TKI (Tenaga Kerja Indehoy)

TKI (Tenaga Kerja Indehoy)
Bab 43. Sekutu


__ADS_3

"Dasar, bodoh!" David keluar dari lapas kemudian masuk ke mobilnya. Lelaki itu melepas masker yang menutup mulutnya kemudian membuangnya asal di kursi penumpang.


David membetulkan posisi kaca spion yang menggantung di depannya. Kemudian tersenyum miring.


"Mudah sekali memanfaatkan seseorang hanya dengan beberapa lembar uang. Aku tidak perlu repot-repot mengotori tanganku sendiri." Lelaki itu tersenyum lebar kemudian kembali tenggelam dalam masa lalunya yang begitu suram.


...****************...


"Singkirkan dia! Aku akan memberikanmu berapa pun yang kamu butuhkan!" Tuan Li menghubungi seseorang melalui sambungan telepon.


Tuan Li menghempaskan tubuhnya ke atas kursi kerjanya, kemudian meraih figura berisi selembar foto. Potret seorang anak laki-laki berusia dua tahun dalam dekapan perempuan cantik terbingkai di dalamnya.


"Risa .... Kamu ke mana? Aku hampir mati karena merindukanmu." Jemari tuan Li mengusap wajah keduanya yang terbingkai dalam kaca.


"Papa ...." David mengernyitkan dahi karena baru pertama kali melihat sang ayah terlihat begitu sedih.

__ADS_1


Anak laki-laki itu hendak balik badan, tetapi tanpa sengaja menyenggol guci besar yang diletakkan di luar ruang kerja sang ayah. Suara pecahan guci itu sampai ke telinga Tuan Li. Dia langsung beranjak dari kursi kemudian keluar dari ruangan.


Sesampainya di depan pintu, dia mendapati guci kesayangan Risa sidah hancur berkeping-keping. Di dekat sana terdapat sebuah mobil-mobilan yang ia yakini adalah milik Reza.


"Anak sialan itu!" teriak Tuan Li.


Pria itu langsung berteriak seperti orang kesetanan. Dia berjalan cepat menuju kamar David. Dia mendobrak kasar pintu yang menutup ruangan itu. David kecil meringkuk ketakutan di sudut kamar.


"Kemari, anak ******!" teriak Tuan Li.


David bergeming. Tubuhnya bergetar hebat sambil memeluk lutut. Raut wajah ketakutan jelas terpancar. Tuan Li melangkah cepat mendekati David. Dia menarik kasar gesper yang melingkar di pinggangnya.


"Sakit, Papa! Ampun!" David kecil menangis sejadi-jadinya karena berusaha menahan rasa sakit yang kini mendera tubuh.


"Memakai barang orang lain tanpa ijin, sama saja dengan mencuri! Kamu tahu itu!"

__ADS_1


Tak lama kemudian ibu David, Nyonya Li datang mendekat. Perempuan itu memegang pergelangan kaki Tuan Li sambil terus memohon ampun.


"Tolong, ampuni David! Dia baru berumur enam tahun! Kasihani dia!" Nyonya Li sampai mencium punggung kaki sang suami untuk mendapat pengampunan.


Tuan Li menghentikan perlakuan kasarnya terhadap David, kemudian mengayunkan kaki hingga pegangan tangan Nyonya Li terlepas. Perempuan itu kini tersungkur di atas lantai. David merangkak mendekati sang ibu sambil bercucuran air mata.


"Keturunan orang jalanan sepertimu, pasti memiliki gen buruk! Kamu merampas apa yang bukan menjadi hakmu! Lihat apa yang terjadi sekarang?" Tuan Li menatap tajam ke arah Nyonya Li yang terus menunduk sambil mendekap tubuh mungil David.


"Anak ini berbakat menjadi perampas juga! Buah memang jatuh tidak jauh dari pohonnya!" Tuan Li membuang ikat pinggangnya asal kemudian melangkah pergi meninggalkan Nyonya Li dan David.


Setelah terdengar suara pintu yang dibanting kasar, Nyonya Li memeriksa tubuh sang putra. Banyak sekali luka akibat cambukan Tuan Li. Beberapa darinya sampai mengeluarkan darah.


"David, tahan ya? Sebentar lagi, Mama akan mencapai tujuan! Bertahanlah sedikit lagi! Mengerti?"


David yang saat itu masih belum mengerti apa-apa hanya mengangguk perlahan sambil terus menangis sesenggukan. Nyonya Li menghapus air matanya kemudian mengecup puncak kepala putranya berulang kali.

__ADS_1


"Saat ini, kamulah pewaris tunggal keluarga Li. Bertahanlah sedikit lagi, Nak. Setelah ini kita singkirkan lelaki itu!"


...****************...


__ADS_2