TKI (Tenaga Kerja Indehoy)

TKI (Tenaga Kerja Indehoy)
Rekomendasi Novel: Joane dan Berondongnya


__ADS_3


"Ma, besok temanku yang namanya Tika ulang tahun, terus Dia mau rayain di kelas, Minta duit dong buat beli kado untuk Tika" Ucap Asni kepada Kanti. Asni dan Mamanya Kanti sedang dalam perjalanan menuju rumah, Asni dijemput pulang sekolah dengan mengendarai sepeda motor.


"Kamu mau kasih kado apa untuk Tika? "Tanya Kanti


"Ya, tergantung duitnya berapa dari Mama" Jawab Asni.


"Ya udah, mumpung belum sampai rumah, kita cari kado untuk Tika dulu" Ucap Kanti.


"Tapi boleh nggak Asni sendiri yang pilih hadiahnya? " tanya Asni


Ya nanti kita lihat-lihat dulu.


Sekitar lima menit kemudian, mereka sampai di tempat penjualan berbagai macam kado untuk anak-anak remaja itu.


Setelah memutuskan kado yang akan dibeli, Kanti dan Asni melangkah menuju kasir untuk melakukan pembayaran.


Mbak, bisa tolong sekalian dibungkus pakai kertas kado?


Oh iya, Bu.


Silakan dipilih kertas kadonya yang mana.


"Aku mau gambar yang ini " Ucap Asni sambil mengambil kertas kado yang ia maksud di rak dekat dia berdiri dan diberikannya pada petugas kasir di toko itu.


Urusan kado pun beres. Kanti dan Asni keluar dari toko itu menuju tempat parkir sepeda motor milik Kanti. Makasih ya, Ma. Sudah beliin kado buat teman Asni.


Iya, sayang.Sama-sama.


Semoga Tika senang ya.


Iya, Ma.


Saat Kanti mau menyalakan mesin motornya, tia-tiba ponselnya berdering. pertanda ada panggilan. Kanti langsung mengambil Ponselnya dari dalam tas dan Dia lihat di layar ponsel seseorang dengan nomor telepon baru memanggil. Kanti segera menjawab panggilan itu.


Halo, selamat siang, Tante. Aku Alvi, mau memberi tahu kalau Reno sedang di rumah sakit sekarang.


Ha? Jawab Kanti kaget, tubuhnya langsung lemas.


Reno sakit apa?


Reno mana? Tante mau ngomong pada Reno.


Maaf, Tante. Reno masih belum sadarkan diri sejak terjadinya kecelakaan tunggal kurang lebih setengah jam lalu.


Ya, Tuhan. Tolong Tuhan. Tolong anakku Reno. Ucap Kanti sambil menangis sejadi-jadinya.


Tanpa basa basi, Kanti langsung mematikan panggilan itu dan buru-buru mau telpon Joane. Karena satu-satunya orang yang Ia kenal di kota B adalah Joane.


Halo, Joane. Reno kecelakaan. Ucap Kanti sambil terus menangis yang membuat Joane kaget.

__ADS_1


Astaga, ya Tuhan, sekarang Reno dimana, kondisinya bagaimana? Memang Reno siang ini janji mau ketemu saya.


Kata Alvi yang barusan telpon saya, Reno belum sadarkan diri.


Tolong aku, Jo. Kalau sedang tidak sibuk sekarang, tolong ke rumah sakit juga untuk memastikan kondisi Reno bagaimana. Ucap Kanti yang tidak berhenti menangis di telpon t


Oke, sekarang Kanti tenangkan diri dulu ya. Saya segera ke rumah sakit. Nanti akan saya kabari lagi.


Baik, Jo. Makasih ya, Joane.


Joane tanpa menunggu lama, langsung ambil kunci mobilnya dan segera ke rumah sakit melihat keadaan Reno.


Joane melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. "Semoga aja Reno nggak kenapa-kenapa ya, kok sampai tak sadarkan diri, separah apa kondisinya sekarang? " tanya Joane dalam hati sambil fokus melihat jalan di depannya dan sangat hati-hati menyetir mobilnya.


Setelah sampai rumah sakit, Joane langsung buru-buru turun dari mobil dan bergegas menuju ruang informasi menanyakan keberadaan Reno.


Selamat siang, Bu. Ada yang bisa kami bantu?


Siang, maaf saya sedang cari pasien bernama Reno Perwira. Dia dirawat di ruang mana dan kamar nomor berapa, Suster?


Oh, Reno barusan masuk kamar perawatan, ruang Mawar, kamar nomor 13.


Mari, Bu. saya antar ke kamar Reno.


Baik terima kasih.


Setelah sampai di depan kamar Reno, Suster ketuk pintu kamar Reno sebelum pintu tersebut dibuka.


Siang, Bu.


Ini Bu Joane, Keluarga Reno.


Suster pun langsung pamit keluar kamar pasien tersebut untuk melanjutkan tugasnya yang lain.


Alvi yang melihat Bu Joane datang ke ruang rawat Reno kaget. "Kok beliau bisa ada di sini? " gumamnya dalam hati.


Siang, Bu. Sapa Alvi sambil menundukkan kepalanya.


Siang, Alvi.


Bagaimana kondisi Reno saat ini?


Tanya Joane sambil melihat ke arah Reno yang berbaring tak sadarkan diri.


Masih seperti ini sejak tadi saya datang, Bu. Belum ada perkembangan apa-apa. Hanya saja kepalanya bagian kiri terdapat luka dan sudah berhasil dijahit oleh suster barusan.


Oh, baik. Sahut Joane.


Ngomong-ngomong, Alvi yang temani Reno di sini. Ya, tadi saya ke sini aja, Bu. Setelah dapat telpon dari Ibu Kost Reno bahwa Reno kecelakaan. Ibu Kost belum bisa ke sini karena sedang di luar kota.


****

__ADS_1


"Pa, Reno kecelakaan, Pa" Ucap Kanti setelah suaminya Pak Hari terima panggilan telepon darinya.


Maksudnya apa, Ma?


Iya, Reno tak sadarkan diri, Pa.


lanjut Kanti menangis histeris.


Ya, Tuhan. Tolong anak kami Reno di sana.


Ucap Pak Hari penuh harap.


Mama tenang dulu ya, Papa akan segera pulang ke rumah.


Nanti lanjut di rumah ya.


Iya, Pa. Hati-hati


Jawab Kanti sambil nangis tersedu-sedu.


****


Joane yang melihat kondisi Reno belum sadarkan diri, belum bisa memberitahu Kanti kondisi pastinya saat ini. Dia menunggu dokter berkunjung ke ruang rawat Reno untuk mendengar langsung dari dokter perihal hasil pemeriksaan dokter terhadap Reno.


Sementara Kanti di luar kota sana masih terus menangis, ingin rasanya melihat kondisi Reno langsung tapi jarak yang sangat jauh tidak memungkinkan untuk segera bertemu hari itu juga.


Beberapa saat kemudian, Pak Hari pun tiba di rumah. Pak Hari berusaha untuk tenang supaya istrinya tidak semakin panik dan sedih. Walau hatinya sebenarnya sangat sedih dan bingung harus bagaimana saat ini.


Melihat suaminya sudah pulang, Kanti langsung menghampiri suaminya dengan mata sembab dan tatapan kosong.


Tanpa berkata apa-apa, Dia duduk di kursi teras rumahnya. Dia ambil beberapa lembar tisu untuk lap air matanya.


"Ma, Reno sudah ditangani dokter. Kita doakan semoga Reno segera sadar ya" Ucap Reno sambil mendekat ke samping istrinya.


Iya, Pa. Tapi bagaimana kondisi Reno sekarang, Pa? Ya Tuhan, tolong anak kami. Ucap Kanti kembali menangis.


Hari hanya diam tanpa menjawab pertanyaan Kanti dan memang Pak Hari juga belum bisa jawab apa-apa saat ini.


Mama sudah makan siang? tanya Pak Hari dengan suara lembut. Makan siang dulu, ini sudah pukul tiga belas lebih. Nanti bisa sakit lho. Kalau sakit, kita nggak bisa berpikir tentang bagaimana langkah yang kita ambil atas kecelakaan Reno ini.


Bagaimana aku bisa makan mendengar kabar ini, Pa. Air putih aja rasanya sulit untuk aku telan saat ini.


Oh, Tuhan. Tolong anak kami.


Ucap Kanti dengan suara yang mulai serak.


Beberapa saat kemudian, ponsel Kanti berbunyi.


Halo.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2