cantik, jadi tidak memerlukan zentuhan lain lagi." Pria itu mengulangi pujiannya yang dia ucapkan sejak tadi.


"Jangan gombal terus, ish." Namun Namia mulai merasa geli dengan apa yang didengarnya sejak dirinya selesai berdandan.


"Bukan gombal, tapi itu kenyataan." Daryl tertawa seraya mengedipkan sebelah matanya.


"Hadeh, kang modus mulai beraksi. Curiga ada maunya." Membuat Nania memutar bola matanya.


"Memangnya apa lagi yang kurang?" tanya pria itu yang memutuskan untuk tetap berada di sana.


"Aksesorinya …." Kemudian Nania meraih tangan suaminya dan memeriksa pergelangannya. "Hmm … pantes." katanya saat tak menemukan tali yang beberapa bulan lalu dia ikatkan di sana.


"Apa?"


"Jimatnya nggak ada." ucap Nania yang menyingkap bagian pemgan pada jaket pria itu.


"Jimat?" Daryl membeo.


"Iya."


Pria itu mengerutkan dahi.


Nania kemudian menatap rak-rak pakaian di sampingnya. Lalu pandangannya berhenti di salah satu rak berisi bra miliknya dengan berbagai bentuk dan warna. Kemudian dia menarik salah satunya yang berwarna merah menyala.


"Apa yang akan kamu lakukan?" Daryl semakin menjengit.


Nania tak menjawab, lalu dengan langkah tertatih dia mengambil sebuah gunting dari laci meja riasnya.


"Malyshka?" Dan perempuan itu menggunting salah satu tali pada bra merah tersebut hingga terlepas tanpa merusak kaitannya.


"Tangan kamu?" Nania menengadahkan tangannya.


"Kamu mau apa?" Daryl tak langsung menurut.


"Sini tangan kamu mana?" pinta perempuan itu lagi yang sedikit memaksa.


"Kamu mau apa?" Daryl mengulang pertanyaannya.


"Mau pake in kamu jimat biar selamat."


"What?"


"Sini cepetan!" 


"Umm …."


"Pakai ini atau aku nggak ikut?" Nania mengancam.


"Apa hubungannya?"


"Pokoknya sini, Daddy!" pinta Nania lagi, dan dengan terpaksa Daryl menyerahkan tangannya pada sang istri.


"Gitu kan, kalau nurut kamu manis. Makin ganteng deh." Nania memuji suaminya yang pasrah saja saat dirinya mengikatkan tali bra berwarna merah menyala itu di pergelangan tangan kanannya.


"Baby, are you seriouse?" Daryl menatap pergelangan tangannya yang sudah terikat tali tersebut.

__ADS_1


"Iya."


"Bisakah kamu ikat tanganku besok lagi saja? Kita kan mau ke fashion show. Masa aku pakai tali bra merah ini?"


"Nggak."


"Tapi, Sayang …."


"Udah, bagus banget sih jimatnya." Nania mengusap benda itu sambil tertawa. Dia sedang membayangkan bagaimana raut wajah orang-orang yang nanti akan bersalaman dengan suaminya, apalagi para perempuan.


"But, Baby?"


"Kamu keren, Daddy." ucap Nania lagi yang menepuk-nepukan kedua tangannya dengan riang. Yang membuat Daryl akhirnya mengalah saja.


Ugh, nanti akan ada badai jika kau tak menurut, Der. Batinnya bergumam.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Sudah siap?" Mereka tiba di pelataran parkir gedung Fia's Secret hous pada hampir malam. Dan Daryl menatap keluar mobil yang keadaannya sudah ramai.


"Umm … nggak tahu." Sedangkan Nania menatap sebelah kakinya yang dipakaikan sepatu khusus bagi yang cedera, sementara sebelah kakinya yang lain mengenakan flat shoes berwarna hitam.


"What's wrong?" Lalu Daryl menoleh kepada istrinya yang tampak kurang percaya diri dengan penampilannya.


"Ini … nggak kelihatan mengganggu?" Perempuan itu meminta pendapat.


"Aku rasa tidak." Daryl membetulkan ikatan terakhir di atasnya sehingga benda itu terpasang dengan benar.


"Tapi kelihatannya aneh." Nania kembali menatap kedua kakinya, lalu membandingkannya.


"Aneh apanya? Biasa saja. Hanya cedera, dan itu tidak mengurangi kecantikanmu." Daryl menyentuh wajahnya. Lalu dia beranjak saat Regan membuka pintu dari luar.


Nania tersenyum kemudian meminta bantuan pria itu untuk bangkit. Dan setelah memastikan penampilan mereka sudah rapi, keduanya pun turun dari mobil.


Lampu blits dan sorotan kamera segera menyambut ketika mereka melangkahkan kaki di karpet merah sebagai tokoh yang ditunggu-tunggu kedatangannya, disusul anggota keluarga yang lain.


Daryl melempar senyum dan sedikit melambaikan tangan tanpa melepaskan genggaman tangannya dari Nania yang berjalan sedikit tertatih di sampingnya.


"Daddy, kenapa ramai gini?" Nania berbisik seraya menggenggam tangan suaminya dengan sangat erat.


"Tentu saja ramai, ini acara pembukaan dan tamu undangannya banyak." Daryl menjawab tanpa melenyapkan senyumannya yang tentu tertangkap banyak kamera.


"Aku kira keadaannya nggak kayak gini. Kalau tahu pasti dandannya lebih …."


"It's okay, you are beautifull." Daryl menempelkan bibir di telinga Nania kemudian berbisik, sehingga terlihat seolah dia tengah mencium perempuan itu. Dan sontak saja, semua kamera kembali menyoroti mereka.


"See, penampilan mereka juga cukup santai kan?" katanya sambil menunjuk tamu yang sudah hadir dan yang baru berdatangan. "Jadi, tidak usah khawatir."


Nania menatap sekeliling, dan ya tak ada yang penampilannya benar-benar formal. Mereka semua berdandan sesuai dengan dresscode yang dia ketahui sebelumnya. 


"Tapi tetap aja …." Lalu dia melihat dirinya sendiri.


Rasanya tak cukup cantik, tak cukup menarik, dan tidak cukup modis untuk acara seperti ini, tapi ….


"Shut up! Kamu lebih baik dari para model itu." Daryl menautkan jari mereka.


Nania mendongak menatap suaminya yang dengan penuh percaya diri menyapa awak media yang mendekat.


"Bagaimana, Pak untuk pembukaan ini? Kira-kira ada kejutan apa dari Fia's Secret House?" Seorang wartawan majalah hiburan terkenal melontarkan pertanyaan.


"Well, itu kejutan. Dan saya yakin akan membuat siapa pun yang hadir terpukau setelah melihatnya." Pria itu menjawab.

__ADS_1


"Saya dengar Anda juga mengundang model dari Norwegia untuk acara ini?" tanya wartawan lainnya.


"Yeah, itu salah satu kejutannya."


"Tips nya, Pak untuk penampilan sebaik ini?" Lalu wartawan perempuan di sebelahnya pun bertanya.


"Tips? Tidak ada, hanya berusaha untuk tetap sehat dan berpikir positif saja." Daryl menjawab.


"Lalu bagaimana dengan istri Anda?" Kemudian bidikan kamera menyorot wajah Nania yang sejak tadi hanya diam saja di sampingnya.


"Hah? Umm …." Yang tentu saja membuat perempuan itu terperangah, sebab ini pertama kalinya dia ditanyai oleh wartawan.


"Anda kelihatan cantik sekali, Bu? Rancangan siapa dress yang Anda kenakan ini?" Wartawan itu kembali bertanya.


"Rancangan?" Nania tergagap. Dia tak siap dengan hal-hal seperti ini.


"Ya, gaun, make up dan tata rambut. Anda mempesona!" Orang-orang yang ada dihadapannya mengamini hal tersebut, dan malah membuat Nania tambah gugup.


"Eee …."


"Dia menggunakan rancangannya sendiri." Lalu Daryl segera mengambil alih situasi. "Pakaian Nania buat sendiri, and all this stuff … yeah begitulah."


"Benarkah? Apakah Anda seorang disainer juga?" Lalu pertanyaan lainnya muncul.


"Umm …."


"Belum, tapi sebentar lagi mungkin. Sekarang ini Nania sedang mengambil pendidikan fashion disainer di salah satu kampus." Daryl merangkul pundaknya dengan erat untuk membuat Nania tenang.


"Oohh … pantas saja." 


"Yeah, so … permisi ya? Ada banyak tamu yang harus kami temui." Daryl pun mengakhiri wawancara singkat tersebut.


"See? Mereka juga bilang kamu cantik." Perlahan pria itu menariknya ke dalam bangunan gedung pusat Fia's Secret dan segera menemui beberapa tamu yang langsung menyambut.


***


Keramaian acara pada malam itu sudah dimulai, dan para model pun bersiap melakukan penampilan terbaik mereka.


Dengan pakain yang indah hasil rancangan para disainer, juga milik tuan rumah sendiri membuat acara pembukaan fashion show rumah beberapa brand gaya hidup ternama itu menjadi sangat meriah.


Belum lagi bertebarannya model pria dan wanita yang cantik dan tampan dari dalam dan luar negri itu membuat pagelaran busana yang pertama kali diadakan oleh Fia's Secret House tersebut menjadi semakin memukau.


Belum lagi penampilan band dan penyanyi terkenalnya yang mengiringi acara, ditambah kehadiran para perancang busana terkenal juga menajadi daya tarik tersendiri pada malam itu.


Bola mata Nania berbinar kala menatap para malaikat catwalk yang berlenggak-lenggok memamerkan pakaian-pakain indah di panggung. Dengan paras cantik nan menawan dan tubuh sempurna, mereka berjalan di depan khalayak dengan percaya dirinya.


Dengan warna-warna pilihan dan make up mencolok, maupun gaya busana dan penampilan yang anggun bak peri dari negri dongeng, ataupun bangsawan dan sosialita kelas dunia.


Mereka memukau para tamu undangan dengan segala gaya dan pesona sebagai kiblat fashion dan lifestyle sejak malam itu. Dan acara tersebut segera menjadi trending topik di dunia maya dengan tanda pagar #fia'ssecretfashionweek atau #darylstanislaffia'ssecret yang menyita perhatian di seluruh penjuru negri.


💕


💕


💕


Bersambung ....


Gayaaaaaa😂😂😂😂


__ADS_1



__ADS_2