TKI (Tenaga Kerja Indehoy)

TKI (Tenaga Kerja Indehoy)
Bab 55. Aku Diculik!


__ADS_3

Ketukan pintu pagi itu membangunkan Liontin yang masih bergelung di bawah selimut. Makutha pun masih terlelap dalam balutan piyama bermotif bayi panda. Ketukan di kamar kosnya semakin lama semakin keras.


Liontin mengumpulkan niat untuk bangun, menguap lebar, kemudian meregangkan otot tubuh yang terasa kaku. Perempuan itu turun dari kasur dan mulai melangkah menuju pintu untuk membukanya.


Setelah pintu terbuka lebar, seorang laki-laki paruh baya dengan atasan batik mengangguk sekali. Liontin mengerutkan dahi karena tidak mengenal lelaki itu.


"Benar dengan Mbak Liontin?" tanya lelaki itu.


"Iya, Pak. Ada apa, ya?"


"Saya Rudi, sopir pribadi Bu Risa. Saya ke sini diminta oleh Pak Reza untuk menjemput Mbak Liontin dan putra Anda."


Ada rasa kecewa yang kembali bergelayut di hati Liontin. Perempuan itu tersenyum datar dan meminta Pak Rudi untuk menunggu di mobil. Liontin segera membersihkan diri, membangunkan Makutha, serta menyiapkan semua keperluan sang anak.


"Bukannya jemput sendiri, malah nyuruh orang lain buat jemput! Bikin kesel aja!" Liontin terus menggerutu hingga keluar pintu gerbang kos-kosan.

__ADS_1


Begitu Pak Rudi melihat Liontin keluar kos, lelaki itu langsung turun dari mobil dan membukakan pintu untuknya. Liontin masuk dengan patuh kemudian Pak Rudi mulai melajukan kendaraan. Sepanjang perjalanan dia dibuat heran karena Pak Rudi melewati jalan yang berlawanan arah dari rumah Risa.


Berbagai pikiran buruk berkecamuk di benaknya. Dia berniat menghubungi Reza, untuk memastikan bahwa Pak Rudi benar-benar sopir pribadi Risa. Naasnya, ponsel perempuan itu tertinggal di kosan. Liontin menelan ludah kasar, kemudian memberanikah diri untuk bertanya kepada sang sopir.


"Ki-kita mau ke mana, Pak? Setahuku, ini bukan jalan ke rumah Tante Risa."


Liontin menatap spion yang menggantung di atas kepala Pak Rudi. Dia hanya bisa melihat sorot mata tajam dari lelaki itu. Liontin kembali menelan ludah. Pak Rudi tak menjawab pertanyaannya.


Jangan-jangan aku ditipu! Tapi siapa yang sampai tega melalukan hal ini?


Pak Rudi mematikan mesin mobil, kemudian turun dari kendaraan roda empat itu. Dia membuka pintu penumpang dan mempersilahkan Liontin turun.


"Mari, ikuti saya, Mbak." Pak Rudi berjalan terlebih dahulu.


Tanpa menunggu lama, Liontin menggendong Makutha dan bersiap untuk kabur. Dia melepas sepatu hak tingginya kemudian berlari menjauhi Pak Rudi. Saat lelaki itu menyadari bahwa Liontin kabur, dia turut berlari berusaha mengejarnya.

__ADS_1


Napas Liontin seakan putus karena harus naik turun lembah curam demi kabur dari kejaran Pak Rudi. Saat bertemu sebuah pohon pinus yang lumayan besar, Liontin bersembunyi di baliknya.


Pak Rudi berhenti tepat di samping pohon tempat Liontin bersembunyi. Lelaki itu merogoh saku celananya untuk mengambil ponsel. Dia menghubungi seseorang melalui benda pipih itu.


"Halo, Pak. Dia kabur!"


"Sekarang dia di mana?"


"Masih di sekitar vila." Pak Rudi terus mengedarkan pandangan untuk mencari keberadaan Liontin.


"Share lokasi! Kubantu cari!"


Pak Rudi mulai membagikan lokasi terkininya. Jantung Liontin berdegub begitu kencang. Beruntungnya, Makutha tertidur lelap. Sebisa mungkin Liontin bersikap tenang. Dia menunggu kesempatan untuk pergi dari sana ketika Pak Rudi lengah. Akan tetapi, ketika Liontin hendak kembali berlari, tubuhnya justru menabrak seseorang.


Liontin terus meronta, berusaha melepaskan diri dari lelaki yang kini justru memeluknya begitu kuat. Makutha pun mulai menangis karena teriakan sang ibu.

__ADS_1


"Lepasin! Lepasin aku!"


__ADS_2