TKI (Tenaga Kerja Indehoy)

TKI (Tenaga Kerja Indehoy)
S2 Bab 4: Aku Memang Bukan Anakmu!


__ADS_3

Suasana tegang kembali menyapa Makutha sore itu. Dia kini tertunduk lesu di hadapan sang ayah. Pendingin ruangan di ruang kerja Reza seakan tidak berfungsi dengan baik, sehingga butir keringat terus mengucur membasahi dahi lelaki itu.


"Ayah dengar kamu dapat masalah di hari pertamamu sekolah. Benar begitu?" Suara Reza terdengar begitu dingin dan langsung menusuk hati Makutha.


"Iya, Ayah. Maaf." Makutha masih menunduk sambil meremas celana pendeknya.


"Tatap mata Ayah ketika sedang berbicara!" teriak Reza. Rahang lelaki itu mengeras seketika.


Makutha sontak mendongak dan menatap dalam mata sang ayah. Dia dapat melihat dengan jelas kemarahan Reza. Urat leher Reza terlihat begitu menonjol. Lelaki itu berdiri dari kursinya kemudian menghampiri sang putra.


"Utha, apa Ayah dan Bunda pernah mengajarimu bersikap tidak sopan seperti itu?"


Makutha menggeleng, lalu kembali menunduk. Reza menarik napas panjang lalu mengembuskannya kasar.


"Contohlah Abercio! Dia begitu sopan dan penurut. Tidak seperti kamu yang suka menimbulkan masalah untuk Ayah dan Bunda!" teriak Reza.


Liontin berjalan mendekati Reza kemudian mengusap lengan suaminya itu. "Yah, sabar. Jangan terlalu kasar begitu."

__ADS_1


"Kenapa Ayah nggak mengambil Cio saja sebagai anak angkat?" Makutha tersenyum miring sambil menatap tajam sang ayah.


Darah Reza seakan mendidih melihat sikap tidak sopan dan penuturan Makutha. Tanpa Reza sadari, sebuah tamparan ia layangkan dan mendarat mulus di pipi Makutha. Wajah Makutha sampai berpaling karena pukulan sang ayah.


Makutha tersenyum kecut, kemudian mengusap darah yang keluar dari sudut bibirnya. Lelaki itu tersenyum miring lalu memasukkan kedua tangannya ke dalam celana.


"Ah, aku lupa kalau A-KU BU-KAN A-NAK-MU, ﹰPak Reza. Maka dari itu, aku selalu mendapat perlakuan berbeda dari Tiara!" Makutha merapatkan giginya. Jemarinya mengepal menahan amarah. Lelaki tampan itu langsung balik kanan kemudian keluar dari ruang kerja sang ayah.


"Kak, kamu keterlaluan!" seru Liontin kemudian berlari keluar menyusul putra pertamanya itu.


Reza mengusap wajahnya kasar kemudian berteriak. Sebenarnya dia tidak ingin berbuat kasar kepada Makutha. Namun, anak pertamanya itu selalu membuat emosinya naik ke ubun-ubun sejak duduk di bangku SMA. Entah apa yang membuat Makutha berubah.


"Mau ke mana kamu, Utha!" Liontin terus mencegah Makutha agar tidak pergi.


"Utha pengen menyendiri, Bun. Mau menenangkan diri dulu. Kalau sudah tenang, nanti Utha balik lagi ke rumah." Makutha merangkum wajah sang ibu sambil mengusap lembut pipi sang ibu.


"Mau ke mana kamu? Jangan bodoh! Ayolah, jangan bersikap seperti ini!"

__ADS_1


Makutha tersenyum simpul, kemudian perlahan mengambil tasnya dari tangan sang ibu. Lalu dia menggendong tas tersebut di punggungnya.


"Bunda ngerasa nggak sih, kalau Utha lagi begini mirip siapa?" Makutha tersenyum miring sambil merapatkan bibirnya menahan agar tawanya tidak pecah.


Wajah Liontin merah padam. Apa yang diucapkan Makutha benar. Anak laki-lakinya itu begitu mirip dengannya. Semenjak duduk di bangku SMA sudah enam kali ini dia pergi dari rumah dan menginap di rumah Cio ataupun Cincin.


"Nggak lama, kok. Paling lama seminggu lagi Makutha balik ke rumah. Oh ya, bisa lebih cepat asal ayah mau segera menjemput Utha dan minta maaf." Makutha terkekeh seketika.


"Sudah, ya. Makutha pergi dulu. Bunda nggak usah khawatir. Makutha bisa jaga diri."


Makutha keluar dari kamarnya dan menuju garasi mengendarai motornya menuju temoat yang ia mau. Liontin hanya bisa menatap tubuh Makutha yang semakin lama semakin hilang dari pandangan.


Melihat Makutha seperti itu, memang seakan bercermin didepan kaca. Liontin juga melakukan hal sama seperti itu setiap ada masalah yang mengganggu pikirannya. Terutama jika menyangkut keluarga. Dia akan pergi untuk menyendiri dan menenangkan hatinya, seperti yang dilakukan Makutha saat ini.


...****************...


Mampir yukkk, ke karya teman Chika yang satu ini ❤❤❤

__ADS_1



__ADS_2