The Sweetes Feeling 2

The Sweetes Feeling 2
Kejutan


__ADS_3

๐Ÿ’•


๐Ÿ’•


"Permisi, Pak?" Seorang staf mendatangi Daryl dan Nania di tempat duduk mereka.


"Ya?" Pria itu sejenak memalingkan perhatiannya dari peragaan busana.


"Bapak sudah bisa ke backstage sekarang." ucap staf tersebut.


"Oh, sudah waktunya?" Pria itu bertanya.


"Sebentar lagi, Pak."


"Baiklah. Sayang, ayo?" ajaknya kepada Nania yang tengah menikmati pagelaran tersebut.


"Ke mana?"


"Kita ke belakang."


"Mau apa?"


"Cepatlah." Daryl mengulurkan tangannya.


Nania segera menurut dan keduanya beralih ke belakang panggung di mana segala persiapan tengah berlangsung.


Staf dan crew menyiapkan banyak hal, sementara para model pun melakukan persiapan mereka.ย 


Pakaian-pakain yang sangat cantik dengan desain memukau menjadi penampilan terakhir para model untuk diperagakan.


"Daddy, itu kayak rancangan aku?" Nania mengenali beberapa desain pakaian di depannya.


Dia tidak akan lupa dengan apa yang dibuatnya sejak lama, dan hal tersebut tentu menjadi sesuatu yang menarik perhatiannya.


"Beneran ini punya aku, siapa yang bikin?" Dia mendekati model Norwegia yang mengenakan gaun indah bertabur swarowski.


"Mau tahu?" Daryl pun mendekat.


"Ya, berani-beraninya dia bikin apa yang udah aku rancang. Lagian aku belum pernah ngasih desain ini sama siapa pun." Nania kemudian menoleh kepada suaminya. "Kecuali kamu." katanya dengan tatapan curiga.


"Desainer Fia's Secret nyuri rancangan aku?" Nania merasa kecewa.


"Tidak." Daryl menahan senyum. Lalu perhatian mereka kembali teralih ketika para model berurutan keluar dengan pakaian-pakaian indah yang Nania kenali sebagai rancangan miliknya.


"Mau tahu siapa yang membuatnya?" Pria itu berbisik.


"Siapa? Tapi itu semua punya aku. Jangan bilang kamu izinin orang lain yang bikin." Nania hampir menangis.ย 


Dia merasa begitu kecewa mendapati kenyataan jika apa yang dibuatnya dengan mengerahkan segala rasa dan kemampuan diambil oleh orang lain.


"It's you." Daryl kembali berbisik di telinganya, kemudian layar besar di panggung catwalk menampilkan foto Nania.

__ADS_1


"Apa?"


"Yeah, look." Dia menarik Nania ke bagian monitor di mana kendali pada kamera utama di depan berada.


Tampak model-model cantik itu berjalan di catwalk dengan anggun mengenakan pakaian yang Nania kenali sebagai rancangannya.


Puluhan gaun dengan berbagai rupa dan warna, juga desain cantik yang membuat perempuan-perempuan tinggi semampai itu terlihat semakin mempesona. Apalagi make up artist dengan brilian nya mendandani sedemikian rupa sehingga penampilan mereka semakin memukau saja.


Nania tertegun menatap layar, dan dengan segala kekagumannya dia memperhatikan peragaan terakhir itu.


"Cantik, bukan? You like it?" ucap Daryl seraya menyentuh punggungnya. "Jadi, tegakkan kepalamu karena jelas kamu jauh lebih diatas mereka." katanya lagi, membuat Nania menatapnya.


"This is your time, and don't take too long to think about something else." Daryl meraih tangannya lalu menautkan jari-jari mereka.ย 


"Kamu harus percaya bahwa kamu juga bisa seperti orang lain. Berbuat hal-hal besar dan berarti, juga membanggakan." Pria itu pun balas menatap wajahnya.


Nania merasakan kedua matanya memanas dan dia tak bisa mengatakan apa-apa meski di dalam kepalanya banyak hal yang ingin dia ucapkan.


Dan lagi-lagi perhatian mereka teralihkan ketika terdengar tepuk tangan yang cukup riuh dari area luar di mana peragaan busana tengah berlangsung. Rupanya dua model asal Norwegia yang sengaja diundang sebagai bintang tamu telah keluar untuk menunjukkan gaun utama hasil rancangan Nania.


Pakaian cantik bermodel offshoulder bertabur permata yang merupakan salah satu perhiasan termahal di dunia dengan dua warna berbeda itu menjadi penampilan terakhir pada pagelaran tersebut. Yang segera kembali menjadi pusat perhatian semua mata yang hadir dan media saat itu.


"Silahkan, Pak?" Staf yang sebelumnya muncul meminta Daryl untuk mengikutinya ke arah jalan menuju catwalk. Dan dia segera menarik Nania untuk mengikutinya.


"Ayo, kamu harus menunjukkan dirimu." Pria itu berujar.


Nania sempat hampir menolak karena merasa terlalu gugup, dan dia tidak percaya diri. Apalagi dengan keadaannya yang sedang cedera.


Nania menarik napas dalam-dalam, dan tak ada yang bisa dia lakukan selain mengikuti ucapan suaminya.


"Come." Daryl memegangi tangannya erat-erat. "Tegakkan kepalamu, Malyshka." katanya lagi saat mereka hampir menginjakkan kaki diatas panggung catwalk.


Nania kembali menurut, dan dia mempercayakan segalanya kepada pria itu. Dan segera saja semua orang yang ada didepan sana bangkit sambil bertepuk tangan.


Nania menatap sekeliling. Lampu sorot tertuju kepadanya dan blitz segera menyala begitu dirinya dan Daryl berjalan melewati panggung. Meski jalannya sedikit tertatih, namun tak mengurangi apresiasi orang-orang yang berada di dalam sana untuknya.


Dia bahkan bisa melihat Sofia dan Satria yang tampak bangga kepadanya. Juga para ipar yang malam itu turut hadir. Rania bahkan bertepuk tangan begitu keras dan memberinya isyarat jika dia juga merasa begitu bangga. Membuat Nania tersenyum saat melewati mereka.


"Bagus sekali, Sayang!" Sofia berteriak sementara Satria mengacungkan dua jempolnya sambil tersenyum.


Kirana dan Darren memberinya pujian, Rania dan Dimitri juga sama. Begitupun Arfan dan Dygta yang turut hadir menunjukkan kebahagian untuk dirinya.


"Lihatlah, kamu sudah memulai perjalanan karirmu sendiri." Daryl berbicara.ย 


Kini mereka sudah berada di ujung panggung dengan corveti yang bertaburan. Pria itu melambaikan tangannya sambil melempar senyum kepada semua orang.


"Ayo, Sayang. Lambaikan tanganmu dan beri mereka senyuman." katanya lagi, dan Nania segera meniru apa yang suaminya perbuat.


"Good girl!" Daryl pun menatapnya bangga, lalu dia merangkulnya erat-erat.


"Selamat, kamu secara resmi sudah menjadi salah satu desainer Fia's Secret." katanya lagi yang tampak sangat menikmati momen itu.

__ADS_1


***


"Selamat, selamat. Ah โ€ฆ kalian hebat sekali, terutama kamu Nania." Sofia memeluk anak dan menantunya, diikuti Satria dan yang lainnya.


Kini mereka pindah ke area lain di gedung itu, di mana jamuan setelah acara berlangsung.


"Kalian membuat Mama bangga. Tidak banyak bicara tapi tahu-tahu muncul saja hal seperti ini. Ah โ€ฆ bagus sekali!" puji perempuan itu untuk ke sekian kalinya.


"Yeah โ€ฆ kejutan yang bagus, bukan?" Daryl menyahut.


"Ya, Nak. Kamu bekerja dengan sangat baik." Satria juga ikut berbicara.


"Tentu saja, aku." Dan Daryl mengedikkan bahuย  dengan bangganya.


"Huh, sombong sekali kau ini. Mentang-mentang sudah bisa mendongkrak popularitas Fia's Secret." Dimitri pun tak tinggal diam.


"Oh sudah pasti. Apalagi ini juga pasti akan berpengaruh pada kenaikan nilai saham Nikolai Grup. Bukankah aku hebat?" Daryl tertawa.


"Dih, kepalanya makin gede, hidungnya makin mekar. Kakinya udah nggak nyentuh tanah, terus apa lagi?" Rania yang berada di samping suaminya pun menyahut.


"Apa katamu? Kamu pikir aku ini hantu sampai bilang kakiku nggak menyentuh tanah?" Daryl menjawab ucapan kakak iparnya.


"Ya, kelakuan kamu bikin orang jadi julid." Rania menjawab.


"Hanya kamu dan Kak Dim, yang lain tidak." Perdebatan pun segera dimulai, namun mereka malah tertawa.


"Selamat, Pak." Sherin datang menghampiri seraya mengulurkan tangan. Diikuti lima orang model yang sempat ikut peragaan pada malam itu.


"Oh, hai? Terima kasih." Daryl menyambut uluran tangannya. Dan perempuan itu hampir saja menariknya untuk berpelukan ketika dia juga menarik diri.


Sherin mengerutkan dahi, namun kemudian dia mengerti ketika menyadari keberadaan Nania di samping pimpinan pusat fashion di Jakarta itu. Namun belum melepaskan tautan tangannya.


Dan matanya membelalak ketika dia melihat sesuatu yang asing pada pergelangan tangan Daryl. Sekilas saja dia mengenali benda merah yang terlilit pada tangan teman semasa SDnya itu, dan menangkap sinyal tidak baik saat pandangannya beralih kepada Nania.


"Hai, aku Sherin. Rancanganmu bagus sekali. Semuanya tampak memukau!" katanya, berbasa-basi.


Sherin bahkan sampai melepaskan tangannya yang sebelumnya menggenggam erat tangan Daryl, dan dia beralih menyalami Nania.


"Terima kasih, Kak. Senang juga bekerja sama." Nania menerima uluran tangannya.


"Ya, baiklah. Kalau begitu kami permisi?" pamit Sherin tanpa menambah basa-basinya lagi. Begitupun model-model yang dibawanya yang segera pindah membaurkan diri dengan khalayak yang lain.


๐Ÿ’•


๐Ÿ’•


๐Ÿ’•


Bersambung ....


Wow, amazing๐Ÿ˜†๐Ÿ˜†๐Ÿ˜†

__ADS_1


__ADS_2