TKI (Tenaga Kerja Indehoy)

TKI (Tenaga Kerja Indehoy)
S2 Bab 3: Tentang Hasna


__ADS_3

"Begini, Bu. Saya memanggil Anda karena tadi pagi Makutha bersikap tidak sopan kepada Hasna." Bu Winda membetulkan letak kacamata yang menggantung di hidungnya.


"Bersikap tidak sopan bagaimana maksud, Bu Winda?" Liontin mengerutkan dahi kemudian menatap Makutha yang kini tertunduk.


"Benar begitu, Utha?" Suara Liontin terdengar dingin dan mengintimidasi.


Makutha hanya menunduk menatap ujung sepatu hitamnya. Jemarinya saling bertautan, dan kaki pria itu naik turun beradu dengan lantai.


"Utha, jawab Bunda!" teriak Liontin.


"Iya ... maaf, Bunda ...." Makutha menatap sekilas wajah sang ibu, kemudian kembali menunduk.


"Sabar, Bu. Kita selesaikan baik-baik." Bu Winda mencoba menenangkan Liontin.


Liontin menarik napas panjang kemudian mengembuskannya kasar. Perempuan itu melipat lengan di depan dada, kemudian menatap sang putra.


"Utha, lihat mata Bunda."


Makutha mendongak kemudian menatap sepasang bola mata sang ibu. Ada kekecewaan yang begitu nyata di sana.


"Maaf, Bun. Sudah membuat Bunda kecewa."

__ADS_1


"Jangan minta maaf sama Bunda. Minta maaf sama Hasna! Kamu sudah menyakiti hatinya!" Liontin mengarahkan tatapannya pada Hasna sekilas, lalu kembali menatap tajam putranya.


Makutha beranjak dari sofa, kemudian berdiri di depan Hasna. Lelaki itu mulai mengulurkan tangannya. Sebuah tatapan tajam ia lemparkan kepada Hasna. Hatinya terasa terbakar melihat gadi di depannya yang ia anggap sok polos itu.


"Maaf."


Hasna hanya mengangguk sopan sambil tersenyum tipis, tanpa mau menyambut jemari Makutha. Gadis manis itu menangkupkan telapak tangan di depan dada. Rahang Makutha mengeras. Dia merasa gadis di hadapannya itu benar-benar menyepelekannya.


"Sudah, 'kan? Aku pulang!" Makutha keluar dari ruang guru dengan hati dongkol bukan main.


"Hasna, maafin anak Bunda, ya? Dia memang begitu. Terlihat kasar, tapi sebenarnya dia anak yang baik. Sekali lagi Bunda minta maaf," ucap Liontin sembari menggenggam jemari Hasna.


Lima belas menit kemudian, Hasna sampai di rumahnya. Sang bibi yang melihat gadis itu diantar pulang oleh mobil mewah tentu saja terkejut. Tante Wahyu membuang asal sapu lidi yang tadi ia pegang, kemudian setengah berlari menghampori Liontin, Tiara, dan juga Hasna.


"Kamu nggak apa-apa, 'kan Na?" tanya Wahyu panik.


Hasna menggeleng lalu berdiri di samping sang tante. Liontin tersenyum lembut. Perempuan itu menjelaskan kejadian yang baru saja mereka alami kemudian berpamitan.


"Maafkan sikap putra saya, ya, Bu, Hasna. Saya permisi dulu." Liontin menggandeng jemari Tiara lalu masuk ke mobil.


Wahyu dan Hasna terus berdiri di halaman rumah sampai mobil Liontin menghilang dari pandangan. Begitu mobil itu tak nampak lagi, senyum Wahyu pudar lalu beralih menatap tajam sang keponakan.

__ADS_1


"Kamu itu, kenapa harus cari gara-gara sama orang kaya! Bikin malu saja!"


Hasna langsung menggerakkan jari-jarinya untuk berkomunikasi dengan sang tante. Bibirnya membentuk rangkaian kata tanpa mengeluarkan suara.


Aku nggak salah, Tante. Tadi anaknya berbicara kasar kepadaku. Jadi, anak tante yang tadi dipanggil ke ruangan Bu Winda untuk ditegur.


"Alasan! Sudah, jangan cari gara-gara lagi sama orang kaya kalau kamu masih mau sekolah!"


Hasna tertunduk lesu kemudian berjalan gontai menuju kamarnya. Kamar sempit berukuran empat meter persegi itu menjadi saksi bisu, bagaimana dia mendapatkan perlakuan buruk dari sang tante. Hasna menarik napas panjang dan mengembuskannya kasar.


Hari-hari gadis itu terasa semakin berat semenjak kedua orang tuanya meninggal. Sebenarnya ayah Hasna memiliki pekerjaan yang bagus. Akan tetapi, karena sebuah alasan yang tidak ia ketahui tiba-tiba ayahnya menjadi pengangguran.


Selain itu sang ibu berubah murung, dan berakhir diujung tali tambang. Ibunya bunuh diri, dan tak lama kemudian sang ayah mengalami sebuah kecelakaan tunggal hingga nyawanya tak tertolong. Sejak hari itu, Hasna yang masih berusia lima tahun diasuh oleh Tante Wahyu dengan segala keterbatasan yang ada.


...****************...


Halooo ....


Sambil nunggu TKI update, mampir juga ke karya salah satu teman Chika yaa...


__ADS_1


__ADS_2