The Sweetes Feeling 2

The Sweetes Feeling 2
Cerita Cinta


__ADS_3

💕


💕


"Peluru mengenai pesawat dan mereka tidak bisa lagi menghindar. Yang kemudian tak lagi terkendali sehingga melesat dengan kecepatan abnormal keluar dari rute yang seharusnya. Para prajurit yang sudah siap dengan parasutnya memutuskan untuk segera terjun menyelamatkan diri. Beberapa dari mereka mendarat di hutan, dan sebagian  lagi berjatuhan di laut. Sementara pasokan makanan dan senjata tidak lagi tersisa." Satria menghentikan ceritanya pada saat semua orang menyimak dengan serius.


"Oh, come on! Teruskan Pih, ini sedang seru-serunya!" Daryl bereaksi tanpa melepaskan pelukannya dari Nania. Sementara perempuan itu pun memeluk Zenya.


"Sudah malam, dan anak-anak sudah waktunya tidur." Pria itu melihat jam tangannya, dan waktu memang sudah menunjukkan pukul sepuluh malam.


"Tapi aku belum ngantuk, aku mau Opa lanjutin ceritanya." Zenya berujar.


"Yeah, me too!" Anya pun mengamini.


"Opa kalau cerita suka nggak tuntas ih, bikin penasaran. Aku suka nggak bisa tidur kalau ceritanya gantung begini. Terusin lah!" pinta Anandita yang duduk memeluk bantal.


Sementara para bayi ditempatkan di dalam sebuah tenda yang hangat di dekat mereka.


"Sudah malam. Udara juga semakin dingin, apa kamu tidak merasa?" Satria tertawa.


"Opaaaaa …." Anak-anak pun bereaksi bersamaan.


"Besok malam dilanjutkan, Opa janji." ucap pria itu lagi yang masih tertawa.


"Maunya sekarang Opa, ayo dilanjut. Jagung bakar aku belum habis soalnya. Ayo ceritanya lanjut lagi!" Dan Asha seperti biasa, merengek dengan mulut mengkilat karena sibuk makan.


"Eh, sudah sudah. Ayo anak-anak kita ke villa masing-masing? Nanti kalian kedinginan." Dygta dan Sofia membubarkan kumpulan anak-anak dan dan sebagian orang dewasa tersebut.


"Hey, jangan dulu. Bagaimana kalau kita tidur saja di sini bersama-sama? Jadi Papi akan menyelesaikan ceritanya." Daryl dengan ide briliannya.


"Ya ya ya … setuju …." Anak-anak dan para cucu pun menyetujui hal tersebut.


"Oh, tidak anak-anak. Udara di sini sangat dingin. Kalian bisa terkena hipotermia." Satria menjawab sambil tertawa.


"Aku tidak akan, ada pemanasku di sini." Daryl menarik selimut sehingga menutupi tubuhnya dan Nania, kemudian dia merapatkan dirinya kepada perempuan itu.


"Ish!"


"Heh, jangan bicara sembarangan!" Dimitri lantas memukul belakang kepalanya agak keras.


"Aww, Kakak!" Membuat sang adik protes sambil memegangi kepalanya.


"Ada anak-anak tahu, kamu mau bikin otak mereka ternoda ya?" Rania pun ikut berbicara.


"Om Der is right. Deket tante Nna hangat, jadi aku juga nggak kedinginan." Zenya yang ada dalam pelukan Nania menyahut, membuat suasana tiba-tiba saja menjadi hening.


"Masa?" Anya turun dari pangkuan Sofia. "Aku juga mau di sini deket Tante Nna." Lalu dia menghambur ke pelukan Nania.


"You right, Tante Nna hangat." katanya dengan segala kepolosannya.


"Apa-apaan ini? Tentu saja hangat. Tante Nna kan hidup. Kalau dingin ya karena …."

__ADS_1


"Sudah, sebaiknya kita kembali ke villa masing-masing. Kalian tidak lihat kabutnya mulai muncul lagi?" Darren pun menghentikan perdebatan tidak berfaedah tersebut.


Dia segera mengambil Lev putranya yang sudah terlelap bersama Angkasa dan Azura di tenda.


"Ayo, Sayang? Besok kita dengarkan lagi dongengnya Papi yang masih bersambung." Kemudian dia mengajak Kirana untuk pergi, yang membuat kumpulan keluarga itu pun pada akhirnya bubar juga.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Berkali-kali Anandita berbalik mencari tempat ternyamannya untuk tidur. Selimut sudah membalut tubuhnya dan lampu pun dipadamkan, tetapi matanya tak dapat dia pejamkan.


Dan gemerisik karena kain yang bergesekan pun membangunkan Asha yang sudah terlelap sejak mereka tiba di villa, membuat sang adik protes karenanya.


"Kakak ih berisik banget, aku kan mau tidur!" katanya yang bangkit seraya menyalakan lampu tidurnya.


"Aku nggak bisa tidur, Sha." Dia menjawab.


"Ya tapi jangan berisik! Kalau kebangun gini aku nantinya juga nggak bisa tidur." Asha dengan gusar.


"Lagian kenapa sih tumben amat? Biasanya juga kayak orang pingsan kalau tidur, ada yang nyalain musik keras aja nggak kedengeran."


Anandita terdiam.


"Awas kalau berisik lagi, aku aduin Papa!" ancamnya yang kemudian kembali berbaring dengan selimut menutupi hingga kepalanya.


"Ish, apa hubungannya sama Papa?" Sang kakak menggerutu seraya membalikkan tubuh ke sisi lain.


Ingatannya tentu saja tak bisa dialihkan dari Regan, dan segala hal tentang pria itu benar-benar menguasai pikirannya.


"I can't sleep." Gadis itu memasang storynya di whatsapp.


"Me too." Dan beberapa menit kemudian Regan memasang story juga di whatsapp nya. 


Nggak biasanya. Batin gadis itu.


"Inget aku nggak?" Story lainnya Anandita unggah dan Regan pun melakukan hal yang sama.


"Bagaimana tidak?"


"Kamu jawabin aku?" Lalu dia kembali mengunggah statusnya.


"Kamu pikir aku sedang menjawab siapa?"


Gadis itu tertawa.


"I wanna see you."


"I can't." Regan kembali menjawab.


"Tugas?"


"Ya. And it's late."

__ADS_1


Emoticon tertawa memenuhi story whatsapp Anandita.


"I miss you, padahal tadi ketemu."


Lalu kini story Regan yang penuh emot tertawa.


"Go to sleep!"


"Nggak bisa."


"Why?"


"Coz i remember you."


Untuk beberpaa saat pria itu tak mengupload lagi, dan story sebelumnya sudah menghilang. Mungkin dia menghapusnya.


Konyol sekali. Tapi hanya ini yang bisa mereka lakukan, karena jika berkirim pesan secara langsung seseorang yang menyadap ponsel Anandita akan mendeteksinya.


"Baiklah." Dan gadis itu hampir saja mematikan ponselnya ketika story Regan kembali muncul.


"Tidur untuk tracking besok pagi." katanya, dan Anandita mengupload balasan.


"Oke, see you." Kemudian dia benar-benar mematikan ponsel dan berusaha untuk tidur.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Daddy?" Nania meremat kain di bawah ketika Daryl membenamkan miliknya, dan pria itu segera menghentak.


Kedua tangannya kembali meremat dada Nania dari belakang, sementara bibir hangatnya terus menelusuri punggung perempuan itu. 


Sesekali dia menggigit kecil dan menyesapnya sehingga menambah tanda merah yang sudah ada sejak sebelumnya.


"Aaahhh, Daddy!" Wajahnya mendongak ketika Daryl menghentak lebih keras. Kemudian pria itu meraih bibirnya yang terbuka dan memagutnya dengan penuh gairah.


Napas yang menderu-deru menambah suasana menjadi semakin panas dan keduanya benar-benar tak bisa menahan diri.


Daryl terus menghentak dan tubuh Nania menggeliat. Dan denyutan di bawah sana semakin terasa kencang saja. Benar-benar mengaburkan akal dan pikiran yang memang selalu memudar setiap kali mereka bertautan.


"Yeah, Baby. You're so f***ing good!" Daryl berbisik dan rematan tangannya pada dada Nania semakin keras.


Dia meracau dan terus berpacu seiring des*han Nania yang semakin lirih, lalu di detik berikutnya tubuh perempuan itu mengejang bersamaan dengan dia yang menghujam keras kala pelepasan menghantam mereka dengan begitu hebatnya.


💕


💕


💕


Bersambung ...


Duh, ngadon terooooossss 😂😂😂

__ADS_1


__ADS_2